
Pakean sudah tertata rapi dalam trolley bag nya, begitu pula milik bita dan mbak Sumi. Avi segera berangkat ke kota De hendak menenangkan pikiran nya, dengan memesan taxi online.
" Mama.. kita mau liburan ya? kenapa papa tidak ikut?" Bita bertanya maksud mama nya yang tiba tiba mengajak nya bepergian namun dia juga menanyakan papa nya yang tidak ikut serta bersama mereka.
" Iya sayang, kita akan berlibur ke hotel papa di kota De, papa kan sibuk sayang." Kedua tangan nya mendekap tubuh mungil dan membawa masuk dalam pelukan hangat nya, jiwa nya semakin merintih perih, mengingat kenyataan dirinya telah di duakan, lalu bagaimana dengan putri semata wayang nya jika tahu papa nya mempunyai wanita selain mama nya.
" Ok dehh mama " Bagi bita ada papa nya atau tidak dia tetap berbahagia selagi ada mama nya yang selalu mengerti mau nya juga mbak sumi yang setia menjaga dan menyayanginya pula.
***
Risa dan Sari menempuh perjalanan pulang ke kota De tanpa Abby Pratama, seperti rencana sebelumnya, ahkirnya mereka mengunakan jasa taxi online untuk menghantar sampai kota De.
"Dek, kita singgah tempat mas Jaya gak apa apa kan? , mas Abby mintak kita kesana supaya mas Jaya bisa mengantar kakak kerumah baru."
Risa meminta persetujuan adik nya , mungkin saja Sari sudah ada janji dengan teman nya pikir Risa kala itu yang tak ingin memaksa adiknya untuk mengikutinya.
"Asiiiappp kakak sayang" Buar Sari kakak nya adalah irang yang sangat dia sayangi setelah orang tua nya karena segala suka duka Sari pun sang kakak lah yang selalu mendukung nya dan banyak sayang yang di berikan untuk nya.
***
__ADS_1
Di rumah Abby Pratama suasana terlihat sangat sunyi, tiada terdengar suara seorang anak sedang berbermain main , tertawa bahkan bernyanyi seperti biasa nya, bik Imah membukakan pintu untuk tuan nya dan berlalu meninggalkan nya, namun langkah nya terhenti saat Abby menanyainya.
" Apa Bita tidur bik, sepi sekali..?" memasuki ruang tamu yang berdekatan dengan ruang bermain milik anak nya, tetapi pintu ruangan nya tertutup rapat tidak seperti hari biasa nya, membuat dia bertanya tanya.
" Anu pak, ituu... non Bita pergi sama ibu." Bik Imah pun terbata bata menjawab pertanyaan sang empunya rumah, karena saat Avi berpamitan bik Imah melihat wajah murung sang majikan nya , bahkan mata nya sangat menampakan tanda tangisan yang teramat sedih hingga meninggalkan sembab di sekitar kelopak mata nya.
Setelah bik Imah menjelaskan kepergian anak dan istri nya Abby langsung berlari menaiki tangga menuju kamar mereka, benar saja tak di dapatinya anak dan istri nya di sana, lalu dia terduduk lemas di atas sofa kamar nya, mengusap wajah nya penuh prustasi.
Kemana kamu membawa anak ku.. ? apa maksud mu meninggalkan aku.. argghh... !!
***
30 menit kemudian tibalah Risa dan Sari di hotel dan seperti yang di katakan oleh Jaya lewat pesan singkat nya , untuk langsung mengambil cardlock yang ada pada petugas resepsionis, di karenakan rapat dadakan, karena Risa belum pernah melihat Avi jadi dia merasa cuek, sedang kan Avi jantung nya berdetak tak beraturan saat melihat wanita yang berdiri di samping nya meminta cardlock yang sama seperti yang di inginkan.
" Maksud kamu apa hah...? kenapa aku meminta dari tadi kamu berbelit belit tp sekarang kamu berikan pada wanita mura*** ini..!!" Emosii yang terpendam begitu menyesakkan dada ahkirnya meluap , bak gunung berapi yang menyeburkan lava nya.. panas teramat panas, suara nya mengejutkan semua orang yang berada di lobby, bahkan Bita yang tadinya sedang asik duduk di sofa ikut terkejut bahkan merasa ketakutan dan berlari ke arah mama nya, namun saat melihat ada Risa dia justru memeluk Risa dan minta di gendong oleh nya.
"Bita.. kenapa ada di sini sayang..?" Risa terkejut takala seorang anak berlari kearah nya lalu memeluk tubuh nya, dan ternyata dia adalah Bita , dari situ dia sadar bahwa wanita yang di samping nya tengah berdiri dan meluapkan emosi nya adalah Avi istri pertama suaminya.
"Turunkan dan lepaskan anakku..!!! jangan pernah menyentuh nya..!!" Avi memaksa menarik Bita dari gendongan Risa dan itu semakin membuat anak semata wayang nya merasa takut, karena dia tidak pernah melihat orang marah dan berteriak, Bita pun semakin mengencangkan pelukan nya pada Risa.
__ADS_1
"Maaf , aku tidak bermaksud apa apa, tenanglah, dia merasa ketakutan melihatmu marah, biarkan aku menenangkan nya sebentar." Dengan sabar Risa membawa Bita duduk di sofa yang terletak tidak jauh dari meja resepsionis, Avi ahkirnya merelakan nya dan dia beralih menghubungi Jaya. Barulah hendak menekan no , sang empunya sudah nampak di depan mata dengan langkah tegap nya.
" Katakan padaku, apa maksud semua ini huhh..!! " Avi sudah tidak bisa mengontrol emosi nya lagi, karena ulah pegawai nya yang lebih memihak kepada Risa, padahal sesungguh nya mereka hanya melaksanakan tugas yang sudah di perintahkan oleh atasan nya itu.
" Ada baiknya kita mengobrol di kantorku saja, maafkan aku atas ketidak nyamanan anda." Jaya tetap dengan suhu cool nya menghadapi istri boss besar nya , karena dia tahu sesungguhnya hati Avi sangatlah baik hanya sedang tidak stabil. Lalu dia mengajak Risa ikut serta dengan nya, sedangkan yang lain tetap menunggu di lobby.
Sepanjang jalan menuju kantor mereka saling bungkam , hingga sampai dalam kantor pun mereka saling gengsi untuk memulai, hingga Jaya lah yang memulai nya.
" Disini aku memposisikan sebagai sahabat kalian, supaya kita lebih nyaman menyelesaikan masalah ini,
yang pertama, masalah cardlock bukan saya memihak Risa , tapi memang dari semalam Abby sudah menyuruhku memberikan nya, bahkan aku tidak tahu kalau kamu akan datang." Suaranya dia buat setenang mungkin agar masalah keluarga boss nya ini cepat kelar, Jaya bahkan merasa dirinya bagai buah simalakama. Satu sisi Avi adalah istri boss nya dan satu sisi Risa adalah sahabat baiknya.
"Saya minta maaf , maaf jika saya sudah membuat anda marah, membuat luka dalam hati anda, saya sudah masuk dalam bagian hidup Abby, saya tidak bisa menolak nya, sejauh apapun saya pergi dia akan tetap mendapatkan nya, karena jika dia sudah bertekad maka dia harus mendapatkan nya."
Risa mendahului Avi berbicara karena dia sudah berniat untuk meminta maaf, bahkan dia mendekatkan diri nya di hadapan Avi sambil berlutut di hadapan nya.
***
Terimakasih untuk like nya , mohon bantuan vote nya kakak, supaya saya juga semakin semangat buat up setiap hari. Di tunggu saran saran nya . 🙏
__ADS_1