Istri Keduaku Adalah Cinta Pertamaku

Istri Keduaku Adalah Cinta Pertamaku
Mawar Merah


__ADS_3

Doni dan Dina selalu tersenyum bangga saat memasuki ballroom , begitu juga dengan keluarga mereka. Suasana menjadi ramai sorak sorai para undangan. Seakan turut berbahagia akan hari pertunangan ini.


"Teruslah di sampingku sampai tak terbatas waktu."


Doni berbicara lirih sambil terus berjalan.


"Jadi aku tidak boleh pergi bekerja hehe." Dina justru mematahkan gombalan Doni sambil tertawa lirih.


Pembawa acara dengan sigap mengiringi kedatangan kedua insan yang rengah berbahagia ini dan meminta para tamu undangan untuk memberi tepuk tangan yang sangat meriah.


Acara pertunangan di buka dengan doa doa dan langsung berjalan pada inti acara yaitu tukar cincin. Dan mengumumkan hari dan tanggal pernikahan mereka. Doni dan Dina memberikan sambutan dan ucapan terimakasih nya kepada Tuhan Yang Maha Esa , kedua belah pihak orang tua dan kepada seluruh tamu undangan, maka acara sudah selesai.


Semua tamu memberi ucapan selamat satu persatu, Jaya , Abby dan istri nya dalam satu barisan bersama Jhony juga Risa. Dan Doni pun meminta mereka untuk foto bersama.


"Ayo kita foto bersama." meraih tangan Risa sambil melirik ke arah Abby, sengaja ingin menguji janji nya yang ingin melupakan Risa.


" Umm.. aku merindukan mu Din." Risa yan tangan nya di tarik oleh Doni justru berhampur memeluk Dina sahabat di masa mereka duduk di bangku kuliah.


"A..apa hanya Dina yang di peluk, dari tadi kami mengabaikan ku." Jaya ahkirnya nyamperin Risa lebih dekat di samping Jhony. Sedangkan Abby dan Avi hanya terdiam acuh.


"Ok, kita take foto dulu, nanti malam aku akan mentraktir kalian semua, tentu nya Sayang yang jadi bendahara nya hehee." Dina menyudahi candaan sahabat - sahabat nya untuk take foto.


Mereka take beberapa kali dengan formasi Doni dan Dina berada di tengah mereka. Setelah selesai mereka pulang, saat menuruni panggung Jhony mencium aroma kesegaran bunga mawar merah, lalu menarik nya satu tangkai yang tertata rapi di dalm vas bunga.


"Mawar merah ini begitu cantik, secantik dirimu." masih tetap berjalan disamping Risa , namun mata nya melirik kearah Abby dan istri nya yang dari tadi mencuri curi pandang ke arah Risa dengan pikiran nya masing - masing.


"Haii.. sejak kapan kamu alih profesi menjadi sang penyair" Risa menerima mawar merah itu, tawa renyah nya mengiringi langkah kaki mereka hingga membuat mantan suaminya panas hati bahkan Avi pun ikut geram.


"Risa , tunggu..!." Jaya berlari kecil mengejar Risa yang sudah berjalan lebih dulu, saat dirinya masih berbincang dengan Doni.

__ADS_1


"Hem..ada apa..?." Berbalik badan dan berhenti melangkahkan kaki jenjang nya.


"Bolehkah aku berkunjung kerumahmu..?." Suara nya terdengar lebih kencang hingga menghentikan langkah kaki Abby, tangan nya mulai menggepal hingga menampakan urat urat tengang.


"Bukankah nanti malam kita akan bertemu,maaf aku lelah ingin istirahat Jay." Menjawab jujur jika dirinya sudah merasa lelah .


"Aku hanya bercanda, ingin melihat expresi Abby saat aku menggodamu." Mendekatkan diri pada Risa dan berbisik lirih jika sesungguhnya dirinya hanya sedang menggoda sahabat nya.


"Jay, aku menunggu di kantor." Melanjutkan langkah kaki nya namun meminta Jaya menemui nya .


Risa dan Jhony jalan pulang berdua, dan Abby meminta istrinya untuk ikut ke kantor karena ada yang ingin dia sampaikan pada Jaya lebih dulu.


