Istri Keduaku Adalah Cinta Pertamaku

Istri Keduaku Adalah Cinta Pertamaku
Patah Jadi Dua


__ADS_3

Tanpa ragu kedua tangan milik Avi di pegang erat oleh Risa bak sahabat yang akan berpisah, menjelaskan pokok awal mula permasalahan ini muncul.


" Bagiku mencintai nya tanpa harus memilikinya itu juga hal terindah dalam hidupku, aku sudah pergi menjauh dari nya saat mendengar orang tuanya telah menjodohkan nya padamu, aku memilih jalan berbeda dengan nya, sebab itu aku tinggal di kota De, karena aku ingin melihat dia bahagia bersamamu, tanpa bayang bayang diriku, tapi kami di pertemukan kembali di hotel ini, jika saja aku tahu pemilik hotel ini adalah dirinya, aku tidak akan pernah datang kemari, sejak saat itu dia selalu mengejarku, sekuat aku menghindar dia terus mendapatkan aku, kamu pasti juga tahu kan bagaimana sifat nya bila sudah bertekad pantang dia lepaskan, jadi aku hanya pasrah mengikuti kemauannya. Namun melihat mu terluka begini aku sangat merasa berdosa, karena aku tahu betapa sakitnya saat orang yang kita cintai memilih orang lain di hidup nya. Maaf kan aku sudah membuat hati mu patah jadi dua, aku akan pergi sejauh mungkin meninggalkan nya untuk mu dan untuk Bita, jagalah dia untuk ku, sekali lagi, maaf telah ada dalam hidup Abby, hingga membuat mu terluka."


Risa mengunci air mata nya sekuat batu karang saat meluapkan isi hati nya, tidak semua orang akan sanggup mengucapkan kata maaf, bahkan dia sanggup menggengam erat tangan Avi dan merelakan cinta nya kembali pada istri pertama nya, sekuat kuat nya dia kunci, air mata nya pun lolos begitu saja dari sudut mata indah nya, membuat Jaya menghembuskan nafas nya kasar, seakan mengatakan, kenapa kamu harus terluka lagi sahabat ku..?!


Tenang Risa, tenanglah, kamu sekuat baja, kamu bisa, Tuhan membimbingmu..!


Ya Tuhan , maafkan aku... aku telah melukai hati orang lain, tuntunlah langkah ku Tuhan untuk menjauh dari mereka..


Raganya terus berlari hingga mendapati sebuah taman, tubuh nya terhempas di rerumputan yang rapi dan hijau, melepaskan segala beban dan lara.


Jaya berdiri meninggalkan Avi hendak mengejar sahabat nya, dia tahu betul bagaimana Risa, bahkan dia sudah menduga akan hal ini. Risa yang selalu baik kepada siapa saja , bahkan saat dia di campakan abby begitu saja , tak ada rasa sesal dan emosi, Risa bahkan memaafkan nya sebelum Abby meminta maaf terhadap nya, karena dia tidak pernah berfikir negative tentang orang lain.


Tidaklah susah menemukan Risa berlari, karena semua tahu jika Risa menyukai alam, bahkan dia rela berlama lama duduk di bawah pohon yang rindang di manapun berada.


"Menangislah , teriaklah sekuat kuat nya, lepaskan beban yang kau pendam.." Jaya ikut duduk di samping Risa, berharap bisa mengurangi sakit yang menghujam seluruh jiwanya.


"Huhuu..u.. u.. hikss hikss.. aku salah , aku jahat , aku egois Jay.. seandai nya aku tidak bertemu dengan nya, semua ini tidak akan terjadi, aku tidak akan melukai hati dan perasaan Avi, bodoh nya aku argghh... hoo...." Tangisan nya pun pecah, hingga terisak isak, dia terus menyalahkan dirinya sendiri atas luka hati Avi.

__ADS_1


"Jangan menyalahkan dirimu sendiri, mungkin ini cobaan dari sang pencipta, aku tetap bangga punya sahabat seperti mu, yang selalu berani mengakui kesalahan meskipun tidak semua salah mu, aku pun turut bersalah karena mengikuti kemauan Abby. Kamu sahabat terbaikku, sahabat yang mengajari aku arti kemandirian, keberanian dan tanggung jawab. Aku percaya hidup mu akan lebih baik dan lebih bahagia setelah badai ini berlalu."


