
"Mari makan" Kakek menawarkan Jaya untuk makan bersama.
"Duduklah, jangan seperti orang menagih hutang." Jhony pun menyindir nya sebagai penagih hutang karena Jaya hanya berdiri di depan mereka sedangkan Risa tersenyum menahan tawa saat menyaksikan sahabat nya terkesima memandangi Jhiny.
"Bbaiklah kalau begitu." Menarik kursi namun terdengar gugup saat mata nya tertangkap memandang Jhiny penuh rasa penasaran. "Sari ngak ikut neh..?" Membuang rasa nya malu nya dengan berpura pura menanyakan Sari yang tidak ikut serta di sana.
"Kak Sari pulang kerumah mama, kakak kenal juga dengan kak Sari.?" Secepat kilat Jhiny membalas pertanyaan yang sebenarnya Jaya lontarkan untuk Risa.
"Ough begitu ya, iya kenalin saya Jaya teman sekolah nya Risa dan Jhony." Mengulurkan tangan nya untuk berkenalan dengan ekspresi yang menampakan keseriusannya.
"Umm.. aku Jin.. adek nya satu satunya kak Jhony yang paling cantik hee.." Tanpa rasa malu menunjukan sifat polos nya yang ceria dan manja.
"Hemm.." Kakek berdehem saat menangkap basah lelaki muda di hadapannya memandang takjub cucu kesayangannya.
Sepertinya Jaya menyukai Jhiny,hemm..
Kakek berasusmi bahwa Jaya mulai menyukai cucu bungsunya itu hingga lamanya dia menjabat tangan Jhiny.
"Pesanlah makan, apa kamu mendadak kenyang hanya dengan menatap wajah adikku ha ha.." Jhony ikut meledek temannya yang memang sudah lama menjomblo itu. "Auu.. sakitt sayang." Risa mencubit perut kekasih nya karena ulang tengil nya yang membuat sahabat nya berkeringat meskipun di ruangan ber ac.
"Aku sudah makan, hanya saja aku mendengar kalian ada di sini jadi aku sengaja datang." Mengusap keringat yang membasahi kepala nya dengan tisu yang ada di atas meja. "Baiklah kalau begitu sampai bertemu besok." Berdiri meninggalkan mereka saat dirinya mulai gugup karena matanya tidak bisa melihat situasi hingga dirinya tertangkap mata karena terpana memandang Jhiny yang cantik alami tanpa polesan make up.
"Baiklah, trimakasih atas perhatiannya." Kakek membalas dengan penuh hormat, sedangkan Jhiny yang di perhatikan tetap bertingkah apa adanya.
Mereka menyelesaikan makan malam lalu kembali ke kamar masing masing, kakek berdua dengan Jhony sedangkan Jhiny dengan calon kakak iparnya.
Saat Jhiny dan Risa sampai di kamar mereka bergantian untuk mandi setelah nya mereka masih asik melanjutkan bercerita berdua hingga Risa mulai menyinggung Jaya yang ia nilai sedang menaruh hati pada nya.
"Umm..bagusnya kak Risa panggil adek aja deh, dari pada nanti kebiasaan nyingkat nama manggil Jin dan ketaun ayang beib kan bakal di plototin ha ha.." Tertawa berdua mengisi malam liburan singkat nya.
__ADS_1
"Ahh ayang beib niee.. jiahaha.. iya deh kak, biar adek awet mudaa ha haa." Menyindir Risa karena menyebut kakak nya ayang beib.
"Bay the way.. umm.. Jaya keren ngak..?" Belum siap melihat ekspresi Jhiny yang sering histeris teriak teriak Risa berbicara sambil menyibukan diri bermain ponsel nya supaya tidak terlihat serius.
"Kak Jaya keren, rapi dan yang pasti tinggi, karena laki laki yang paling keren hanya laki laki yang bertubuh tinggi kak, untung kak Jhony tinggi kan beruntung kak Risa ha ha haa.." Menjeleskan tipe lelaki keren menurut pandangan nya.
"So.. kalau tiba tiba Jaya suka sama adek gimana?" Berbicara perlahan dan nyaris tak terdengar.
"Apaaa.. sukaaa..? sukaaa sama akuu?" Suaranya sangat mengelegar meskipun Risa sudah bertanya pelan.
"Sepertinya begitu tadi kakak lihat dia terus mencuri pandang ke arahmu." Risa perlahan lahan menjelaskan apa yang dia lihat karena dia begitu mengenal sahabatnya itu.
"Kakak yakin kan, bukan php kan ?" Menarik tangan Risa yang sedang pura pura asyik memainkan hape nya. "Aku juga menyukainya, waktu melihat nya aku sudah.. deg.. deg.. deg.. jantungku seperti ada yang mengetuk dan terus mengetuk nya kak haaa..." Tersipu sipu hingga tanpa sadar memeluk Risa erat.
"Hukk hukk.. lepasin dek.." Pengap karena mendapat pelukan orang yang sedang jatuh cinta itu sungguh mematikan, kekuatan cinta memang luar biasa cin...he he. "Sudah mari kita tidur besok pagi pagi perias kita sudah datang, bye." Membaringkan tubuh nya saat Jhiny sudah melepaskan pelukannya.
