Istri Keduaku Adalah Cinta Pertamaku

Istri Keduaku Adalah Cinta Pertamaku
Pernikahan D&D


__ADS_3

Risa membukakan pintu untuk Jhony yang sudah mengirim pesan terlebih dahulu menayakan apakah dirinya sudah siap karena ingin meminta tolong memakaikan dasi padanya.


"Pagi cinta." Meraih pinggang Risa lalu mencium kening nya.


"Ups.. pagii ju.gaa sayang." Ingin mendorong tubuh kekar itu namun tangan nya tak kuasa karena dia merasa serba salah dan malu ada beberapa orang di sana.


"Ciee.. lomantis juga kakak ya.." Jhiny tidak melihat adegan romantis itu namun suara sapaan Jhony begitu jelas terdengar dalam satu ruangan.


"Yuhuu..harus dunk cinn.. supaya lenggeng sampai maut memisahkan, aminn." Mami cin ikut menanggapi komenan Jhiny dan mereka kompak bersyukur.


"Aminn. aku tambahkan voucher menginap buat mami." Jhony memberi hadiah untuk mami karena mendoakan dia dan Risa.


"Au.. tidak usah repot repot boss tapi terimakasih banyak, di tambahkan rezeki nya, sehat selalu cinn.. amin aminn." Merasa segan tapi senang. "Ok sudah siap, olalaa cantik membahanaa cinn.." Mempersilahkan Jhiny untuk bercermin melihat hasil karya kelemah lembutan jemarinya dengan menuntun nya ke cermin.


"Ini akuu mami..? Seriuss.? ha haha aku sampai tidak mengenali diriku, thank you mamii.." Bukan Jhiny nama nya kalau sampai tidak berteriak histeris, apa lagi dia sampai tidak bisa mengenali dirinya sendiri yang biasanya hanya sekedar mencuci muka lalu menggunakan cream tanpa make up sedikitpun.


"Iyaaa lahh masa tiang listrikk, tuhh badan di gedein dikit biar lebih seksehhh, ok." Mami cin kemudian menemui Jhony dan berpamitan pulang karena tugas nya sudah selesai.


tokk..tokkk.. mata Jhiny seakan membunuh Risa dengan menatap nya penuh ketegangan saat terdengar suara pintu di ketuk dari luar.


***


Abby semalam sudah berdamai dengan Avi dan pagi ini mereka berdua datang bersama menghadiri sahabat dan karyawan terbaik bagi nya.


"Pa.. gimana make up mama kali ini..?" Seperti ingin di perhatikan lebih untuk itu Avi sengaja memanggil perias ke rumah nya dan menghasilkan make up yang sensasional dengan lipstik merah merona yang juga ia padukan dengan gaun merah, sepatu , bahkan hand bag nya berwarna merah tak lupa ia menggunakan kalung emas yang berhiaskan liontin batu permata.


"Luar biasa." Tetap fokus mengendarai mobil menuju hotel miliknya.


"Paaa.. lihat dunk.." Menarik jas yang di kenakan Abby dan sempurna menutup luka cakar dari nya.


"Aku lagi nyetir , kamu cantik." Memuji namun mata tak ingin berpaling dari jalan.


Memang harus setebal itu ya pakai make up.. huhh.

__ADS_1


"Makasii pa, nanti jangan jauh jauh dariku ya." Memandang wajah tampan dan berkarisma Abby Pratama.


"Humm." Mengarahkan mobil nya masuk ke area hotel disana sudah tersedia parkiran khusus untuk nya.


"Wahh.. papan bunga kali ini lebih banyak dari hari pertunangan Doni ya pa." Setelah menyaksikan papan bunga yang berbaris rapi di jalanan ternyata di dalam area hotel masih banyak berdiri papan bunga yang begitu indah terangkai ucapan selamat untuk Doni & Dina.


"Berbuat baiklah maka orang akan baik pula padamu." Berjalan memasuki lobby dan di ikuti Avi yang memeluk lengan nya mesra.


"Apaan seh pa, orang ngomongin karangan bunga juga." Mengelak dari sindiran suaminya.


"Pagi pak, pagii buk.." Beberapa karyawan memberi salam dan menundukan kepala nya memberi hormat kepada pemilik hotel tempat mereka bekerja.


"Ya.." Abby menjawab singkat sapaan mereka dan tetap berjalan memasuki lift menuju aula di mana ijab kabul akan di laksanakan dan di lanjutkan dengan resepsi.


***


"Kak..tolongg." Menarik Risa yang sedang merapikan dasi milik calon suaminya yang sudah berhasil ia pakaikan.


"Haii.." Jaya muncul dari balik pintu dan menyapa mereka dengan sedikit gugup.


