
Sebatang demi sebatang rokok sudah tak bersisa dalam kotak kemasan yang menemani perasaan bercampur aduk dalam kepala Abby tak terasa dirinya menghabiskan waktu sore hari di taman belakang hingga malam datang menyapa. Hingga suara khas mami membuyarkan lamunan nya.
"Abby... bby... cepetlah mami tidak punya waktu banyak." Berteriak dari tangga bawah yang menuju kamar anaknya di lantai dua.
Mami sudah datang, apa sebenarnya yang ingin mami sampaikan sampai maksa pergi kerumah Risa..?
Abby penasaran karena mami memaksa nya untuk bertemu Risa dan keluarganya.
"Abby, Avi cepatlah..!!" Berteriak lagi saat belum ada yang turun menemuinya.
"Abby sudah siap mi.." Muncul dari belakang menemui mami yang sudah berdiri mondar mandir di ruang tengah di dekat tangga.
"Haa.. mana Avi, ayo cepatlah tidak baik berkunjung kerumah orang sampai lewat malam." Dengan wajah serius nya mami meminta Abby untuk bergegas.
"Memang apa yang akan mami bicarakan hingga sampai larut malam sekarang saja masih pukul tujuh." Meamainakan hape nya sambil bertanya maksud kunjungan mami. Lalu menelfon istri nya karena masih tidak ingin berbicara langsung dengan nya karena masih merasa kesal.
Sementara Avi di dalam kamar yang dari tadi mendengar panggilan mertua nya masih bertahan di depan meja rias.
Uhh.. mencari ku juga kan akhirnya, biar saja aku tidak akan mengangkat telfon dari nya.
Avi hanya melirik hape nya yang berbunyi karena ada telfon masuk dari suami nya.
Kringg..kring..kringgg..kringgg... suara panggilan masuk semakin nyaring hingga membuat Avi menyerah dan meraih hape yang ada di meja riasnya, namun terlambat karena sudah terputus dan tidak bersuara lagi.
Dasar bawel.. ngak sabaran banget mentang mentang mau kerumah mantannya yang ngak seberapa cantik itu.. cihhh..
__ADS_1
Sambil memoles bibir nya dan mengecap ngecapkan untuk mendapatkan hasil yang merata lipstik merah merona menambah kesan wahh pada wajahnya itu lalu mengedip ngedipkan mata nya dan tersenyum bangga.
Aku lebih dari segala galanya,,
Baiklahh.. aku turun..na naa..
Bersenandung dalam hati nya sambil keluar menenteng tas branded menuruni anak tangga satu demi satu diiringi suara hentakan sepatu high hills yang menambah kesan mewah pada dirinya.
"Haii mamii.. Avi kira mami belum datang, habis Abby tidak memberitahu jika mami akan datang secepat ini hee.." Menyapa manja mami mertua. Uehh.. awas saja sampai nanti mami belain pelakor itu.
"Apa cucuku sudah tidur aku tidak melihatnya ?" Tidak menghiraukan perkataan Avi justru menanyakan cucunya.
"Dia ada di atas bersama mba Sum mami, apa mami ingin menemuinya..?" Menunjuk kamar Bita yang ada di atas dan menawarkan untuk bertemu dengan Bita.
"Nanti saja pulang nya, ayolah lebih baik kita cepat pergi , suamimu sudah menunggu di mobil." Berjalan melenggang keluar dan masuk ke dalam mobil yang sudah ada Abby siap membawa mereka ke rumah Risa.
"Mamii.. semakin cantik saja apa mami masih sering yoga, umm .. masih pakai skin care yang Avi kasih ya.. wahh mulus lohh mii.." Memuji dengan begitu riang nya.
"Iyaa dunk.. umur boleh tua tapi harus tetap awet muda ha ha ha.." Tertawa bersama saat merasa bahagia melihat umur yang semakin banyak tetapi berhasil merawat diri menjadi nampak muda.
Abby tidak menghiraukan suara suara di dalam mobil nya dia sudah berhenti di halaman rumah Risa dan turun dari mobil lebih dulu.
