Istri Keduaku Adalah Cinta Pertamaku

Istri Keduaku Adalah Cinta Pertamaku
Layaknya Kopi II


__ADS_3

"Aku ngak mau menjadi teman mu, aku mau menjadi orang yang paling kamu cintai yaitu suami." Menerangkan isi hati nya itu adalah hal yang paling gengsi dia ungkapkan , untuk itu Jhony mengambil kesempatan ini.


"Apaan seh Jhon orang lagi serius kamu becanda." Menatap mata Jhony namun melototkan kedua bola mata nya.


"Aku serius" Membalas tatapan mata Risa.


"Aku tidak sepandai orang lain menyatakan perasaan, tapi aku serius. Dan aku mau langsung menikah dengan mu." Berdiri meraih tangan Risa.. dan saat Risa menarik paksa tangan nya , Jhony hanya pasrah melepaskan nya namun dia teringat akan moment orang saat melamar kekasih nya dengan berlutut di hadapan nya.


"Aku belum punya cincin berlian atau apalah yang membuat wanita bahagia, tapi aku punya hati yang akan membahagiakanmu, dan aku serah kan dompet ini yang berisi semua hal penting di hidupku untuk mu." Masih berlutut sambil memegang tinggi dompet nya yang menjadi ganti cincin yang belum sempat dia beli.


"Jhon, kamu belum mengenalku, kamu.." Serba salah , hatinya mulai kacau.


"Hidup ini memang tak selalu indah, ada pahit dan juga pasti akan ada manis nya, layak nya kopi yang ingin kita minum tergantung kita ingin membuat nya pahit atau manis. Tapi percayalah aku mampu membuatnya tersenyum manis." Menatap penuh harap.


Risa tak dapat menahan haru , air mata nya berderai tak ingin sahabat nya melihat ia pun berlari keluar cafe dan Jhony pun mengejar nya, begitu juga dengan Jaya dia hendak berdiri mengejar Risa namun Abby melarang nya.


"Jay, biarkan mereka menyelesaikan nya." Menghadapkan wajah nya tepat di depan Jaya yang selalu perhatian pafa Risa, namun kali ini Abby mencegah karena dia percaya Jhony lah orang yang tepat menjaga hati Risa, dan dengan begini Abby semakin tenang meninggalkan nya dan akan terus belajar mencintai tulus Avi.


"Baiklah." Pasrah dan dirinya juga yakin Risa akan baik - baik saja bersama Jhony.


Sementara Jhony mendapatkan Risa yang tadi berlari keluar lalu mengajak nya pulang. Di dalam mobil Risa hanya terdiam menatap jalanan yang indah karena cahaya lampu hias sepanjang jalan.


"Ris, maafin aku, tak ada maksud membuat mu menangis, aku serius mencintaimu, cintaku tumbuh saat kita kuliah, namun kamu sudah bahagia bersama Abby, maka aku tak ingin merusak kebahagianmu, aku menyimpan rapat perasaanku padamu, tak ada orang lain yang mampu membuatku jatuh hati seperti aku melihatmu." Mengungkapkan isi hati yang sudah lama terpendam meskipun Risa tidak memandang nya namun dia mendengar nya.

__ADS_1


"Aku hamil Jhon, hamil anak Abby, aku kotor..." Semakin terisak saat menggungkap dirinya yang sudah kotor buat laki - laki lain.


"Ya , aku tahu.. aku sudah pernah bilang , kalau aku sudah tahu semua. Dan aku siap menerima semua kekurangan mu, aku akan menjadi Daddy yang baik untuk baby ." Berhenti di tepian jalan masih meyakinkan Risa untuk menerima nya.


"Kamu akan menyesal Jhon, aku tidak bisa." Risa semakin kacau hati nya baru saja akan melupakan Abby tetapi Jhony justru ingin menjadi suami nya.


"Ris.. aku mohon, apa karna terlalu mencintai Abby sampai tidak bisa melihat cintaku..?" Berbicara lirih namun membuat Risa emosi.


"Cukup Jhon..! tolong hargai perasaanku, aku belum bisa." Berteriak lalu memalingkan wajah nya.


