Istri Keduaku Adalah Cinta Pertamaku

Istri Keduaku Adalah Cinta Pertamaku
Sahabat


__ADS_3

Risa dan Sari saling berebut memeluk mama , meskipun hampir setiap hari mereka selalu vidio call namun saat berjumpa dengan mama itu membuat kebahagian yang teramat besar.


"Bagaimana kandungan mu kak.?" Mama bertanya keadaan calon cucunya sambil membelai lembut perut anak nya yang mulai membuncit.


"Semakin baik ma, sudah tidak mual lagi." Risa sudah duduk bersama di ruang keluarga. seakan mereka saling melepas rindu.


"Ma, adik ingin makan sate , bagaimana kalau nanti malam kita makan sate di tempat biasa?" kaki bersila sambil membaca novel namun pikirannya sudah membayangkan makan sate.


"Tapi kakak pengen makan bakso." Risa justru berkeinginan makan bakso, sambil melirik ke arah si adik.


"Baiklah kita makan sate dan bakso, di tempat papa biasa ajak kita makan sate sekarang banyak berbagai macam kuliner." Tersenyum sambil memandang kedua putri nya yang ada di samping kanan dan kiri nya secara bergantian.


"Yee.. mama memang paling top." kedua jempol sari di angkat dan di goyang goyangkan di depan mama nya.


"Iyaa.. mama is the best." Risa memeluk erat sang mama yang ada di samping nya.


Sore pun tiba mereka bersiap meluncur ingin berburu kuliner , seakan mengingatkan masa masa kecil nya, tapi sayang papa nya sedang di luar kota sehingga tidak bisa ikut serta.


Suara deru mesin mobil nya terus melaju membawa mereka menyusuri kota kelahiran nya, hilir mudik kendaran saling berpacu karena memang jam jam orang pulang kerja yang sedang memadati jalan raya.


"Terimakasih pak." Sari menyapa juru parkir yang sudah membantu nya mencari tempat memarkirkan mobil nya.


"Sama - sama." Bapak juru parkirpun menjawab dengan senyuman nya.


Lalu mereka berjalan menuju tenda bakso yang ternyata tepat bersebelahan dengan tenda sate, ya mereka makan di tenda depan ruko, itu adalah tempat makan saat saat mereka kecil .


"Mang bakso nya satu ya, lengkap ya mang, makasii." Risa langsung memesan bakso , sepertinya dia lupa akan mama dan adek nya, sehingga tanpa basa basi hanya memesan buat dirinya sendiri.


"Wah sudah tidak sabar neh makan bakso, sampai mama sama adek gak di tawarin." Sari menyindir kakak nya yang sudah semangat banget ingin makan bakso.


"Iya neh kakak hehe.." Mama ikut meledek anak sulung nya itu.

__ADS_1


"Hahahaa.. maaf." Tersipu malu seolah membenarkan adik dan mama nya.


Saat mereka tengah asik bercanda datang lah seorang laki laki menyapa Risa dengan ramah .


"Hai.. Risa." Penuh percaya diri mengenali Risa dan menebarkan senyum tampan nya.


"Yaa.. haii juga, siapa ya..?" Merasa asing, namun juga merasa pernah melihat nya.


"Jhony.. lupa kah , dulu pernah satu kampus hanya saja kita beda jurusan." mencoba mengingatkan memori Risa dengan menyebut nama panggilan nya.


"um.. teman Doni dan Jaya.. ?" Sedikit mulai mengingat akan nama yang di sebut oleh teman nya itu.


"Ahkirnya kamu ingat juga, hehee.. apa kabar ?" Merasa lega ahkirnya risa mengingat lagi akan dirinya.


"Maaf sudah lama tidak bertemu dan kamu banyak berubah jadi aku lupa, Oh iya Doni akan bertunangan , apa kamu dapat undangan?"


Membuat suasana makin akrab sehingga mengacuh kan mama dan adik nya, dan semangkok bakso yang di ordernya pun datang.


"Ya sudah kami mau makan sate di sebelah kakak gak apa - apa kan." Sari dan mama pamit ingin makan di tenda sebelah saja saat sudah berjabat tangan dengan teman dari kakak nya.