"Huemm, jaga dia baik baik, kami pergi lebih dulu menjemput kakek." Jhony menepuk pundak Jaya saat berpapasan hendak keluar bersama Risa.


"Jay... semangat..!" Risa mengepalkan tangan nya dan mengangkat nya memberi semangat untuk sahabat nya sambil tersenyum manis.


Jhony dan Risa menghampiri kakek terlebih dahulu lalu mereka berjalan bersama menghadiri acara ijab kabul pagi ini. Dan saat mereka memasuki aula di sana sudah terlihat Abby dan Avi duduk berdua dan beberapa tamu undangan dan keluarga kedua mempelai.


"Sayang kamu terlihat lebih cantik dari biasa nya, apa kamu sedang menggodaku." Jhony tau Avi dan Abby sedang memandangi mereka berjalan maka ia sengaja merangkul pundak Risa dan berbisik mesra hingga membuat Risa terkejut akan kata kata nya.


"Aku memang selalu cantik, kamu saja yang tidak menyadari, mana mungkin aku menggoda mu, ingat kita belum menikah argghh." Lembut dan manja saat mengatakan dirinya cantik namun mengerang saat mengingatkan bahwa mereka belum menikah jadi tidak mungkin dia menggodanya.


"Ha ha haa.. galak banget seh sayang." Tertawa tanpa menahan nya hingga beberapa orang mengarahkan pandangan ke arah mereka.


Dan tidak di sangka meja mereka berdekatan dengan meja milik Abby dan keluarganya. Saat Jhony menari kursi untuk kakek Abby buru buru mengambil alih dan mempersilah kakek untuk duduk.

__ADS_1


"Terimakasih nak.." Kakek tersenyum dan berterima kasih pada Abby.


"Selamat menikmati pak Hadi." Membungkukan badan dan mempersilahkan kakek untuk menikmati beberapa kue dan minuman yang sudah di sediakan di meja yang bertuliskan nama nya.


"Thanks broo." Jhony pun ikut berterimakasih atas jamuan untuk keluarganya yang special.


***


"Pa, jadi Risa sudah menikah lagi ya..?" Menggeser kursi miliknya lebih dekat hingga tidak bersela di samping Abby.


Apaan coba kaya ngak ada warna lain saja, pakai warna merah pulak mereka, duhhh.. kenapa tadi papa harus pakai kemeja putih sehh, kan jadi ngak kompak kaya mereka.


"Bukan urusanku lagi." Menyibukan diri dengan ponsel di tangan nya.


Kenapa aku makin susah melupakanmu, kenapa harus Jhony.


"Hallo sayang.." Memeluk dan mencium menantu tersayang, mami datang dengan papi dan langsung menghampiri meja vvip milik putra tunggalnya.


"Mamiii cantikk sekaliii.." Kagum dan memuji kecantikan mertuanya dengan suara manja tapi mata tidak lupa melirik Risa seperti sedang menunjukan kemersraan dia dengan mertua nya.


Berbeda dengan papi yang langsung menghampiri meja Hadi Djaya dan memberi salam hormat padanya lebih dulu baru duduk di meja yang sama dengan putranya.


Memang sepenting apa seh kakek itu, sampai papi sehormat itu, humm..bisa besar kepala wanita licik itu.


Pandangan Avi tidak bisa membohongi wajah nya jika ia masih menyimpan dendam mendalam untuk Risa.


"Selamat Pagi para undangan yang terhormat, Bapak Pratama dan ibu selaku pemilik Hotel Pratama dan Bapak Ibu Abby Pratama. Bapak Hadi Djaya dan Bapak Jhony selaku pemilik Hotel Djaya dan pemegang saham terbesar di hotel Pratama dan keluarga besar Bapak Bari Tama orang tua mempelai pria dan Keluarga Besar Bapak Doddy Cahyadi orang tua dari mempelai wanita, kini tiba saat nya menyambut calon pengantin untuk melaksanakan ijab kabul, terimakasih atas perhatiannya.


"Yahh.. apa apaan itu menyebutkan status kita Jhon?" Kakek tidak terima jika mc menyebutkan status mereka hingga semua orang beralih tersenyum dan memberi hormat kepada kakek meskipun sebagian besar orang sudah mengenal kemahiran nya dalam mengelola hotel milik nya yang semakin berkembang pesat setiap tahun nya namun tidak tahu jika Hotel Pratama juga mereka tanamkan saham.


Habisslahh nama baik ku, kenapa Dia jadi lebih di atasku sehh..


Semakin kesal hingga Avi menggadu gigi giginya dengan menahan erangan rasa nya tidak terima jika Risa mendapatkan yang lebih baik dari nya.

__ADS_1


__ADS_2