"Maaf Ris." Hanya mampu meminta maaf saat mendengar Risa benar - benar emosi.


Sabarlah Jhon, Risa butuh waktu menata hati, kenapa aku memaksa nya, Ya ampun pasti dia akan membenciku. Maafkan aku Ris, bukan maksudku membuatmu emosi.


Jhony berbicara dengan dirinya sendiri sambil kembali melajukan mobil nya. Sementara Risa benar - benar terbawa emosi karena Jhony memaksanya menerima hati nya di saat hati nya sedang belajar menetralkan diri dari Abby.


Dina yang sedang bermain dengan Bita di luar terkejut melihat Risa yang berlari sambil menangis, pikiran nya tertuju pada Avi.


Apa yang dilakukan oleh istri Abby, sampai Risa berlari sambil menangis, tidakah dia tahu betapa besarnya pengorbanan Risa untuk kebahagian mereka.


"Mba tolong jaga Bita ya, saya mau masuk sebentar." Meminta mba Sum menjaga Bita karena penasaran dengan apa yang terjadi pada sahabat nya yang menangis dan meninggalkan cafe.


Dina pun masuk menemui kekasih nya dan sahabat nya yang nampak sedang bercanda seperti biasa lagi.

__ADS_1


"Yank, Risa mana." Bertanya seolah - olah tidak mengetahui kepergian Risa.


"Dia keluar bersama Jhony, minumlah" Memberikan minuman Dina yang belum habis di minum nya.


"Lalu kenapa dia menangis ?" Memegang gelas jus yang telah di minum nya seteguk.


Saat pertanyaannya tidak di jawab dan yang lain juga terdiam Dina semakin penasaran dan mengarahkan pandangan nya pada istri Abby yang tadi meminta maaf pada Risa. Doni melihat tatapan curiga Dina pada Avi, sehingga dia menjelaskan masalah sesungguhnya karena tidak ingin Dina menilai Avi yang sudah membuat Risa menangis.


"Jhony melamarnya dan meminta dia menjadi istri nya." mengetuk - ngetukan jari nya di atas meja lagi.


"Ya Tuhan, kenapa Jhony tidak bisa menahan diri seh, setidaknya disini ada banyak orang, sudah pasti hati nya gundah, iss.. kenapa seh Jhony ngak tanya - tanya kita dulu yank.." Merasakan apa yang saat ini Risa rasakan, hati nya ikut kacau, membuat nya tidak berhenti menyalahkan sikap Jhony yang gegabah mengubgkapkan rasa.


"Maaf aku pulang duluan, kasian Bita sudah malam pasti sudah ngantuk, papa kalau masih ingin di sini mama pulang naik taxi saja." Berdiri dan pamit kepada yang lain jika hendak pulang lebih dulu.


"Baiklah kita pulang, kami pulang duluan, Thanks kopi nya." Abby ikut beranjak pulang.


"Baiklah kita juga pulang, thanks sudah datang semua." Doni pun ikut menyudahi pertemuan mereka, dan mengajak semua nya pulang.


Dina wajah nya berubah menjadi manyun dari saat mendengar bahwa Jhony melamar Risa. Jalan nya terus bersandar dan memeluk tangan kekasih nya hingga membuat Doni tertawa melihat tingkah kesal nya.


"Sayang kamu ini lucu, Risa yang di lamar kenapa kamu yang sewot, lihat tuh muka sudah macam jeruk purut ha ha ha." Mencubit pipi dan merasa gemas.


"Itulah laki - laki tidak bisa mengenali situasi hati wanita, seenaknya saja ." Ngomel dan mencubit lengan Doni.

__ADS_1


"Yahh..kenapa jadi aku yang kena omel kan yang salah Jhony, aneh dehh wanita." Masih berjalan menuju parkiran mobil sambil tersenyum melihat keanehan seorang wanita bila sedang marah.


"Laki - laki lebih aneh dan semua sama.. mau nya di turutin apa yang dia mau, tidak melihat apakah hati kita mau atau tidak huhh.." Semakin naik tingkat emosi nya saat Doni membawa bawa wanita yang aneh.


__ADS_2