Istri Keduaku Adalah Cinta Pertamaku

Istri Keduaku Adalah Cinta Pertamaku
Syahh..


__ADS_3

Doni dan Dina sudah bersiap duduk di tempatnya dan pak penghulu beserta saksi dan keluarga juga sudah siap mendengarkan ijab kabul.


"Ananda Doni Tama Bin Bari Tama saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan puteriku Dina Cahyadi Binti Doddy cahyadi dengan mas kawin Satu set perhiasan. Tunai." Sang ayah dengan tegas mengucapkan di hadapan Doni yang menjabat tangan nya.


"Saya terima nikahnya dan kawinnya Dina Cahyadi binti Doddy Cahyadi dengan mas kawin tersebut, tunai." Begitu lantang dan tegas seakan akan sudah ada di luar kepala Doni hingga benar benar cepat dan tepat.


"Syahhhh....." Semua yang ada di sana berteriak bahagiaa menyaksikan Doni yang dengan semangat nya langsung cepat dan tegas dalam pengucapannya.


Mereka saling mengenakan cincin dan Dina mencium tangan Doni sang suami. Dilanjutkan dengan acara demi acara, kali ini mereka sedang melakukan sesi foto keluarga dan para undangan sedang menikmati hidangan yang di sediakan oleh keluarga.


Kenapa Jaya dan Jhiny belum muncul juga , kemana mereka.


"Duhh.. berat kali yank..." Jhony menyandarkan tubuh nya manja di pundak Risa.


"Ohh iyaa, tapi cintaku padamu lebih berat dari tubuh ku." Menegakkan badan nya dan meraih cake lalu menyuapi Risa.


"Kakek kira kamu tidak menyukai wanita, rupanya kamu raja gombal ha ha." Kakek tertawa bahagia ternyata selama ini yang di khawatirkan oleh nya salah.


"Iyaa neh kek, kan Risa jadi maluu.." Menutup wajah nya dengan tas mungilnya sambil tertawa.


"Aa.. ayolahhh.." Menyodorkan cake yang sudah ia potong dalam sendok masuk ke dalam mulut Risa sambil tersenyum dan sabar menanti kekasih nya membuka mulut karena dari tadi Jhony menyibukan diri nya dengan menyuapi berbagai kue yang di hidangkan untuk Risa.


"Upss.. kenyang banget yank.." Menutup mulutnya dengan satu tangan. "Maaf aku mau ke toilet." Berdiri dan meninggalkan tempat duduk nya menuju toilet.


***


Sementara Avi menjemput Linda dan Luna yang ada di lobby karena tidak memiliki undangan dan Abby merasa terbakar cemburu melihat kemesraan dua sejoli yang ada di depan mata nya.


Jhony tidak menemani nya ? ohh, ini kesempatan ku untuk berbicara kepada Risa.

__ADS_1


Abby berjalan meninggalkan tempat duduk nya lalu berlari kecil mengikuti Risa namun dia berhenti di depan toilet saat tahu Risa masuk ke dalam toilet wanita.


"Riss.. ada yang ingin aku bicarakan.." Menarik tangan Risa saat berjalan keluar melewati nya yang berdiri di samping tembok dengan menundukan wajah nya.


"Lepaskan Bby!" Menarik paksa tangan nya dari genggaman Abby.


"Aku tidak percaya kamu benar benar mencintai Jhony, aku tahu kamu masih mencintaiku, kamu juga istriku Ris, aku mohon jangan beginii.. aku masih tetap mencintaimu.." Meraih kedua tangan Risa meminta nya untuk tidak bersikap acuh pada nya bahkan Abby yakin di hati Risa hanya ada dia.


"Cukupp Bby, aku memang belum punya cinta untuk Jhony tapi aku belajar menerima cinta tulusnya untuk ku,dan ingat kamu bukan siapa siapa untuk ku lagi, aku sudah menghapus semua tentangmu." Mengibaskan tangan nya penuh luapan emosi dan berlalu pergi meninggalkan nya.


"Kak.."


"Ris.." Jhiny dan Jaya memanggil Risa yang tergesa gesa berjalan cepat melintasi jalan mereka.


"Haaiii.. aku kira kalian tidak jadi datang." Meraih kursi di samping Jaya dan duduk bersama.


"Kenapa wajahmu tegang begitu..?" Jaya merasa Risa sedang ada masalah karena nafas nya juga tidak beraturan seperti sedang berlari.


"Haii.." Jaya menjabat tangan kedua sahabat Avi satu per satu.


