
Abby masih dengan pikiran nya tentang Risa yang pergi berlalu tanpa pesan dan sepatah kata pun. Doni yang tadi menyaksikan betapa menyedih kan Avi saat ini, wajah nya saja sudah nampak lusuh tanpa make up seperti biasa nya. Untuk itu dia memberanikan diri masuk dalam dilema Abby dan istri nya.
"Bby.. apa kamu tidak ada sedikitpun hati nurani, bagaimanapun Avi sudah menjadi istri dan ibu dari darah dagingmu. Sudahlah... mungkin Risa juga ingin melihat keluarga kalian bahagia, makanya dia memilih pergi darimu, biarkan dia juga bahagia dengan cara nya.."
Jantung nya berdetak kencang namun wajah nya di buat sesantai mungkin dan suara nya teramat halus hingga seolah telah menjadi orang tua yang sedang menasehati anak nya.
"Risa bahagia kamu bilang..? Risa bahagia hanya saat bersamaku..!!"
Emosi nya mulai naik saat Doni mengatakan Risa telah bahagia, Wajahnya memandang Doni buas bak harimau yang sedang membidik mangsanya.
"Yaa...Risa bahagia nyatanya 5 tahun tanpa mu dia menjadi pengusaha sukses, kebahagian itu tidak selalu harus bersama, melihat mu bahagia itu sudah jauh lebih baik dan bahagia di hati nya. Kalau dia tidak bahagia dia tidak akan menjadi wanita sukses dan cantik. Simpel..!!"
Abby hanya terdiam mencerna kata kata sahabatnya itu, bahwa keadaan Risa saat ini nyata nya memanglah lebih baik dari saat mereka bersama. Doni merasa kata katanya bisa membuat isi di kepala sahabat nya itu berputar lagi dia pun tidak menyiayiakan kesempatan untuk terus mengisi pikiran sahabat nya dengan wejangan.
"Biarlah Risa memilih cara hidup nya untuk bahagia, memang Risa juga sangat mencintaimu, tapi dia tidak ingin melihat istri dan anak mu terluka, kamu sendiri yang tahu bagaimana baik nya hati Risa kan..?! , dia menikah dengan mu karena kamu yang memaksa nya, tidak kah kamu bertanya dia mau menjadi wanita kedua...?. Huch.. siapa seh yang bahagia bila menjadi istri kedua?. Sudahlah buka hatimu untuk belajar mencintai Avi jangan hanya memiliki nya saja, Cintailah yang sudah kamu miliki maka kamu akan bahagia..!!"
*Ya Tuhan, mimpi apa aku sampai bisa memberi nasehat sebijak ini, tak apalah semoga saja mereka sama sama bahagia, aku yakin ini jalan terbaik yang di pilih Risa.
Huhh... semoga otak nya bekerja dengan benar, supaya masalah ini tidak berlarut larut, Amin*.
Doni merasa lega meskipun jantung nya berpacu sangat cepat karena sudah berani memberi nasehat kepada sahabat nya yang berwajah dingin itu.
"Begini .. cari Risa sampai dapat, aku akan berjanji meninggalkan nya tapi jika itu memang yang dia ingin kan, dan aku ingin mendengar langsung dari mulut nya..!!"
Wajah nya semakin mendekati wajah Doni, tangan nya mengepal hingga menampakan urat urat dan suara nya begitu lembut dan lirih namun hati dan jantung nya sudah berlomba lomba berpacu melawan ketidak seimbangan mulut nya.
"Aku harus mencari kemana..?"
__ADS_1
Menatap dan melihatkan wajah polos nya penuh iba, Doni seakan tidak bisa berbuat apa apa. Tapi itu bukan diri nya sesungguh nya, jika dia sudah bertindak maka apa saja bisa ia dapatkan, dan itu sebab nya Abby tidak pernah benar benar marah padanya bahkan tidak pernah rela melepaskan sahabat nya pergi dari nya.
"Aku tidak mau tau..!"
