Istri Keduaku Adalah Cinta Pertamaku

Istri Keduaku Adalah Cinta Pertamaku
Semua Berakhir


__ADS_3

"Sayang, aku ingin pulang ke rumah mama boleh?" Menatap penuh harap Jhony yang memandangi nya.


"Kenapa begitu..?" Singkat kata namun Jhony berhasil membuat Risa berpikir panjang.


Ya ampun memang nya aku harus pakai alasan tinggal di rumah mama, hiiihh...


"Tapi minggu depan kita mau menikah sudah pasti kita harus bicara pada mama papa kan?" Hehee tepat neh alasan aku kan?.. Tersenyum.


"Kamu memang pandai sayang, tinggalah semalam di sana besok aku akan menjemputmu, kita akan mempersiapkan pernikahan kita." Menggosok punggung tangan Risa penuh kasih sayang.


Jiahahaa..semalam doank genkk..?!


Bilang aja ngak bisa jauh dari aku,


Gengsiii.. pakai alasan menyiapkan pernikahan, ilihh..kemaren bilang sehari saja kelar kalau dia sudah menekan telfonnya, huemm...


"Jadii ngakk sayang...? jauh lamunan tu..?" Menyindir Risa yang justru menatap langit langit mobil dan tangan nya memainkan jari jari nya.


"A... mau mauu, dua harii boo..lehh?" Sudah kayak pedang dan pembeli saja kan, pakai acara tawar menawar.


"Boleh, hari ini dan besok, sore nya aku jemput." Mengalihkan wajah nya ke pintu samping, tidak ingin melihat ekspresi rayuan kekasih nya.


"Itu sama aja semalam bammbanggg." Kesel dehh, iseng banget. Manyun.


"Siapa bambang..?" Berbalik secepat kilat menatap penasaran saat mendengar nama orang lain yang di sebutnya.


Bodokk ahh, cuekinn ajaa, penasaran penasarann dehh lu, masa ngak gaull bangett sehh, bambang itu kan hanya sebutan iseng jaman kita sekolah, karena dia sering ngak nyambung kalau di ajak ngomong, lahh jadi terkenal lah itu si bambang, karena guru guru pada panggil semua murid yang ngak nyambung berubah jadi bambang.


"Sayang.... aku Jhony bukan bambang.." Haduhh, jangan jangan dia hilang ingatan, tapi dokter bilang hanya pusing. Panik tapi sesungguh nya tidak rela nama nya tergantikan di hati kekasihnya.


"Haii..ayoo kita pulang, semua sudah beress." Benggong saat masuk ke dalam mobil tapi melihat semuanya diam. "Kak..ada apa seh..?" Penasaran.


"Coba kamu tanya tanya tuh, sepertinya dia hilang ingatan." Cemas dan Jhiny langsung melonggoh ke depan melihat wajah Risa dari kursi belakang.

__ADS_1


"Kak.. kakak ingat siapa aku?" Bertanya perlahan.


"Jhiny kan..?" Akting aja dehh, kapok loe yank aku kerjain dehh. "Hallo kakek.. maaf merepotkan." Melirik kebelakang.


"Lahh.. berarti kakak ngak ingat hanya sama kak Jhony?" Terheran heran dan merasa binggung.


Ting..tingg..tingg.. Risa mengedip ngedipkan mata nya dan mengeleng gelengkan kepalanya sambil menatap Jhiny.


"O... begituu.." Jhiny akhirnya mengerti sandiwara calon kakak iparnya.


"Ada apa, kenapaa..?" Penasaran mendengar Jhiny yang seperti memahami Risa padahal tadi dia sudah pasrah.


"Mungkin karena benturan kakak jadi kehilangan sedikit memori tentang orang yang paling ia cintai, makanya kakak lupa sama kak Jhony, begitu seh kalau di film film itu, ya udah ayuk kita pulang, capek tauu .." Jhiny ikut ambil peran dalam akting mengerjain kakak nya dan membalas kedipan mata kepada Risa.


Kringg..kringg.. suara dari balik kantong baju milik Johny berbunyi dan menggetarkan dada nya.


"Humm.." Mendengar dengan seriusnya. " ok." Hanya berbicara sepotong demi sepotong kata. "Baiklah, aku kesana." Menyimpan benda munggil itu dalam saku nya kembali.


Menyalakan mesin mobil dan meninggalkan rumah sakit, sepanjang jalan mereka hanya berdiam diri karena tahu sifat Jhony yang sedang serius dan itu berarti sedang terjadi masalah.


***


"Jay, telfon polisi katakan ada penganiayaan di hotel dan pelaku nya ada di kamar 101." Meminta Jaya yang menghubungi polisi karena hape nya berada di tangan Avi.


"Sebaiknya kita pulang saja, Jhony tidak ingin kita di sini." Berat bagi Jaya mengatakan nya namun inilah jalan terbaik mereka saat ini.