Meskipun tak saling memandang mereka saling tahu isi hati mereka, Jaya tak pernah ragu akan kebaikan hati Risa, karena dia telah lama mengenal nya, dari pertama berjumpa Risa adalah orang yang ramah dan suka menolong.


"Berjanjilah padaku Jay, jangan tunjukan dimana rumah ku, karena hanya disanalah tempat ternyaman ku, dan aku tidak tega meninggalkan karyawan ku jika aku harus pindah kota lagi.."


Beralih memandang penuh harap kedua bola mata sahabat ny, untuk memastikan Abby tidak akan menemukan nya, karena hanya Jaya lah yang tau rumah nya.


"Aku janji .. ! " Memberikan jari kelingking nya pada Risa seakan tengah berikrar janji bak film film romantis di layar kaca.Risa ahkirnya tersenyum melihat sahabat nya mulai konyol .


***


*Tak aku sangka, kamu yang aku rendah kan, yang aku caci maki tidak sedikitpun membalasku tetapi rela meninggalkan Abby untuk aku dan anak ku..


Tak heran anak ku saja menyukai mu, terbuat dari apa hatimu sesungguhnya , sakit yang aku rasakan ternyata tidak ada apa apanya dengan luka yang engkau pendam bertahun tahun.


Maafkan aku Risa, aku tidak sekuat dirimu, bahkan mengucapkan kata maaf tidak akan sanggup keluar dari bibir ku..


Sekarang aku tahu kenapa Abby marah saat aku menganggap mu wanita murahan, karena terlalu besar cintamu pada Abby hingga engkau rela memberikan segala kebahagian untuk nya*.

__ADS_1


Avi masih duduk termenung dengan segala pikiran nya tentang Risa, bahkan yang tadi nya emosi dia menjadi diam seribu bahasa,setelah mendengar penjelasan dari Risa, bahkan dia semakin tidak berkutik saat Risa menyerahkan Abby seutuh nya.


***


"Aku sudah baikan, aku akan pulang , kasian Sari menunggu sejak tadi, apakah hasil fotonya sudah siap Jay..? bolehkah aku membawa nya pulang bersamaku..?" Risa berpamitan hendak pulang kerumah nya saja dan mengurungkan niatnya pergi kerumah baru yang dibelikan oleh suaminya, namun dia meminta foto pernikahan nya yang telah di buat bingkai figura .


"Sudah, ada di mobil Ris, tolong biarkan aku menghantar kalian pulang, ini murni aku sebagai sahabatmu, bukan karena perintah Abby, jadi aku mohon jangan menolak.." Kedua tangan nya terus saja ia katubkan di depan dada saat Risa belum memenuhi keinginan sahabatanya itu.. hingga membuat Risa luluh dan mengizinkan sahabatnya mengantarnya kembali kebrumah nya.


"Tunggulah bersama Sari di lobby, aku akan mengambil kunci lebih dulu , ingat tunggu aku datang jangang pergi lebih dulu..!!" Jaya sangat bersemangat dan dia terus mengingatkanRisa untuk menunggu nya .


"Iyaa... baiklah pak boss.. hehee" Risa semudah itu tersenyum kembali seakan luka goresan hati nya sudah di jahit rapi sehingga tidak menampakan ada luka disana. Lalu menghampiri Sari yang ada di lobby , dan dia baru sadar ada Bita juga yang sedang menunggu mereka, Saat melihat Bita juga sedang asyik bercanda dengan Sari , Risa pun ikut bergabung.


" Apakah tante boleh ikut bermain sayang..?" seakan ada kerinduan yang terpendam, Bita langsung memeluk tubuh Risa, menampakan wajah manja nya hingga tidak ingin duduk sendiri, terus saja ngelendot pada Risa.


"Tidak usah bermain, tante peluk kakak saja, nanti saja kita main nya tante cantik hihii.." Semakin merasakan kasih sayqng yang Risa berikan semakin manja pula Bita padanya, bahkan memuji Risa cantik.


***


Mohon bantuan VOTE nya dunk... Semoga kita saling membantu ya, saya bantu up tiap hari ya kakak, Bantu saya dengan VOTE juga BINTANG NYA.

__ADS_1


Yang mau kasih saran mampir di chatt .


THANKS.


__ADS_2