***
Seminggu kemudian Doni sudah mengarahkan orang orang nya untuk mencari keberadaan Risa dan benar saja orang nya telah menemukan tempat tinggal wanita pujaan hati sahabat sekaligus boss besar nya. Namun mereka tidak pernah melihat Risa ada di rumah , hanya karyawan karyawan saja yang selalu keluar masuk rumah, itu membuat Doni penasaran dan memutuskan ke kota De mencari tahu sendiri.
"Jay, siang ini aku meluncur ke tempatmu."
Satu pesan sudah terkirim ke no Jaya sahabat nya di kota De, tempat tinggal Risa , berharap bisa mendapat info dari nya.
"Datanglah."
Saat menuliskan balasan untuk sahabat nya , Jaya sangat yakin jika dia datang untuk mencari istri kedua boss nya, hal yang tidak mungkin dikerjakan langsung oleh Doni di hari kerja jika tidak lah sangat penting.
tok..tokk.. Doni langsung masuk setelah mengetuk pintu tanpa menunggu jawaban dari balik pintu.
"Ha... sampai juga si kesayang boss kita ini hahahaa.."
Jaya langsung menyambut sahabat nya dengan gurauan..
"Humm.. dimana Risa?"
Sedikit memberi senyuman sambil memainkan alis mata nya, tapi langsung pada inti nya mencari tahu dimana sang jantung hati milik boss nya itu.
"Lihatlah , sudah sama persis sifatmu dengan Abby, tanpa basa basi langsung menerorku.."
__ADS_1
Berjalan beralih ke sofa yang ada dalam kantor nya setelah tadi menikmati kursi singasana kebesaran nya, di mana Doni dengan santai nya duduk sambil mengangkat satu kaki dan bertumpu pada satu kaki nya lagi.
"Cepatlah, aku tidak punya banyak waktu..!"
Benar benar tidak ingin membuang waktu dan bercanda seperti biasanya, Doni terus saja menekan sahabatnya.
"Apa mau mu, aku sudah berjanji padanya untuk tidak memberitahu siapapun, termasuk Abby dan kamu, hukh..!" Membalas dengan wajah dingin dan menyunggingkan sisi bibir nya.
"Abby berjanji akan meninggalkan dan melepaskan nya, tapi dia ingin mendengar dari mulut Risa langsung, puass...?!"
Sambil melepas kaca mata hitam yang tadi dia kenakan , hingga menampakan seluruh wajah putih berseri seri nya, puas membuat sahabat nya kesal.
"Janji ya, Risa sudah bertekad pergi dari kehidupan Abby, aku akan menghantarmu padanya, tapi ingat jangan beri tahu Abby di mana dia tinggal..!"
Jaya mengancap sahabatnya sendiri karena dia tahu betul Doni adalah orang yang tidak bisa menolak permintaan Abby.
Lalu mereka berdua pergi kerumah Risa, dan sampai disana mereka di bohongi karyawan nya jika Risa sedang tidak ada di tempat , tapi beruntung nya Sari baru saja pulang dari kuliah dan melihat sahat sahabat kakak nya ada di depan rumah nya sedang berbincang dengan karyawan nya.
"Haii.. mas Jaya dan mas Doni.. mencari kak Risa?"
Sari nyamperin mereka dan langsung bertanya maksud kedatangan nya.
"Hallo..Sari, haii.. um... iyaa, tolong bawa kami pada Risa, ada hal yang sangat penting"
Jaya membalas sapaan Sari dan langsung meminta bantuan nya untuk bertemu dengan kakak nya. Sedangkan Doni hanya berdiri dan sedikit tersenyum melihat kehadiran Sari.
"Baiklah, ayo kita masuk..!" Sari mengajak mereka masuk dan meninggalkan karyawan nya yang tadi sempat menemui. para sahabat kakak nya.
__ADS_1
Di dalam ruangan tertutup pintu tralis yang memisahkan antara ruangan tamu yang berisikan para karyawan dan aneka alat kantor dan barang barang dagangan, disana nampak Risa tengah bersantai dengan wajah nya penuh dengan masker yang hanya menyisakan bagian mata dan mulut nya.