Istri Keduaku Adalah Cinta Pertamaku

Istri Keduaku Adalah Cinta Pertamaku
Undangan Pernikahan


__ADS_3

Risa mengambilkan satu porsi makan siang buat calon suaminya dan mengambil juga untuk dirinya.


"Huem..kenapa bisa enak begini masakanmu sayang?" Mengunyah satu suapan nasi dan udang balado.


"Karena aku sudah terbiasa masak dari sejak kos berdua dengan Dina." Mengunyah sambil mengobrol santai.


"Bagaimana kalau besok kamu masak buatku, tapi hantar ke kantor ya." Meletakan sendok di tangan nya dan meminta Risa untuk mengirim makan siang untuknya.


"Bukankah besok kita ada janji makan siang dengan kakek..?" Ikut berhenti makan dan menatap tajam lelaki yang melupakan janji yang di buat nya pada sang kakek.


"Oh..iyaa lupaa, brati besok hari sabtu dunk.." Menepuk jidatnya sendiri.


"Belum tua sudah mulai pikun nehh, gimana nanti kalau sudah punya anak..? Menyindir Jhony sambil tersenyum.


"Ohh, sudah ada yang mau cepet cepet punya anak neh, oke.. jadi mau di cepetin neh tanggal pernikahannya? Bukan marah atas sindiran Risa tapi justru memanfaatkan nya dengan baik bahwasanya Risa mau bulan depan baru akan di langsungkan pernikahannya karena sang kakek ingin mengadakan pesta termewah untuk cucu pertama nya.


"Enakk aja, ngak yaa.. wekk.." Tanpa sadar Risa terkena imbas perkataannya sendiri namun tetap masih bisa menggelak dan mengejek dengan menjulurkan lidah nya.


"Duhh.. manis kalii itu lidah ha ha ha.." Menggoda genit dengan tatapan memburu wanita di hadapannya.


"Hemm hemmm.. ingat masih siang." Berdehem keras saat mendengar Jhony sedang menggoda Risa dari balik tembok.


"Jayaaa.." Berjalan menghampiri sahabatnya yang datang tiba tiba. "Kok bisa bareng Sari..?" Menunjuk tubuh Jaya dan Sari saat mereka datang bersamaan.


"Ngak di ajak makan neh.." Menepuk pundak Jhony yang masih duduk di kursi membelakangi nya. "Jumpa di depan rumah, baru pulang kuliah katanya, ya Sar..?" Bertanya langsung pada Sari untuk lebih meyakinkan.


"Sayang ambilkan juga dunk buat Jaya, kasian mungkin di kantor nya ngak ada jatah makan siang." Meminta Risa untuk menyiapkan makan siang juga untuk sahabatnya.

__ADS_1


"Widihhh.. kirain baik nya tulus rupanya nyidir diaa.." Menarik kursi yang ada di samping Jhony.


"Ha ha haa.. tulus lah, kalau ngak tulus aku suruh bayar satu porsi goban." Terbahak bahak melirik lelaki yang menjadi sahabat baik calon istrinya.


"Gampang tapi besok kalian kudu datang ke acara Doni dan Dina." Menyerahkan dua undangan pernikahan untuk bapak Hadi Djaya dan untuk Jhony beserta calon istri.


"Besok..?" Menatap undangan di tangan nya.


"Iyaa, baca ngihh.." Sambil menikmati makanan yang sudah di ambilkan oleh Risa.


"Wahh.. brati sore ini kita otw sayang, aku nginap di rumah mama dehh." Risa bahagia karena akhirnya pulang juga setelah dua bulan tidak berjumpa dengan papa mamanya.


"Kita nginap di hotel saja.. kan kita sudah janji besok adalah waktu buat main sama kakek, aku bisa di pukul rotan kalau sampai ingkar janji." Mengingatkan Risa kembali akan janji mereka pada kakek.


"Itu beneran sayang di pukul pakai rotan..?" Menatap penasaran atas penjelasan kekasih nya.


"Iya itu rotan dari zaman aku kecil juga ngak patah patah, ntah awet banget ha ha ha." Tertawa terbahak bahak saat teringat dirinya sering bolos sekolah waktu smp dan kakek memukul pantat nya dengan rotan.


Mereka tertawa bersama saat Jhony pasrah menceritakan betapa bandelnya saat menginjak remaja, belajar merokok dan sering bolos sekolah meskipun berangkat ke sekolah setiap hari dengan di hantar oleh supir, namun di jam jam yang membosankan dia sering pergi begitu saja dengan teman temanya.