"Baiklah kita pamit saja." Abby mengikuti saran sahabatnya yang selalu mengerti dirinya selain Doni.


Mereka berjalan meninggalkan area IGD menuju dimana mobil mereka parkir.


"Telfonlah sekarang." Menyalakan mobil nya dan berjalan keluar menuju hotel. "Semua sudah berakhir Jay, aku pasti bangkrut, pergilah mencari tempat yang lebih baik, aku tak apa..!" Setegar mungkin dia berbicara namun hati nya hancur karena yakin Jhony akan menarik semua saham padahal hotel milik nya baru saja berkembang maju.


"Tenanglah, aku akan bicara padanya baik baik juga meminta bantuan Risa, kamu tahu kan bagaimana Risa yang ngak pernah tega melihat orang lain menderita." Mengguatkan hati sahabatnya semampu dirinya untuk berusaha. " Polisi akan segera tiba, kamu yakin untuk ini? Media masa akan menampilkan berita ini di halaman paling depan dan akan berimbas pada nama baik keluargamu." Meyakinkan apa yang sudah menjadi keputusan Abby yang akan berdampak pada nama baik bahkan perkembangan hotel nya.

__ADS_1


"Hanya ini jalan satu satu nya, sudahlah semua berakhir demi kebaikan, aku berharap dengan begini Avi sadar kalau Risa dan aku memang sudah tidak bersama, semua sudah berakhir sejak dia mengenal Jhony." Perlahan demi perlahan namun tetap fokus melajukan mobilnya.


"Buktikan, tunjukan perhatianmu pada istrimu, ubalah sikap dingin mu padanya, bagaimanapun kamu harus belajar mencintainya, dia ibu dari anakmu, darah dagingmu, meskipun kamu menghasilkannya karena mabuk ha ha ha.." Jaya tidak bisa menahan tawa nya saat teringat Abby pernah bercerita tentang dirinya bercinta dengan istri nya karena mabuk berat dan tidak sadar membayangkan wajah Risa yang ada di hadapannya.


"Sialan.. masih ingat saja ha ha.. mungkin benar kata katamu, dan sebaik nya kamu cepat menikah rasanya kamu lebih bijak dariku." Akhirnya tawa itu menghiasi wajah Abby yang tampan dan berkharisma saat Jaya mengungkit masa lalu nya.


"Memang aku selalu lebih baik dari mu, hanya jodoh saja yang baru akan membaik.. ha haa.." Terkekeh saat terlintas wajah manis milik Jhiny berterbangan di hadapannya.


"Maksudmu.. sudah ada wanita yang mau..? ha ha ha.." Sejenak lupa akan masalah yang membuatnya frustasi. "Yakin wanita..?" Serasa tidak percaya sahabat nya sudah mengikuti jejak nya dan Doni.


"Sialan, wanita lahh, memang nya gue apaan cinn.. ha ha ha.." Bergaya melambaikan tangan nya dan mampu membuat Abby tertawa lepas.


"Ya, hallo.." Menjawab telfon masuk dari hotel pratama.


"Polisi sudah membawa ibu dan sahabatnya ke kantor polisi pak." Seseorang yang sudah ia pesan untuk menghubungi jika polisi sudah berhasil membawa mereka.


"Baiklah, trimakasih." Menutup panggilan namun tetap menggengam hape miliknya.


"Polisi sudah membawa mereka." Lirih tak ingin Abby kembali bersedih.


"Baiklah kita ke kantor polisi saja, siapa tahu Jhony disana, aku akan meminta dia berdamai sekalipun hotel taruhan nya," Melajukan mobil nya yang sudah tidak jauh dari kantor polisi yang akan di lewati ya saat menuju hotel miliknya.


"Gilaa.. kamu yakin ? melepaskan hotel muu..?!" Bagai tersambar petir di siang bolong mendengar penuturan sahabatnya.


"Yaa, biarlah semua berakhir, aku akan memulai hidup baru, dan menebus semua dosa ku, benar katamu Jay, semua demi Bita, dia darah dagingku, meski terjadi karena mabuk ha ha ha." Terlihat lebih tegar dan bersemangat.


"Itu baru Abby yang aku kenal, aku akan selalu ada untuk kalian, dan semoga Risa bisa melunakan hati Jhony." Ikut bersemangat akan sikap Abby yang berani mengambil keputusan demi anak dan istrinya.


"Tak usah berharap pada Risa lagi, biarkan dia memilih jalan hidup nya sekarang, dia pantas bahagia Jay." Termenung mengingat dirinya pernah memaksanya menjadi istri kedua nya meskipun berakhir dalam beberapa hari saja karena menuruti keegoisannya saja.


***


Terimakasih kakak yang sudah memberikan semua dukungan nya.🙏

__ADS_1


Sehat Selalu , Selamat membaca ❤🙏


__ADS_2