Istri Keduaku Adalah Cinta Pertamaku

Istri Keduaku Adalah Cinta Pertamaku
Hari Baru


__ADS_3

Srettt... suara gorden jendela bergeser dari ring yang menghiasi kamar Risa. Sinar matahari pagi yang sudah mulai tersenyum menyapa umat manusia mulai menghangatkan tubuh hingga membuat Risa mengerjabkan kedua kelopak matanya.


"Pagiii kak... tumben siangan bangun nya?" Sari masuk kedalam kamar sang kakak karena tidak biasa nya bangun siang, hanya memastikan kakaknya sehat pagi ini, untuk itu dia hanya membiarkan gorden jendela terbuka dan memancarkan sinar matahari pagi yang menyapa lembut sang kakak.


"Ahhh...sudah siang kah..? ampunn dehh ketiduran.." Menatap benggong wajah Sari lalu teringat akan hape nya yang semalam ia hempaskan begitu saja di saat mata mulai memberat. "hapeku..? Jhony..?" Menepuk nepuk area kasur namun tidak juga mendapatkan benda pipih kesayangannya itu.


"Tuhh.. lowbath jadi aku charge'in, panik banget baru juga semalam nga jumpa kak Jhony ha haa.." Tersenyum bahagia melihat sang kakak yang sudah mulai terlihat begitu peduli dengan kak Jhony dan perlahan lahan telah melupakan Abby.


"Eishhh.. semalam dia bilang mau menghubungiku tapi kayaknya kakak ketiduran dehh he hee.. makasih ya dah di charge'in adek cantikk." Beranjak dari tempat tidur dan meraih hape yang ada di atas meja rias nya.


Kenapa masih mati yaa, ahh apa hapeku rusak...?


Plok..plokkk.. menepuk nepuk kan benda pipih itu di telapak rangan nya namun tak kunjung nyala padahal biasa menyala otomatis setelah di charge hanya beberapa menit saja.


Yaelahh.. padahalkan ini hape blom jadul jadul amat, cepet banget soaknya.. huhh.. kenapaa sehh harus sekarang rusak nya.


Masih tidak rela jika hape nya mati Risa terduduk di depan meja rias nampak garutan kekecewaan di wajah nya.


"Kak.... heheee.. maaf tadi lupa tuh powernya blom adek cetekin, buruan mandi mama udah buat sarapan." Sari melonggok dari balik pintu setelah tadi pergi meninggalkan sang kakak yang sudah beranjak dari tempat tidur nya.

__ADS_1


"Sariiii.... " Berteriak geram karena ulah adiknya ia merasa konyol sendiri.


Sambil menunggu hape nya penuh ia bergegas mandi dan bergabung ke meja makan.


"Pagi mama sayang, ada yang bisa di bantu kah..?" Menyapa lembut mama yang sedang menyiapkan sarapan di meja makan."


"Tolong teh nya ya kak.." Menunjuk teko yang sudah ada di meja dapur di seberang meja makan.


"Baik nyonya ratu.." Tersenyem manis meledek titah sang mama.


"Makan yang banyak biar di jalan tidak kelaparan kak.." Papa meminta Risa makan lebih banyak karena mereka mengubah jadwal berangkat ke kota D.


"Papaa sudah nga sabar, lagian papa bosan di rumah terus..ha ha." Sambil menyeruput teh hangat yang ada di hadapannya.


"Mama seh ikut aja, Sari tadi berangkat bareng nak Jaya karena siang ada mata kuliah katanya, kakak seh mandi berjam jam." Mama menambahin penjelasan papa saat kedua bola mata Risa mengarah padanya penuh tanda tanya.


"Ok lahh kalauu begituuuu.." Risa pun pasrah dan melanjutkan melahap nasi goreng buatan mama dengan senyum simpul menatap papa dan mama.


***

__ADS_1


Jhony sudah berada di kantor milik nya pagi ini setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit dari rumah nya.


Sudah hampir jam 8 hape nya belom aktif juga, nyenyak sekali tidur nya.


Sambil membolak balikan hape di telapak tangan nya dan sesekali menatap layar hape dan menekan nama wanita yang ia sematkan special untuk no milik Risa itu namun tak kunjung aktif.


kringg..kringg.. hape diatas telapak tangan Jhony nyaris terjatuh sesaat dering telfon masuk berbunyi dengan getar tiba tiba.


Ahh..akhirnya aktif juga. Bahkan Risa menelfonku lebih dulu, pagi ini serasa hari baru dalam hidupku.


"Haa.. pagii sayang, rindu yaa..?" Tersenyum dan tersipu sipu sendiri sambil mengoyang goyangkan kursi , pikiran nya jauh menerawang membayangkan wanita pujaan nya.


"Umm.. cm mau bilang maaf semalam ketiduran sampai lupa ng'charge hape." Sambil mengemas beberapa pakean yang akan ia bawa pulang hingga tanpa ia sadari sudah berkali kali melipat satu baju dan hanya mengulung gulung nya di atas tempat tidur saat telinga nya menangkap kata rindu yang di lontarkan oleh pria di balik telfon miliknya untung saja itu baju terakhir yang harus ia kemas. "Ok lah nanti aku telfon lagi, papa minta berangkat pagi ini."


Memindahlan hape ke telinga dan menjepitnya di sela sela kepala dan pundak nya, tangan nya mulai merapikan barang barang karena mama sudah memanggilnya sedari tadi.


"Baiklah sayang, hati hati nanti aku akan menemuimu.. bye." Duduk dengan tenang sambil mengetuk ngetukan jari telunjuk nya diatas meja seakan hati nya terasa lega dan puas mendengar Risa kembali lebih awal.


"Bye Jhon.." Masih merasa canggung membalas sapaan sayang, namun ada getar rindu yang mulai menyerang nya hingga tanpa ia sadari sudah menghubungi nya lebih dulu yang biasa nya ia selalu gengsi.

__ADS_1


__ADS_2