"Baiklah kita berangkat jam lima sore gimana, apa kalian bisa ?" Jaya mengajak pergi bersama setelah pulang kerja.


"Aku seh ikut aja, nanti kita tanya kakek dulu deh, iyakan yank..?" Risa sudah begitu dekat dengan kakek dan keluarga nya dan dia selalu rajin berkunjung untuk mengisi waktu luang kakek untuk itu dia akan berembuk dengan kakek tentang keberangkatan mereka ke kota Be.


"Baiklah nanti info saja, aku pulang dulu, terimakasih untuk makan siang nya." Berdiri meninggalkan meja makan dan pamit pulang.


Syukurlah Jhony mampu membuat Risa bahagia. Terkadang di luar sana banyak laki laki yang kaya dan tampan tapi belum tentu bisa membuat pasangannya bahagia, apa lagi seperti Abby yang menikah karena terpaksa akibatnya dia selalu saja memikirkan Risa hingga membuat Risa di hujat banyak orang, padahal Risalah yang menderita karena pernikahannya tetapi justru orang menilai dialah yang menjadi penggoda. Mungkin tidak semua laki laki mampu begitu saja melupakan orang yang di cintai nya apa lagi jika pendamping hidup nya hanya memikirkan harta semata.

__ADS_1


Abby juga salah, protes istrinya tiap hari nongkrong, protes anak nya sering di tinggalin sama pembantu, protes baik dan perhatian kalau ada mau nya, tapi protes nya ke kita, ya mana tau itu istri kalau cuma di cuekin.. ahhh..pusing dehh mikirin mereka.


Sepanjang jalan keluar rumah Risa menuju mobil nya Jaya mengomeli sifat Abby yang tidak tegas tapi bersyukur akhirnya Risa mendapat kan cinta yang tulus dari Jhony.


***


Abby sudah selesai dengan pekerjaan nya, kemudian pergi keluar menuju kamar nya hendak mandi namun pandangan nya teralihkan pada istrinya yang sedang memainkan telefon genggam nya dengan tersenyum menatap layar telfon.


"Pa.. besok Jaya datang kan di acara pernikahan Doni?" Meletakan hape nya di sofa saat tersadar ada suara orang berjalan ke arah lemari pakean yang ada di tepi tempat tidur.


"Hem.." Menjawab singkat namun penasaraan tidak biasanya Avi menanyakan Jaya. "Kenapa memangnya ?" Membuka lemari mencari pakean ganti.


"Bolehkah besok aku mengajak Linda dan Luna ?" Menatap punggung suaminya yang masih berdiri di depan lemari.


"Terserah, tanggung sendiri kalau di usir security karena tidak membawa undangan." Pergi berlalu masuk ke dalam toilet yang ada di kamar.


Ini mahh gampill.. kasih uang makan juga aman aman aja.


Yang penting satu janjiku pada Luna terlaksanakan, kalau masalah Linda ya mana aku tahu kalau tiba tiba Doni punya pacar dan secepat ini mereka menikah, memang belum jodoh nya Linda aja lah ha ha ha..


Sambil membayangkan rencananya besok membawa sahabat nya ke acara pernikahan Doni dan Dina ia masih saja tersenyum dengan tatapan kosong hingga tidak menyadari jika suaminya sudah selesai mandi dan pergi keluar kamar.


Abby turun menemui Bita yang sedang bermain di temani mba Sumi hingga terdengar suara mereka sedang bercerita tentang sang putri cantik jelita dan sang pangeran yang buruk rupa.


"Wahh.. seru sekali cerita nya, papa boleh ikutan ngak..?" Ikut nimbrung duduk di atas tempat tidur putri nya.


"Bolehhh bangett, ayo dunk mba di lanjut papa juga mau dengerin." Menarik narik kencang ujung baju mba Sum hingga tanpa di sengaja kancing baju paling atas terlepas hingga menampakan kulit putih mulus mba Sum di area dada nya.

__ADS_1


"Bitaa.." Teriak kaget saat terdengar kancing baju nya lepas dan spontan tangan nya menutup dada nya yang telah menapkan area terlarang itu, hingga mata nya sepontan menatap bos nya yang juga tidak sengaja menyaksikan ulah iseng Bita.


"Ada apa kok rame banget..?" Avi tiba tiba datang dari arah pintu yang tidak di tutup oleh Abby saat dia masuk ke dalam kamar anak nya.


__ADS_2