Saat mereka tiba bersama di kantor dalam ruangan pribadi nya, Abby sudah nampak tegang setelah dari awal acara dirinya di permalukan oleh perbuatan istrinya. Di tambah sahabat nya sengaja membuat panas hatinya.


"Jay, bantulah pekerjaan Doni, hari ini aku akan menghabiskan waktu dirumah." menyodorkan berkas berkas di atas meja lalu berjalan meninggalkan kantor tanpa menunggu jawaban dari Jaya.


Dalam perjalanan pulang Abby menghentikan mobil nya di sebuah cafe dan mengajak Avi masuk.


"Pesanlah apa saja, aku ingin minum kopi panas." Melepaskan kaca mata hitam nya saat duduk di hadapan istri nya sambil menggeser layar touchscreen hp nya.


"Baiklah, mama akan memesan nya." Melambaikan tangan pada seorang pelayan cafe.


"Mau pesan apa ibu? " sambil memegang pena di tangan nya.


" Kopi panas nya 1 , just alpukat nya 1, sama pisang keju 1 ya mba." tersenyum simpul.


" Baiklah , di tunggu sebentar ya, trimakasih." berlalu meninggalkan meja.


" ok." kembali memperhatikan suami nya yang tiba - tiba membawanya berduaan di sebuah cafe. Bahkan sejak memiliki anak hampir tidak pernah mereka jalan berdua.

__ADS_1


"Begini ma, bukan kah aku sudah berjanji akan memulai semua dari awal dan membuat keluarga kita bahagia, baru semalam aku mengatakan nya, tidakah mama ingat?." sedikit membungkukan badan nya dan tangan nya bertumpu pada meja.


"Ingat , justru itu kenapa papa masih saja memperhatikan wanita itu." berbicara sangat cepat dan terdengar sangat kesal, wajah nya nampak seperti di garis kotak kotak hingga nampak kaku.


"Memperhatikan apa nya?, aku hanya menyapa dan mau bertanya kabar saja, tolong jaga sikap mama, banyak orang memperhatikan kita, dan satu lagi buanglah sifat emosional mama, karena itu akan menjatuh kan nama baik mama sendiri." Hape di tangan semakin kencang berputar putar seirama dengan tingkat emosi bicara nya.


"Jadi.." Pembicaraan nya terhenti saat pesanan nya datang, lalu meminum sedikit jus alpukatnya.


"Jadi mama yang salah?." menyandarkan tubuh nya di kursi.


"Tolong pahami kata kata ku, bukan menyalahkan, tapi ubahlah sifat emosi itu." memijit jidat nya yang semakin berkilau lalu menghela nafas.


"Ok, tapi tidak untuk wanita itu." Menyebut nama nya saja seakan tidak rela.


"Ma, semua bukan salah Risa, semua papa yang salah, papa yang memaksa nya, papa khilaf, egois, bahkan Risa sendiri yang meninggalkan papa , demi siapa coba? demi keluarga kita!." Terdengar lirih namun kalimat demi kalimat penuh penekanan seolah ingin di pahami istri nya.


Avi tidak menjawab lagi, hanya terdiam sambil memegang gelas minuman nya mengalihkan pandangan nya dari suami nya, menunjukan ketidak ikhlasan hati nya.


"Kita pulang." Meletakan secangkir kopi setelah mensruput nya habis. Melambaikan tangan dan meminta bill, lalu meninggalkan uang untuk membayar tagihan minuman mereka. Meraih tangan Avi dan mengajak nya berjalan bersama menuju mobil.


Tut..tut.. suara pintu mobil terbuka dan Abby membukakan pintu untuk istri nya.


"Trimakasih pa.." Tersenyum menatap suami nya.


Abby pun masuk dan mengendarai mobil nya. Sepanjang jalan kira kira 20 menit dari cafe menuju rumah, sederet lagu milik sheila on seven menemani perjalanan mereka. Tidak ada percakapan diantara kedua nya, sama sama hanya menikmati pemandangan sepanjang jalan dan lantunan lagu lagu di dalam mobil.


***


Haii akak akak , makasii sudah mampir, bantu vote rate dan like ya. Makasiii ..

__ADS_1


__ADS_2