"Baiklah da.." tangan nya melambai ke arah mama dan Sari tanda setuju jika mereka meninggalkan nya.


Sambil menikmati bakso yang sudah ada di hadapan nya, Risa masih ngobrol dengan teman lama nya itu. Saat Jhony menjawab pertanyaan Risa soal undangan Doni .


"Ya, aku mendapat undangan dari Doni dan Dina, maka aku kesini, dan tempat ini Doni yang merekomendasi kan, tidak di sangka bertemu dengan mu." sambil menunggu orderan bakso nya juga Jhony menikmati obrolan mereka.


"Kamu tinggal dimana memang nya..?" memperhatikan wajah teman nya yang terlihat semakin bersinar, sangat berbeda dengan Jhony yang dia kenal saat kuliah.


"Aku tinggal di kota De, dan beberapa kali pernah bertemu dengan Jaya." Seolah memberi tahu bahwa ada Jaya juga di kota itu.


"Oh iyaa.. benarkah.. di kota De..?" Kaget mendengar bahwa ternyata mereka tinggal di kota yang sama. Namun sama sekali tidak pernah bertemu.

__ADS_1


"Iya benar, kenapa memang nya, trus bagaimana kamu dan Abby, aku pernah bertemu juga dengan nya saat kami mengadakan perkumpulan pariwisata dan pengusaha perhotelan."


Mengingat bahwa sejak mereka kuliah Abby dan Risa adalah pasang ideal yang sangat terkenal. Sambil menikmati bakso yang sudah di antar untuk nya Jhony sangat senang mengobrol dengan Risa.


"Aku dan Abby hanya sahabat hee.. aku juga tinggal di kota De, beberapa kali juga berjumpa Jaya saat menginap di hotel nya." Tidak ingin membahas dirinya dengan mantan suami, Risa pun menampakan wajah semringah nya supaya luka lama tidak kembali membuat nya sedih.


"O.. begitu, dimana nya, boleh kita nanti ngopi bersama dengan Jaya juga. um.. bagaimana kalau besok kita datang bersama ke undangan Doni dan Dina, kebetulan aku tidak ada teman di sin."


Jhony seakan kembali di masa muda nya lagi, senang bisa bertemu dengan Risa yang memang terkenal sangat ramah dan pandai sewaktu di kampus. Jadi dia ingin pergi bersama apa lagi di sini dia hanya sendiri.


"Benar neh mau barengan, gak ngrepotin?" Merasa segan dan tidak ingin merepotkan nya.


"Jika berkenan, aku sangat bahagia bisa pergi bersama wanita cantik nan baik hati." Mengeluarkan senyum menawan nya dan terus menatap pemilik wajah mungil di sampingnya.


"Baiklah ini no hape ku, nanti kita lanjutkan lagi di wa ya, sekarang aku pamit dulu." Risa merasa sudah lama mengobrol jadi ingin menemui mama dan adek nya.


"Baiklah, kali ini aku traktir, pergilah menemui mama dan adikmu." Jhony membayar tagihan bakso milik Risa juga, dan dia pun juga ikut pergi meninggalkan tempat makan.


Lalu Risa menemui Sari yang ternyata juga sudah siap makan dan berjalan keluar, ahkirnya mereka sama - sama berjalan dengan Jhony menuju parkiran mobil yang ada di ujung dari tempat mereka makan.


Saat sudah di dalam mobil dan juru parkir mengarah kan nya, Sari memberikan tips untuk Bapak juru pakirnya lalu melajukan mobil pelan sambil membunyikan klason dan Jhony pun membalas dengan membunyikan klakson mobil nya. Melaju pulang ke hotel pratama tempat dia menginap.


***


Bantu Up dunk..


Cara mendapat kan poin gratis.


Klik poinku. Lalu klik dan kumpulkan point nya .


Kemudian klik Vote dan pilih nominal yang ingin di berikan lalu klik lagi. Baru akan tersimpan vote dan muncul di beranda novel Istri Keduaku adalah Cinta Pertamaku.

__ADS_1


Makasii kakak.


__ADS_2