"Kak jadi bagaimana cinta kamii.. apa aku harus mengungkapkan padanya..?" Menarik selimut tebal yang menutup seluruh tubuh Risa.
Tidak berhasil menarik selimut yang membungkus rapat tubuh calon kakak ipar nya membuat nya semakin gelisah, wajah Jaya yang tersenyum manis pada nya selalu membayangi nya akhirnya dia pasrah ikut berbaring tepat di samping tubuh Risa.
Tak terasa pagi datang menyapa Risa sudah siap membersihkan diri lalu berjuang membangunkan gadis yang baru jatuh cinta dan satu ide membuat nya semangat membangunkan Jhiny.
" Bangunn.. Jaya datang mencarimu dek.." Berbisik lirih tepat di telinga Jhiny.
"Apaa, kak Jaya..?" Mengerjap ngerjapkan mata nya dan sekuat tenaga membawa tubuh nya duduk.
"Humm.." Mengedipkan kedua mata nya sambil tersenyum simpul.
"A... aku mandi duluuu.." Berlari namun terjatuh karena selimut masih membalut tubuh nya. "Aduhh.." Melepaskan selimut lalu berjalan cepat memasuki toilet yang ada di kamarnya.
__ADS_1
Xixiii.. hahh.. berhasil juga bangunin putri tidur, dasar bucin hihiii..
Tapi aku harus menghubungi Jaya, gawat kalau dia marah..
"Jay,ada yang mau aku omongin soal Jhiny nanti sebelum acara kita ketemuan ya." Satu pesan sudah ia kirimkan ke no Jaya dan mendarat sukses langsung di baca oleh nya.
"Baiklah, tapi kenapa ngak sekarang? kamu pasti tahu kan isi hatiku, dasar paranormal ha ha.." Semakin penasaran saat nama Jhiny terukir dalam pesan yang ia baca.
"Periasku sudah datang, yakin ngak apa apa bahas di sini ?" Sambil duduk mengikuti intruksi perias yang sudah siap menunggu saat dirinya sibuk membangunkan Jhiny.
"Yakin pakai banget, buruan ha ha." Lebih bucin dari Jhiny dia sudah tidak sabar mendengar cerita tentang wanita yang mencuri hati nya pada pandangan pertama nya.
"Ha ha.. penasaran niee.. Jhiny juga menyukaimu, gimana kamu bahagia..?" Tersenyum bahagia akhirnya Jaya menemukan cinta nya yang tanpa di sengaja.
"A... seriuss, berarti aku bisa menjemputnya? apa Jhony dan kakek mengizinkanku?" Histeris dalam kamar nya sendiri hingga beralih dari berbaring dan duduk sambil memeluk bantal.
"Seruiss, jika kamu yakin berniat baik pada Jhiny mereka akan mengizinkanmu, semangatt..!" Memberi semangat untuk sahabat nya yang sudah lama membiarkan hati nya kosong tanpa seseorang menemani hari hari nya.
"Ok kakak, siap laksanakan." Semangat yang luar biasa saat mendapatkan cinta yang sama mereka rasakan membuat Jaya bersinar untuk cepat datang ke Hotel Pratama untuk menjemput Jhiny yang sesungguhnya mereka juga akan bertemu di pesta Doni dan Dina.
"Kakak cantikk bangettt.. udah siap saja, umm.. kak Jaya mana ?" Terkejut melihat Risa yang sudah berhasil di sulap menjadi sangat cantik namun tetep pokus mencari Jaya.
"Adek kelamaan, nanti dia akan menjemputmu lagi untuk pergi berdua ke pesta, ciee.. buruan duduk tuhh mami cin sudah nungguin dari tadi." Berhasil membuat Jhiny kesal tapi makin girang saat dirinya mengatakan Jaya akan menjemputnya kembali.
"Ok ok.. yang cantikk ya mami cinn.." Berjalan menghampiri perias yang nampak ganteng namun menghasilkan karya karya yang sangat cantik hingga dirinya di panggil mami cin, karena kebanyakan orang mencintai karya lukisan wajah nya yang cantik dan membuat nya sangat terkenal di kota kota.
tokk.. tokkk.. pintu terdengar di ketuk hingga membuat Jhiny berteriak histeris memanggil Risa..
"Kakk.. cepat kali dia datang, ayo cepat mamii." Tubuh nya terasa kaku karena rambut nya sedang di sulap oleh asisten mami cin sedangkan wajah nya sedang di lukis oleh mami sendiri namun hati nya bergetar hebat karena pikiran nya Jaya lah yang mengetuk pintu.
__ADS_1
"Ha haa.. itu Kak Jhony kaliii ha haha dasar bucin." Risa tak berhenti menertawakan Jhiny yang salah tingkah namun tidak bisa bergerak itu dan dia sudah siap dengan gaun merah yang ia padu padankan dengan sepatu high hill hitam nya.
Risa juga menyiapkan pakean Jhony dengan warna yang senada, Jas hitam dan kemeja merah yang membuat nya terlihat semakin gagah dan tampan meskipun belum mengenakan dasi yang sengaja Jhony minta Risa yang memakaikan nya untuk itu dia datang ke kamar calon istrinya.