
Doni pun menghubungi Abby untuk segera datang ke kota De untuk menyelesaikan hubungan suami istri antara dia dan Risa.
"Kring..kringg.. " Saat hp nya berbunyi Abby cepat cepat menjawab panggilan dari Doni, bahkan dari tadi memang sudah ia nantikan.
"Ha, di mana istriku..?" Tanpa basa basi langsung bertanya tentang keberadaan istri nya, dan suara nya mengagetkan Doni yang ada di seberang telfon.
"Ada bersamaku, datanglah sekarang ke hotel kita..!"
Doni tercengang karena sebelum selesai dia berbicara sambungan telfon nya sudah terputus, dia mengeleng gelengkan kepala nya hingga membuat yang lain penasaran.
"Ada apa..?" Jaya spontan bertanya melihat mimik wajah Doni yang terheran heran.
"Biasalah, belum juga selesai bicara dia sudah pasti langsung meluncur , tidak perlu kita meminta nya datang , hahahha tahu sendirikan bagaimana dia..?"
Kedua bahu nya dia angkat bersamaan dan alis mata nya sengaja ia naikan sebelah, mengartikan yaaa begitulahh tentang sahabat nya itu.
Sedang kan Risa hanya tersipu dan memang sudah paham bagaimana watak suami nya yang baru satu bulanan menikah dengan nya tapi sudah bertahun tahun bersama, nyatanya masih dengan sifat yang sama keras dan ambisinya.
"Bagaimana kalau aku traktir kalian makan, mumpung hari ini aku disini."
Sambil mengenakan kaca mata hitam yang tadi sempat dia lepas, mengusulkan untuk mentraktir teman teman nya dan itu membuat Jaya bersemangat kembali, seakan lupa jika tadi begitu meluap emosi nya.
"Dengan senang hati tuan muda..."
Berdiri membungkuk sambil sebelah tangan nya di letakan serong pada dada nya yang bidang, lalu mengerlingkan mata nya.
"Ok, tapi aku bawa mobil sendiri, biar sekalian meluncur ke hotel jadi nanti pulang nya tidak merepotkan kalian."
Risa tidak ingin merepotkan sahabat nya jadi memilih. membawa mobil nya sendiri. Namun tiba tiba kedua bola mata Jaya melotot jika saja tidak ada kelopak mata yang kokoh bisa saja bola mata nya melompat keluar.
"Tidak akan, dan tidak ada yang nama nya merepotkan, aku sendiri yang akan menghantarmu, bahkan setelah semua ini berlalu aku akan tetap selalu siap di sampingmu, ingat itu..!"
"Hah.. sekarang kamu lebih galak dari Abby ya hahhahaa..."
"Hahahah hahahh"
Risa dan Doni kompak menertawakan Jaya karena sekarang sifat posesif boss nya itu sudah menurun padanya.
"Bukan posesif, ini karena kamu sedang hamil, orang bilang hamil muda itu sangat sensitif jadi harus ekstra hati hati dan tidak boleh stres, tahuu...?!."
__ADS_1
Itu ia lakukan karena saat ini Risa tengah mengandung seorang baby, jadi ia merasa ingin membuat sahabat nya nyaman supaya tidak stress dan akan berpengaruh pada baby nya. Apalagi harus berpisah dari suami disaat seorang ibu hamil justru banyak membutuhkan suaminya.
Risa pun pasrah, dikarenakan dia juga sering mual jadi lebih baik mengikuti saran dari Jaya. Lalu mereka bertiga pergi bersama menaiki mobil Doni, mencari tempat makan yang Risa ingin kan.
"Bagaimana kalau kita makan rujak buah, umm .. pasti seger banget kan ya, siang panas begini."
Wajahnya tersenyum namun kedua mata nya tertutup, membayangkan kesegaran rujak buah dan lidah nya menjilati bibir nya, seolah olah sedang menyantap nikmat sang rujak buah.
"Baiklah kita makan rujak tapi setelah kita makan nasi, ingat baby juga butuh makan dan vitamin yang banyak, jadi tetap harus makan nasi."
"Iya, benar itu Ris, ingat tetap menjaga pola makan yang sehat ya, semangat yaa, adek baby nya om Doni jadi anak yang pandai ya, sehat selalu."
Jaya dan Doni tidak begitu saja menuruti kemauan Risa, mereka tetap menyarankan untuk makan nasi supaya asupan gizi sang jabang baby tetap terjaga dan menjadikan anak nya sehat.
Mereka pun memilih rumah makan yang mereka lewati kebetulan ada rumah makan prasmanan yang menu nya sangat lengkap dan membuat mereka sudah sangat kelaparan karena memang sudah jam makan siang.
"Cepatlah kalian makan nya, aku sudah tidak sabar ingin makan rujak buah."
