Istri Keduaku Adalah Cinta Pertamaku

Istri Keduaku Adalah Cinta Pertamaku
Sakit Hati Sakit Badan


__ADS_3

Perih luka tangan nya bisa dia tahan namun sakit hati nya saat mendengar tudingan wanita perebut suami orang membuat Risa teriris perih.


Saat perawat memindahkan jarum infus di tangan sebelahnya Risa tidak bereaksi sama sekali, kata - kata wanita yang tidak di kenalnya itu terus menghantui pikiran nya.


"Sudah selesai kak, selamat istirahat, kalau ada apa - apa pencet tombol ini saja ya." Mengemas peralatan lalu meninggalkan ruangan.


"Terimakasih." Berkata lirih mengucapkan terimakasih nya pada perawat yang telah membantu nya.


***


Lidia akhirnya menemukan kamar Luna sahabat nya yang sedang di rawat karena demam berdarah, detak jantuk nya berdetak kencang dan semangat nya menggebu gebu, rasa tidak sabar lagi ingin menceritakan apa yang telah dia lakukan.


"Hallo sayangku.., akhirnya aku menemukan mu." Mencium pipi sahabatnya yang sedang terbaring. "Tau tidak tadi aku salah kamar." duduk di samping Luna.


"Kenapa bisa kan sudah aku bilang 258." Heran karena sudah benar membrikan informasi.


"Iya aku salah masuk 358 ha ha, tapi aku puass banget." Berbicara perlahan namun penuh penekanan kata puas banget. " Aku bertemu wanita yang merusak rumah tangga Avi, kamu ingat kan ? ha ha ha." Merasa puas akan apa yang dia lakukan.


"Lalu apa yang kamu lakukan ?" Bertanya penuh rasa curiga saat melihat ekspresi Linda.


"Ha ha, aku menarik tangan nya dan menarik rambut sampai dia tersungkur." Emosi nya mulai naik saat membicarakan Risa.


"Kenapa dia bisa disini, sakit apa dia?" Penasaran kenapa bisa kebetulan melihat nya.


"Akupun tak tahu tapi kepalanya terluka dan aneh nya dia sendirian, apa Abby sudah tidak bersamanya lagi ya." Bertanya - tanya dengan Luna akan status Risa dan Abby.


"Kita telfon Avi saja, dia pasti akan senang mendengar berita ini, rasain tuh wanita pelakor, dasar munafik , kelihatan baik tapi ternyata perebut suami orang, cuihh, jiji* rasa nya melihat wajah nya." Merepet di hadapan Linda , bahkan Luna senang mendengar Linda melukai dan mencaci wanita yang sudah merebut suami sahabatnya.


"Baiklah aku telfon ya." Meraih hape lalu mencari nama Avi dan menghubunggi nya.


tut..tut..tut..nada tersambung terdengar dari balik telfon nya.


"Hai Lid, lama tidak bertemu ya kita.." Mengangkat panggilan nya setelah lama berdering.

__ADS_1


"Lama kali angkat nya nyonya ha ha, aku mau info neh, sepertinya wanita murahan itu sudah tidak menggangu Abby lagi." Bersemangat memberi info apa yang telah dia lihat dan perbuat. "Dan.. aku bertemu dengan nya lagi di rumah sakit, tau ngak aku menarik tangan nya pelan, eh dia tersungkur ha ha." Tertawa puas dan bangga karena berhasil meluapkan kekesalannya terhadap Risa.


"Apa..? rumah sakit mana ?" Terlihat panik tidak menanggapi cerita Linda melainkan menanyakan rumah sakit tempat Risa di rawat.


"Rumah sakit tempat Luna di rawat juga, tadi nya aku kira kamar." Menjelaskan awal mula bisa bertemu namun belom selesai Lidia menjelaskan Avi sudah menutup telfon nya.


"Sepertinya Avi juga emosi , pasti dia akan menghajar wanita itu, dia langsung mati'in telfon, yakin deh pasti dia nyusul kesini." Menggenggam erat hape milik nya, merasa yakin jika sahabat nya tengah emosi mendengar cerita dari nya.


"Benar kah Lin,baguslah biar tahu rasa wanita mura*** itu, belum tahu dia siapa Avi." Membenarkan Linda dan ikut mendukung nya.


