Istri Keduaku Adalah Cinta Pertamaku

Istri Keduaku Adalah Cinta Pertamaku
Tersungkur


__ADS_3

Saat Jhony mencoba mencairkan suasana, Risa pun sedikit tersenyum bahkan ketegangan yang ada di dalam kamar menjadi mencair.


"Ngak aku sangka kamu yang dulu culun dan pendiam sekarang pandai merayu ha ha." Doni seakan tak percaya mendengar gombalan sahabat nya yang terkenal pemalu itu.


"Culun, lucu - lucu unyu kan ha ha ha." Semakin semangat menghibur saat melihat pujaan hatinya mulai tersenyum.


Setelah bercanda bersama Doni dan Dina pamit pulang, namun Jhony masih ingin menjaga Risa. Sari pun masuk setelah melihat Doni dan Dina keluar dari kamar kakak nya.


"Bagaimana kak, apa masih terasa sakit ?" Berdiri di samping kakak nya dan memijat lembut tangan sang kakak.


"Sedikit nyeri, kakak kan kuat." Sedikit mengangkat kepala menunjukan diri nya hanya merasa nyeri.


"Wahh, kalau hanya nyeri bisa lah kita jalan - jalan mencari angin segar, dari pada tiduran di sini, kan ? Sari tak mau kalah meledek kakak nya dan mengajak kakak nya berjalan - jalan.


"Mama bagaimana dek ?" Teringat akan mama yang sedang ada di rumah.


"Mama tadi tidur kak, adek telfon mama ngak angkat juga." Mulai resah teringat akan mama yang mereka tinggal begitu saja.


"Jhon, boleh tolong antar Sari pulang ngak, kasian mama nanti kalau terbangun kaget kami tidak ada di rumah." Menatap penuh harap akan pertolongan Jhony.


"Tapi kak, nanti siapa yang jaga kakak ?" Sebelum Jhony menjawab Sari lebih dulu menyela dan mencemaskan sang kakak.


"Iya yakin kamu ngak apa - apa Ris sendiri..?" Meyakinkan kemauan Risa untuk pergi menghantarkan Sari karena khawatir akan mama.


"Kalian pikir aku anak kecil, di tinggal sendirian takut, umm.. pergilah nanti keburu mama terbangun dan panik." Sambil terbaring Risa memaksa mereka cepat pulang.


"Baiklah aku hantarkan Sari pulang tapi izinkan aku untuk menjagamu malam ini" Memberi syarat agar dapat kembali menjaga nya , maka Jhony akan pergi menhantarkan Sari pulang kerumah.


"Iya benar kak, setidaknya ada yang menemani nanti malam supaya kakak bisa istirahat dengan nyaman." Sari ikut membujuk kakak nya agar mau di temani oleh Jhony.


"A.. setongkol ya kalian, dasar adik yang nakal, baiklah.. baiklah kakak ikut aja mau kalian, cepatlah pulang jangan singgah kemana - mana..!" Sedikit menaikan suara nya memberi peringatan kepada Sari dan Jhony.

__ADS_1


Mereka pun akhirnya meninggalkan Risa terbaring sendirian dan berjalan menuju parkiran hendak pulang kerumah mama. Sari lega setidak nya nanti malam kakak nya ada yang menemani jika terjadi sesuatu dan dirinya bisa memberi tahu mama pelan - pelan jika kakak nya kecelakaan dan dirawat di rumah sakit.


***


Abby sekeluarga sudah sampai di rumah nya, Bita tertidur saat di perjalanan mengharuskan Abby menggendong nya membawa ke kamar, lalu mbak sum lah yang menemani anak nya.


Abby dan Avi lalu masuk ke dalam kamar nya hendak mengganti pakean, saat meletakan hape nya di atas meja nakas tiba - tiba hape nya berdering.


kring..kringg.. suara hape semakin meninggi saat Abby meletakkan nya, lalu dia mengangkat dan membaca nama penelpon.


Doni .. mau apa lagi dia menelpon.


Abby bergumam dalam hati nya, namun tetap menggeser tombol hijau di layar hape nya.


"Ya, ada apa ?" Menjawab singkat.