"Upss.. ada wanita kegatelan neh, setelah di campakan oleh Abby jadi sekarang beralih ke sahabatnya neh." Wanita yang di sindir oleh Linda sudah pasti Risa.


"Jangan begitu dunk say, Risa baik kok sama aku, lagian Abby jelas dan sudah terbukti memilih ku, sudahlah lupakan itu." Menepuk pundak Linda meminta melupakan masalahnya namun terdengar memojokan Risa.


"Pergii kalian dari sini kalau hanya mengacau saja..!" Jhiny geram melihat wajah wajah wanita cantik namun berhati busuk itu lalu dia mengusirnya.


"Haii anak kecil, kamu tahu, siapa yang kamu usir hah? Dia adalah pemilik hotel ini ha ha dan kamu tahu dia .." Menunjuk ke wajah Risa. "Dia wanita penggoda yang menjadi istri kedua sahabat ku." Begitu dan sombong mengandalkan sahabat nya sebagai istri pemilik hotel di mana mereka berpesta.


"Sudahh..? Cukup penjelasannya..? Kenalin aku Jhiny Hadi Djaya pemilik saham terbesar di hotel ini nona." Berdiri menatap tiga wanita yang sudah besar kepala di hadapan gadis kecil di matanya.

__ADS_1


"Maaf, sebaik nya kalian pergi dan tidak membuat keributan di hari bahagia sahabat kami, aku yakin Abby juga tidak akan tinggal diam jika tahu kalian berbuat ulah." Jaya merasa menghormati istri dari sahabat sekaligus boss nya namun dirinya tidak bisa mentolerir sikap Avi dan sahabat nya yang akan membuat keributan dengan terus memojokkan Risa, dan di tambah Jhiny yang belum bisa mengontrol emosinya seperti Risa.


Mereka bertiga berjalan meninggalkan meja Jaya dan berjalan ke meja miliknya.


"Kalian lihat lelaki yang duduk di hadapan mertuaku itu? dia adalah calon suami Risa, dan dia adalah pemegang saham terbesar di hotel ini." Berbicara pelan sambil berjalan menuju meja nya.


"Berarti anak ingusan tadi adiknya dunk, pantas saja dia songgong begitu, kurang ajar banget." Linda kesal dan tiba tiba menghentikan seorang pramusaji.


"Mas pinjam pena nya dunk, punya kertas ngak?" Melihat pena yang ada di saku sang pramusaji lalu meminta kertas darinya juga.


"Ada nona." Memberikan pena dan kertas.


Linda menuliskan angka angka dalam kertas putih setelah selesai dia mengembalikan pena dan mengucapkan terimakasih.


"Buat apa Lin?" Luna dan Avi bertanya heran pada Linda.


"Diamlah, aku memberikan nomerku pada lelaki tajir itu, toh dia belum menikahi wanita penggoda itu, aku yakin dia akan berubah pikiran, gimana ideku?" Tersenyum yakin dengan ide yang menurutnya sangat cemerlang dapat membuat Jhony pindah ke lain hati.


"Good, Jhony nama nya, cucu pertama dari Hadi Djaya , ayo buruan sebelum wanita itu datang." Avi menjelaskan tentang sedikit riwayat tentang Jhony seperti yang dia tahu.


Mereka sudah mendekat ke meja mereka lalu Avi dan Luna duduk di meja yang sudah kosong, saat mertua nya nampak berjalan meninggalkan meja menuju ke pelaminan sepertinya hendak berpamitan pulang, tapi Linda justru mendekati Jhony.


"Siang kakek, haii.." Bersikap ramah dan tersenyum manis di hadapan kedua lelaki yang sedang duduk dan saling bercerita hingga menghentikan aktifitasnya.


"Selamat siang." Kakek menjawab singkat sambil tersenyum, sedangkan Jhony justru mengalihkan pandangannya tanpa ekspresi.


"Ini untukmu, aku ingin berkenalan lebih dekat denganmu." Menyodorkan kertas putih di hadapan Jhony dan mengembangkan senyum nya.


"Humm, aku..? maaf aku akan segera menikah." Mengabaikan kertas putih dan juga Linda.

__ADS_1


"Baiklah untuk teman curhat juga tidak apa apa, permisi." Tidak menyerah begitu saja, ia berdiri sambil berbisik di telinga Jhony kalau dia siap menjadi tempat curhat, berpindah ke meja Avi yang ada di seberang meja Jhony.


__ADS_2