
Risa dan Abby menikah siri, karena beda agama maka risa menjadi mualaf dan setelah semua cinta mereka bersatu ahkirnya hati nurani Risa tidak tega melihat betapa kacau nya Avi saat mereka bertemu, bagaimanapun Risa pernah merasakan perih nya hati saat mendengar kekasih hati nya harus menikahi wanita lain.
Setelah satu bulan berlalu Risa dan Abby selesai mengurus perceraian nya di pengadilan agama bukan di kua karena mereka menikah di bawah tangan jadi tidak terdaftar di kua itupun mereka saling diwakilkan oleh wali masing masing.
"Jay , trimakasih banyak karena sudah banyak membantu." Risa sangat berterimakasih saat Jaya sudah membantu mengurus perceraian nya.
"Semoga setelah ini kamu bisa memulai hidup yang baru, bahagia selamanya." Jaya mendoakan Risa agar hidup bahagia setelah masa pahit yang dia lalui.
***
Avi tidak terima akan perlakuan suami nya, jika dia masih menyimpan perasaan sayang nya untuk Risa, lalu dia mengancam Abby akan membawa Bita pergi bersama nya.
"Untuk apa kamu menikahiku, kalau kamu mencintai orang lain." Saling beradu punggung di atas tempat tidur , namun Avi ingin kepastian tentang rumah tangga nya, dia tak ingin ada duri yang terus menancap dalam keluarga nya.
"Untuk orang tua kita, tapi aku berusaha untuk mencintaimu, hingga 5 tahun berlalu aku meyimpan perasaan bersalahku pada Risa , dan aku tidak bisa mengontrol diriku hingga memaksa nya menikah dibelakang mu."
Abby tidak ingin menutupi lagi isi hatinya terhadap istrinya, berharap semua akan berlalu.
"Jika kamu masih mencintainya, aku lebih baik pergi darimu, aku akan membawa Bita bersamaku, sakit hatiku berada di samping mu tapi tidak pernah kamu cintai."
Masih dengan posisi saling membelakangi namun kini tangan nya memeluk bantal yang dia pakai untuk sandaran kepala, seakan ada badai menerpa dan tak ingin terbawa arus angin.
"Bukankah aku sudah memilih mu. . biarkan aku belajar melupakannya, kalau kamu selalu mengungkit nya bagaimana aku bisa lupa."
Abby bangun dan berlalu pergi, rasa nya memang sulit melupakan orang yang telah memberi kebahagian dalam hidup, apa lagi bila selalu saja di ungkit ungkit, Abby keluar ke taman belakang yang ada di rumah nya, memandangi bintang di langit mencoba untuk menenangkan hati nya sendiri yang tengah gundah.
***
Keesokan pagi nya Doni meminta izin beberapa hari , karena akan melangsungkan acara pertunangan nya dengan Dina.
"Aku izin 3 hari kerja, hari pertama untuk persiapan , hari kedua hari H dan hari ketiga ingin bermesraan dengan tunangan ku." Doni menjabarkan niatan nya ambil cuti , sehingga tidak akan ada drama dari boss nya itu yang selalu ingin ada Doni di jam kerja nya.
__ADS_1
"A... baiklahh aku akan menambahkan menjadi satu minggu, nikmatilah hari mu."
Dengan santai nya Abby menerima izin cuti dari orang paling dia percaya, bahkan menambahkan libur cuti nya. Membuat Doni melonggo dan benggong.
Heihh... mimpi apa aku semalam, dia berubah sekali ahkir ahkir ini, bahkan dia memberiku cuti panjang, biasa saja selalu ingin aku terus di dekatnya.
Semua sahabat masa kuliah mereka undang tidak terkecuali dengan Risa. Dina yang meminta nya untuk datang , bahkan dia langsung menelfon nya sendiri.
"Ris, aku sangat berharap kamu datang, ini juga akan membuktikan jika kamu memang bisa melupakan Abby, tunjukan di depan istrinya kamu sanggup bahagia tanpa Abby."
Dina sangat kesal waktu Doni menceritakan bahwa sahabat nya di cakar dan di jambak rambut nya berkali kali apa lagi Risa hanya diam tanpa bergerak sedikitpun. Bagaimanapun itu sangat menyakitkan sekalipun dia telah bersalah di tambah cacian untuknya.
"Hee..percayalah aku memang sudah melupakan nya dan aku berjanji pasti akan datang."