"Risa masuk rumah sakit." Memberitahu jika Risa sedang di rawat.


"Terjatuh di halaman rumah dan kepalanya membentur ujung pagar taman hingga pingsan." Menjelaskan kronologi kecelakaan yang terjadi pada Risa.


Semoga kamu baik - baik saja Ris, maaf aku sudah tidak bisa menemuimu lagi, aku sudah berjanji akan memulai dan mencintai Avi.


Abby mulai menyadari kesalahannya jadi tidak ingin membuat Avi salah paham jika malam ini dia pergi menjenguk Risa, untuk itu dia berdoa dalam hati untuk kesembuhan Risa hingga tidak mendengar panggilan Doni di seberang telfon.


"Bby.. hallo..hallo..dengar ngak seh ?, Abby.. halloo" Saat menjelaskan kronologi ternyata tidak ada respon dari Abby sampai berkali - kali ia memanggil nya yang akhirnya memilih menyudahi panggilan nya.


Setelah Abby tersadar dan hendak menitip salam saja agar Risa lekas sembuh namun nada sambung sudah terputus.


Dasar bedul, main matikan. telfon seenak jidat nya .


Abby ngomel sendiri dalam hati sambil meletakan kembali hape nya di atas meja lalu pergi menyusul istri nya yang sedang mandi.

__ADS_1


***


Saat Risa tengah terbaring sendiri terdengar suara ketukan pintu kamar rawat inap nya.


tok..tok.. tok.. Suara pintu terdengar di ketuk oleh seseorang dari luar. Risa hendak bangun dan duduk di atas bed tidur nya.


"Haii say.." Menyapa ramah seakan terdengar ada kerinduan.


"Maaf siapa ya ?" Bertanya lembut , karena merasa tidak mengenal tamu yang menjenguk nya.


"Maaf saya rasa salah kamar, tapi .. emm, sepertinya saya pernah mengenal mu..?" Merasa bersalah namun seperti ada hal yang mengingatkan akan wajah nya. "Saya permisi." Keluar dari kamar saat Risa menjawab .


"Tidak apa - apa kak." Mengangguk tidak masalah salah masuk.


*Siapa ya dia , rasa nya tidak asing banget.


Ohh.. iya , sia*** wanita itu kan selingkuhan nya suami Avi.. ha ha sekarang ya waktu mu*..!


Linda putar balik badan menuju kamar Risa setelah tadi berjalan keluar sambil memikirkan dan mengingat - ingat siapa wanita di dalam kamar.


"Hei wanita mura***.. ternyata kita ketemu di sini, rasakan ini, dasar perebut suami orang, rasakan pembalasan ku, ini semua karena kamu berani melukai sahabat ku. cuiihh.." Linda terbawa emosi hingga dia menarik tangan Risa hingga terjatuh dari duduk nya, Linda juga menarik ikatan rambut milik Risa , hingga membuat Risa tersungkur dan teriak kesakitan lalu Linda berlari keluar meninggalkan nya.


"Aku tidak mengenalmu dan aku tidak merebut suami orang, lepaskan aku.. ho ho ho." Mencoba menahan dirinya agar tidak jatuh tersungkur namun tidak mempunyai kekuatan karena tangan nya yang sedang di pasang infus, hingga kembali di tarik yang membuat jarum terlepas dari tangan nya dan mengeluarkan banyak darah tidak hanya itu rambut nya ikut di tarik oleh wanita yang tidak ia kenali sehingga Risa benar - benar berantakan.


Saat mendengar suara ribut - ribut perawat datang untuk mengechek, dan benar saja perawat itu terkejut bukan main saat menyaksikan pasien nya sudah tersungkur di lantai dan menangis.


"Maaf saya datang terlamabat, jarum infus nya terlepas maka banyak mengeluarkan darah kak." Suara perawat itu terdengar panik saat mendapati pasien nya yang nampak kacau.


Perawat lari keluar memanggil teman nya dan meminta nya membawakan perlengkapan medis untuk membersihkan darah dan memasang ulang infus yang terlepas dari tangan Risa.


***

__ADS_1


Maaf lambat up, mohon bantu like, vote dan rate kakak sayang. Thanks 🙏🙏😘


__ADS_2