***


Epilog


Saat pulang dari cafe Avi langsung mandi dan di susul Abby hingga kedua nya memadu kasih , hingga berasa seperti orang yang sedang di mabuk cinta, saling melepaskan kerinduan dan cinta hingga suara dering telfon menghentikan aktifitas mereka.


***


"Pa, Risa masuk rumah sakit." Mendekat pada suami yang telah menyandarkan tubuh nya di tempat tidur.


"Iya tadi Doni sudah memberi tahu papa." Menjawab sambil menutup mata bersiap akan tidur.


"Kenapa tidak pergi menjengguk nya." Ikut berbaring di atas tempat tidur di sebelah Abby.


"Tidak, nanti istri ku cemburu." Berbalik menatap sang istri yang ada di samping nya.


"Aku tidak cemburu,kan papa sudah berjanji untuk mencintai ku." Menarik selimut dan menutup seluruh tubuh nya merasa malu saat mengatakan janji suami nyam


Ya Tuhan berani sekali aku mengingatkan janji nya, semoga papa tidak marah ho ho.


"A..sudah tidak cemburu, jadi sudah tidak ada cinta buat papa ha ? " Memeluk dan menggelitiki tubuh Avi hingga tertawa kegelian.


"Ha ha cinta.. cinta banget." Merasakan geli saat tubuh nya di gelitiki lalu menyatakan cinta nya agar suami nya berenti menggelitiki nya.

__ADS_1


Dan Avi tertidur dalam pelukan suami nya, setelah berdua saling bercanda dan mengungkapkan cinta.


Akhirnya aku benar - benar mendapatkan cinta dari suamiku.


Bahkan dulu aku tidak pernah tertawa sebahagia ini, terimakasih Ris sakit yang kau gores kini berbuah manis karna niat baik mu menebus kekhilafan mu.


Masih tetap memeluk Abby hingga menutup kedua kelopak mata namun pikiran nya tertuju pada Risa yang telah masuk dalam hidup nya dari merasakan sakit hingga merasa paling bahagia.


***


Setelah menghantarkan Sari sampai di rumah dan memastikan nya sudah masuk kedalam rumah nya, Jhoni kembali ke rumah sakit untuk menjaga Risa.


Suara mesin yang berpacu melawan malam terdengar jelas di telinga namun mata tetap fokus memandang jalanan yang masih nampak ramai oleh para pengendara. tapi tidak dengan pikiran nya yang terus ada untuk Risa.


*Aku yakin engkaulah jodohku, kakek saja sudah merestui walau baru pertama melihatmu.


Tak peduli seberapa banyak masa lalu mu dengan yang lain, percayalah hanya aku masa depan mu*.


"Semangatt Jhon.." Berbicara lantang menyemangati diri nya sendiri hingga menghabiskan waktu dan sampai di parkiran rumah sakit. Setelah memarkirkan mobil nya Jhoni berjalan menuju kantin, membeli beberapa minuman , roti dan coklat lalu membawa nya ke lantai tiga tempat Risa di rawat.


tok.tok.. mengetuk pintu sebelum masuk dalam ruangan rawat Risa.


"Hem, belum tidur ? pasti lapar kan? makanlah aku membeli roti dan coklat di kantin." Memberikan sekantong. makanan yang tadi dia beli.


"Kok tahu kalau aku lapar ? um.. boleh tidak kalau aku mintak nasi ayam bakar." Tersenyum malu sambil meraba buah hati nya, seakan itu permintaan si jabang bayi.


"O.. baby yang mau, boleh.. aku pesan on line saja ya biar kamu tetap ada yang jaga." Tersenyum senang saat mendengar permintaan Risa, menurut nya ini awal yang indah untuk kemajuan hubungan nya.


"Boleh, yang penting ayam bakar mau yang paha ya ha ha, maaf banyak mau nya." Menertawakan diri nya sendiri saat menyadari jika banyak keinginan yang di sampaikan.


"Ha ha.. Ok yang penting baby sehat, mommy nya bahagia dan saya pun bahagia." Tertawa bahagia mendengar Risa yang sedikit demi sedikit mulai terbuka dan tertawa pada nya.


Bab semakin panjang ya kakak semoga senang membaca nya. Di tunggu vote nya, gratis lohh jadi mohon bantu ya. thanks 😍🙏

__ADS_1


__ADS_2