"Mi.. kenapa Abby turun, apa kita sudah sampai..?" Memegang lengan mami mertua nya saat ia hendak ikut turun.
"Mungkin saja, ayo kita turun." Menengok kebelakang dan mengajak menantunya untuk mengikuti putranya.
__ADS_1
"Ok.." Ya ampunnn, ini rumah minimalis amat ya, kayak yang punya wkwk..
Mengamati rumah yang menurut nya sangat kecil di banding rumah milik nya bersama Abby. Tiba tiba dia berlari dan menempel pada Abby yang sedang berdiri menekan tombol bel rumah.
Ting tong... Sesaat suara bell telah berbunyi dan terdengar orang berjalan ke arah pintu.
Ceklekk.. Pintu terdengar di buka dari dalam oleh pemilik nya.
"Silahkan masuk mas Abby.." Sari yang membukakan pintu dan menyuruh nya masuk.
" Makasi Sari" Abby masuk begitu saja tanpa menghiraukan istri nya yang masih saja menempel dan ngelendot di lengan nya dan di ikuti mami yang ada di belakang nya.
"Sari panggil mama dan papa dulu ya, duduk tante , kak, mas." Tangan nya mempersilahkan para tamu nya untuk masuk dan berlalu mencari orang tua nya. Kebetulan papa sudah kembali sebelum magrib.
Avi tidak ingin duduk sendiri karena ingin memperlihatkan kemesraannya dengan suami nya, Abby pun tak bisa menghindar karena tidak ingin ada keributan, Avi memandangi foto foto yang menghiasi dinding rumah Risa, dimana foto Risa dan keluarganya dari kecil hingga dewasa lalu memandang ke arah suaminya yang ternyata sedang fokus menatap satu foto Risa yang mengenakan Toga.
Pasti dia sedang memikiran masa masa mereka pacaran, ichh.. kenapa sehh harus datang kesini, kalau saja bukan mami yang ngajak ngak bakal aku mau..
Tanpa sadar wajah nya terlihat manyun saat Risa dan orang tuanya menghampiri mereka, namun Risa hanya terdiam menyaksikan nya.
"Hallo.. selamat datang kerumah kecil kami jeng, Abby dan istrinya." Mama memberi salam kepada para tamu nya dan di ikuti papa dan Risa.
Namun Risa melewati Abby begitu saja bahkan memandang nya saja tidak lalu duduk di hadapan mereka.
"Langsung saja ya jeng, pak.. dan Risa.. Saya datang kesini bersama anak dan menantu saya untuk meminta maaf, terlebih untuk Risa, maafkan tante karena telah memisahkan cinta kalian, saya tahu begitu besar cinta Abby kepadamu, namun apa daya saya sudah berjanji kepada sahabat saya untuk menjodohkan salah satu anak kami dan ternyata Tuhan hanya memberikan kami satu anak. Namun ternyata di luar dugaan saya Abby begitu egoisnya memaksa Risa untuk menjadi istri kedua nya, saya tahu betul sifat anak saya jadi saya tidak menyalahkan Risa dan terimakasih Risa sudah memilih meninggalkan Abby, karena bagaimana pun Avi menantu saya merasa tersakiti.. Saya bermaksud untuk menjalin silahturahmi dengan Risa meskipun kalian sudah bercerai namun anggaplah saya sebagai mami mu juga, datanglah berkunjung kerumah mami karena mami ingin menebus kesalahan mami padamu nak." Berdiri mendekat dan meraih tangan Risa yang duduk di hadapan nya lalu memeluk nya. "Mami tahu betapa besar pengorbananmu untuk Abby, untuk itu mami benar benar ingin menebus semua kesalahan mami dan Abby, jadilah anak perempuan mami yaa, maafkan mami yang sudah menyakiti hati mu.. hu huu huuu.." Masih memeluk dan sambil menangis tersedu sedu.
__ADS_1
"Umm..tante jangan begini, aku tidak apa apa, ayo berdirilah." Mengusap punggung mami dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.