
Mama menyampaikan pesan Risa untuk Jhony bahwa dirinya sudah mulai membaik dan meminta Jhony untuk pulang. Mengangguk dan mengiyakan pesan Risa namun sebelum pulang ia masuk untuk berpamitan langsung.
"Wahh, sudah pandai tersenyum ya, aku minta maaf tidak bisa menunggu terus sampai sehat, karena harus kembali ke De, sudah banyak pekerjaan menunggu ku, lagian aku juga belum mandi dari semalam ha haa.." Mencoba menghibur Risa yang sesungguh nya hati nya hancur namun selalu mencoba tersenyu..
"Aa...ternyata yang asem tadi kamu, aku kira ikan asin yang mintak di goreng he hee." Terpancing dengan gombalan Jhony yang sengaja ingin membuat nya tertawa.
"Asem ya ha haa, baiklah aku pamit pulang, lekaslah sembuh aku akan mengajak mu berkeliling kota De, aku yakin kamu belum sepenuh nya tahu keindahan di balik kota De kan." Menjanjikan untuk mengajak nya keliling kota De menyaksikan keindahan nya.
"Aku sudah sembuh, mari kita pulang." Berbicara serius seakan berharap ikut pulang ke kota De.
"Maaf tidak untuk sekarang, kamu harus benar - benar sembuh dulu yaa, sabarlah sebentar, aku berjanji akan mengjakmu." Merasa bersalah sampai meyakinkan Risa untuk bersabar.
"Buhaha ha ha.. aku bercanda kaliii, serius amat seh." Tertawa terbahak bahak hingga tanpa sadar perutnya terasa sakit. " Auukhh.." Memegang perutnya dan meringis kesakitan.
"Tuhh itu tuhh ngerjain orang, sakit kan ? jangan terlalu banyak tertawa apa lagi menertawai orang ganteng sepertiku." Masih saja ngombalin Risa hingga tidak ada jawaban namun hanya mtersenyum sambil meringgis. "Baiklah aku pamit, jangan terlalu memikirkan aku, biar aku saja yang selalu memikirkan dan merindukan mu kamu cukup menelfonku saja, ok..ha ha." Tertawa sambil berjalan keluar tanpa menunggu jawaban dari wanita impiannya.
Sementara di luar ada Jaya , Doni dan Dina yang menunggu giliran untuk menjenguk Risa, sementara Sari mengajak mama untuk makan meskipun mama selalu menolak karena tidak ingin meninggalkan Risa lagi yang tanpa dia duga bisa mengalami kecelakaan yang mengakibatkan keguguran.
"Mas Jaya, mas Doni dan kak Dina nitip kakak ya, Sari mau ngajak mama makan dulu ke kantin." Berpesan kepada sahabat - sahabat kakaknya untuk menitipkannya sebentar.
"Jangan khawatir kami akan menjaganya, mama dan Sari juga harus tetap sehat supaya bisa terus menjaga Risa, baiklah kami masuk dulu ya."
"Ok, makasih semua." Sari dan mama bersamaan mengucapkan rasa terimakasih nya lalu pergi menuju kantin.
__ADS_1
***
Sepanjang jalan dari rumah sakit menuju rumah nya Abby semakin merasa bersalah terhadap apa yang pernah dia paksakan kepada Risa hingga akhirnya Risa memilih meninggalkan nya karena merasa telah melukai hati Avi dan tidak ingin di anggap sebagai wanita perusak rumah tangga orang, namun nasi sudah menjadi bubur yang mengakibatkan dirinya hamil mengandung buah cinta mereka namun Tuhan berkehendak lain setelah 3 bulan menggandung harus kehilangan buah cinta yang sengaja dia sembunyikan dari mantan suaminya sebab tidak ingin menimbulkan masalah baru lagi di keluarga mereka.
Argh...kenapa aku bisa ngak tahu kamu mengandung anak ku, bodoh nya aku bisa kecolongan begini. Seandainya saja aku tidak menuruti kemauanmu untuk bercerai, semua ngak akan terjadi.. shittt..