Risa meyakinkan sahabat nya jika dia mampu tanpa Abby dan memastikan kehafiran nya di acara pertunangan Doni dan Dina.
"Wahh senang sekalii mendengarnya, tidak sabar ingin memelukmu, lama sekali kita tidak bertemu."
"Jangan memelukku nanti Doni cemburu hahhaa..."
Ahkirnya mereka saling bercanda sambil mengenang masa masa menjadi anak kos. Hingga saling ingin mengahkiri sambungan telfon nya tapi selalu ada saja cerita cerita yang ahkirnya mereka terus berbincang dan tanpa sadar satu jam pun berlalu. Dan mereka sudah benar benar mematikan telfon genggam masing masing.
Risa pun bersiap mengajak Sari ikut serta pulang kerumah orang tua nya , supaya besok lebih dekat menghadiri undangan dari sahabat nya. Di perjalanan saat tidak terlalu ramai orang berkendara, sambil menyetir mobil Sari bertanya pada kakak nya.
"Kakak yakin akan datang ke acara itu, Mas Abby dan istri nya pasti akan ada di sana kak."
Sari tidak ingin kakak nya terluka lagi melihat mantan suami nya, maka dia meyakinkan kakak nya lagi akan maksud mereka pulang.
"Adek... kakak sudah iklas, adek lihatkan kakak sudah sangat bahagia dengan calon baby kakak, jadi adek jangan khawatir lagi ya."
Tersenyum manis dan tangan kanan nya mengelus perut nya yang sudah mulai nampak membuncit, karena saat ini kehamilan nya sudah memasuki 12 minggu. Menampakan senyuman dirinya telah melupakan mantan suaminya dan lebih bersemangat atas kehamilan nya.
__ADS_1
"Adek percaya kakak bisa, semoga kakak semakin bahagia, adek juga bahagia melihat kakak semakin hari makin ceria, ponakan anty sehat selalu ya sayang."
Sari pun memonyongkan bibirnya seperti hendak memberi kecupan sayang pada baby dalam kandungan kakak nya.
Tak terasa mereka sampai di kota Be dan melewati hotel pratama, Risa memandang hotel itu dari awal hingga ahkir.
*Aku memulai hidup menjadi istrimu disini dan besok aku sudah memulai hidupku yang baru dan akan melihatmu sebagai teman.
Aku bisa, dan aku mampu mengubur semua tentang mu. Semoga kamu juga begitu*.
Risa terbawa akan lamunan nya dimana pertama kali datang ke hotel dan kini dia akan menghadiri acara pertunangan sahabat nya di tempat dan aula yang sama, namaun dia terus menyemangati dirinya sendiri kalau dia mampu untuk memulai hidup baru.
"Kak..." tidak ingin kakak nya merasa sakit hati mengingat tempat kenangan nya, Sari sengaja memanggil kakak nya supaya tidak melamun lagi.
"Kak Risa...." merasa kakak nya tidak merespon dia memanggil ulang dan tangan nya meraih tangan sang kakak.
"Ya... ada apa dek..?" Risa terkejut saat tangan nya terasa ada yang menyentuh, dan terlihat Sari sedang memandang nya penuh arti.
"Kakak ingat Mas Abby ya..?" Sari langsung to do point bertanya pada Risa yang sepanjang hotel pratama terus memandang dengan lamunan nya.
"Jujur iya kakak ingat Mas Abby tapi bukan untuk berharap lagi, tapi kakak menyemangati hati kakak jika kakak bisa dan sanggup bertemu dia lagi hanya sebagai teman, sekalipun kakak tidak di anggap kakak akan menerima, mungkin memang lebih baik begitu, iya kan dek..?"
Risa pun menjelaskan dan menyakinkan adek nya jika dia memang bersungguh sungguh untuk melupakan semua masa lalu nya bersama Abby. Dan yakin besok akan datang dengan hati yang ceria di acara pertungan kedua sahabat nya.
Tanpa terasa mereka pun sampai di halaman rumah milik kedua orang tua nya. Dan lagi lagi memberi kejutan kepada mama karena sebelum berangkat sengaja tidak memberi tahu terlebih dahulu.
***
Mana neh kakak bantu VOTE dunk ....
Biar semakin semangat up, dan kakak semangat membaca. Di tunggu saran dan komen nya, supaya bisa lebih baik lagi.
__ADS_1
Thanks.