Risa dengan cepat menghabiskan makanan yang ada di piring nya karena sudah tidak sabar hendak makan rujak.
"Haaa... cepat sekali kamu makan Ris, berhati hatilah, nanti tersedak, minumlah dulu air mu, baru kita pergi."
Dan mereka melanjutkan perburuan nya mencari pedagang rujak buah namun setelah satu jam lebih berkeliling benar benar tidak menemukan nya , lalu Jaya mempunyai sebuah ide.
"Kita kembali ke hotel saja, biar chef yang akan membuatkan rujak untuk mu."
membalikan badan menengok ke arah kursi belakang dimana Risa duduk sendiri disana, seraya memainkan kedua alis nya naik turun penuh senyum ide cemerlang nya.
Setelah lebih dari dua jam menghabiskan waktu di luar mereka putar balik menuju hotel kira kira 45 menit waktu yang harus mereka tempuh untuk sampai disana.
Setelah beberapa waktu sampailah mereka di hotel dan betapa terkejutnya melihat mobil Abby sudah terpakir di depan hotel.
"Benar benar gila dia membawa mobil, ini belum ada 3 jam dia sudah sampai disini sejak kapan coba..? habislah kita membuatnya menunggu."
Doni panik saat tahu Abby lebih dulu sampai di hotel, namun mau tidak mau dia tetap harus menemui nya, meskipun akan mendapat omelan dari boss nya itu.
"Biarkan saja dia menunggu, aku akan mengajak Risa ke resto, temanilah dia lebih dulu."
Jaya membukakan pintu untuk Risa lalu mengajak nya pergi ke resto untuk memenuhi ngidam nya.
__ADS_1
Sampai di resto Jaya langsung meminta chef untuk membuat rujak sesuai selera Risa lalu duduk berdua menunggu pesanan nya datang.
"humm..sejak kapan kalian pandai membohongiku hahh..?!."
Suara gertakannya mengagetkan Risa dan Jaya yang sedang asyik bercanda, Abby datang tiba tiba merasa dirinya di tipu karena tadi Doni mengatakan jika mereka belum sampai, tapi saat Abby merasa haus dia berjalan sendiri hendak mencari minuman namun justru menemukan istri dan sahabat nya sedang asyik tertawa.
Dan saat Abby tengah emosi, datanglah seorang pelayan membawakan orderan rujak milik Risa. Sehingga Jaya tidak menggubris ocehan boss nya itu , begitu juga dengan Risa.
"umm..nampak nya sangat enak.."
seolah menelan ludah nya sendiri Risa langsung mencocol kan mangga mengkal dengan sambal rujak murni gula jawa dan asam yang membuatnya merasa puas setelah lama menunggu.
"Ambilah , ini untuk mu, aku sudah kenyang."
Risa mendorong sepiring rujak di depan Jaya, Abby merasa curiga melihat tingkah Risa lalu menarik tangan Risa pergi keluar.
"Ikut aku."
Perasaan nya sudah tidak karuan saat melihat Risa tertawa lepas dengan Jaya, ada rasa cemburu yang menghatam jantung nya, di tambah tingkah aneh risa makan rujak.
"Aku bisa jalan sendiri, tidak perlu menarik tangan ku, sakitt ."
Tangan nya menarik lepas tangan suami nya yang telah menarik nya erat, berontak sekuat mungkin, hingga Abby melepaskan gengaman tangan nya.
Jaya pun tersulut emosi berlari mengejar mereka dan tiba tiba melayangkan pukulan nya tepat di wajah dingin sahabat nya itu. Tidak terima melihat Risa di perlakukan kasar oleh suami nya sendiri.
"Apa masalah mu , hah..berani sekali memukul ku."
Abby pun mendorong tubuh Jaya ke dinding tembok terus mengiringnya hingga mereka berdua berada di pojok tembok. Risa terus menarik tubuh suami nya, hendak melerai namun apa daya tubuh kekar abby tidak mudah goyah begitu saja.
"Hah.. jaga sikap pada Risa, jangan seperti anak kecil, sudah cukup banyak kamu menyakitinya, biarkan dia bebas memilih jalan nya sendiri."
"Hahah dia istri ku , sudah pasti aku akan membahagiakan nya, kenapa kamu cemburu..?"
"Cemburuu..? tanyakan saja pada dirimu, aku atau kamu yang cemburu."
Jaya mengibaskan kedua tangan Abby yang berada pada pundak nya, lalu pergi meninggalkan mereka.
BAB DEMI BAB SEMAKIN PANJANG, SEMOGA MAKIN SEMANGAT MEMBACA, MOHON BANTU LIKE, VOTE DAN KOMEN NYA .
__ADS_1
THANKS