Mengerem mendadak saat bunyi klason mobil dari arah samping, hampir saja membuat nya tertabrak pengendara lain karena pada saat mulai lampu merah dia tidak menghentikan mobil nya sampai beberapa pengendara meneriaki nya dengan berbagai makian.
"Sudah bosan hidup ya."
"Heii..mau mati jangan nyusahin orang." Para pengendara geram melihat mobil yang di kendarai Abby masih saja berjalan pelan saat lampu mereka sudah hijau.
Tak lama sampailah Abby di halaman rumah nya dan di sambut oleh Avi yang sudah cantik kembali setelah mendengar penjelasan suami nya dia bergegas membersihkan diri dan merias wajah nya secantik mungkin.
"Um, boleh mintak kopi saja." Berjalan menuju meja makan.
"Baiklah sebentar ya." Hatinya bersemangat sudah tidak menghiraukan wajah suami nya yang sesungguhnya terus memikirkan tentang kehamilan yang Risa sembunyikan dari nya jika saya tidak terjadi kecelakaan dia tidak akan pernah tahu.
"Aku menunggu di ruang kerjaku, banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan." Berdiri dari meja makan dan pergi ke ruang kerja nya.
"Baiklah." Mengisi gula dan kopi hitam lalu menuangkan air panas dari dispenser ke dalam cangkir.
Setelah mengaduk kopi panas buatannya Avi membawa kopi pesanan suami nya masuk ke ruang kerja, pintu tidak terkunci sehingga terlihat Abby sedang menyandarkan tubuh nya di kursi kerjanya sambil memijit dahi nya.
__ADS_1
Apa yang membuatnya begitu jauh melamun sehingga tak mendengar kedatanganku, mungkinkah dia masih memikirkan Risa ? tidakk..tidakk..dia sudah berjanji mencintaiku, buktinya dia sekarang kembali padaku.
"Paa..ini kopi nya sudah siap." Meletakan cangkir yang berisi kopi panas di hadapan suaminya. "Apa papa lelah,mau aku pijit ?" Berdiri di belakang kursi dan mulai memijit pundak Abby.
"Tidak aku hanya mengantuk , makanya aku meminta kopi." Menegakkan badan nya lalu menyeruput kopi buatan Avi. "Apa Bita masih ketakutan ?" Menanyakan anak nya yang tadi merasa takut saat melihat Risa kesakitan dan pingsan.
"Kakak sudah melupakannya, aku harap papa juga melupakannya dan ada baiknya kita tidak usah mempertemukan nya lagi."
Semoga cara ini bisa membuatmu benar - benar melupakan nya.
"Risa juga mengusirku, tidak ingin melihatku lagi." Tanpa sadar mengungkapkan apa yang sedang mengganjal pikirannya.
"Mungkin ini jalan terbaik untuk kita semua, terimakasih karena telah memilihku untuk terus disisimu, bila orang tua kita mendengar aku yakin mereka akan marah besar kepada Risa." Masih terus memijit suaminya namun pandangannya terbang bersama kebahagianya yang sudah kembali karena Abby lebih memilih nya.
"Apa maksudnya..?" Berdiri dari duduk nya lalu menatap Avi curiga.
"Maksud apa, ya aku hanya bilang inilah yang terbaik untuk kita sebelum mama tahu atas kesalahan yang papa lakukan." Mulai terpancing emosi.
"Sudahlah tidak usah di bahas lagi banyak pekerjaan." Membuka laptop yang ada di hadapanya.
"Ya sudah kalau sudah selesai cepatlah mandi kami menunggu mu." Tersenyum lalu berjalan keluar meninggalkan ruang kerja suaminya.
Ahkirnya papa menyadari kesalahannya, bahkan dia tidak marah saat aku melarang Bita bertemu lagi dengan Risa.
__ADS_1
Avi kembali ke dapur meminta bik Imah memasak beberapa makanan kesukaan suaminya. Tak lupa memesan membuatkan es lemon tea kesukaan Abby juga. Tiba - tiba dia teringat waktu makan berdua suaminya minta di buatkan es lemon tea karena terasa segar. Avi mencoba memberi perhatian lebih agar suaminya terus mencintainya dan bisa melupakan cinta pertama nya untuk selama - lamanya.