Istri Keduaku Adalah Cinta Pertamaku

Istri Keduaku Adalah Cinta Pertamaku
IGD (Instalasi Gawat Darurat)


__ADS_3

Setelah saling berdiam diri di dalam mobil selama perjalanan pulang akhirnya mereka sampai , mobil mulai berjalan perlahan hingga masuk ke halaman rumah dan Risa sudah bersiap keluar.


"Terimakasih." Berlari setelah keluar dari dalam mobil Jhony tanpa menoleh kebelakang, mata hanya menatap lurus kedepan.


"Brukk." Tubuh nya terjatuh di tepian taman bunga.


Mendengar suara deru mesin mobil, Sari yakin bahwa itu kakak nya yang sudah pulang di antar oleh Jhony yang tadi menjemput nya, Sari pun memastikan dengan mengintip dari balik jendela, namun dirinya justru menyaksikan kakak nya tergelincir hingga tubuh nya terjatuh. Sari pun berlari keluar menghampiri sang kakak, begitu juga Jhony yang ikut menyaksikan Risa terjatuh langsung keluar dari dalam mobil.


"Kak, bangun kak." Sari memeluk tubuh kakak nya yang terbaring lemas, dan kepalanya menampakan darah segar karena membentur sudut taman bunga.


"Kita bawa IGD saja." Mengambil alih Risa, menggendong tubuh nya yang pingsan ke dalam mobil, Sari sudah siap memangku sang kakak.


Jhony membawa mobil nya menuju rumah sakit terdekat , di perjalanan saat lampu merah dia menghubungi Doni.


"Tut..tutt.." Nada tersambung pada telefonny.


"Hallo Jhon," Menjawab singkat


"Don, Risa pingsan." Suara nya nampak cemas, terdengar begatar dan tergesa - gesa berbicara saat Doni membuka suara.


"Pingsan bagaimana?" Terkejut dan terdengar panik mendengar sahabat nya mendadak pingsan.


"Hallo Jhon..kalian dimana?" Begitu cemas apa lagi setelah ingatan nya tertuju pada bayi yang di kandung Risa.


"Aku on the way rumah sakit AZ." Menoleh kebelakang berharap Risa lekas sadar dalam pangkuan Sari.


"Baiklah kami putar balik."


Saat Jhony menelfon Doni dan Dina hampir sampai di apartemen , namun sekarang memilih untuk putar balik arah menuju rumah sakit yang tadi sudah mereka lewati karena khawatir dengan kondisi sahabatnya.


"Sayang ada apa ?" Ikut panik melihat wajah Doni yang nampak cemas. Dina yang tadi nya ngambek sepanjang perjalanan hanya diam membisu kini memilih bertanya langsung.

__ADS_1


"Risa Pingsan sayang, kita ke rumah sakit dulu ya." Berbicara perlahan agar Dina tidak ikut khawatir namun nyata nya Dina lah yang terlihat lebih panik.


"Cepatlah sayang, bagaimana ini bisa terjadi yank..?" Duduknya sudah tidak setenang tadi yang hanya menikmati suasana jalan yang sudah mulai lengang.


"Sabarlah sayang, nanti kita akan tau apa yang terjadi." Terus menatap jalanan hingga tidak ingin melewatkan lampu hijau, pikirannya hanya ingin segera sampai di rumah sakit.


***


Sari semakin panik saat kakak nya tak kunjung membuka mata, tangan nya membelai rambut halus sang kakak tanpa terasa air mata nya menetes.


Ya Tuhan , jamalah kak Risa supaya lekas sadar, semoga baby dalam kandungan nya kuat dan sehat. amin.


Sari mendoakan kakak dan juga calon keponakan nya di dalam hati nya.


Dan akhirnya mobil pun sudah memasuki area rumah sakit, Jhony mengarahkan mobil nya di depa ruang IGD, lalu turun dan menggendong Risa sendiri karena pikiran semakin tidak karuan.


"Suster tolong kakak saya." Sari berlari mendahului Jhoni yang menggendong kakak nya supaya para suster cepat membantu nya.


Wajah - wajah panik mereka sama terlihat hinga Sari tersadar jika dia lupa memberi tahu mama yang tadi sudah pergi tidur lebih dulu.


"Mas, mama bagaimana ya, Sari takut mama terkejut, karena tadi sudah tidur." Berjalan mondar - mandir memikirkan bagaimana cara nya memberitahu mama.


Saat Sari semakin panik tidak hanya memikirkan kakak nya yang sedang di periksa oleh dokter, juga binggung memikirkan mama, terdengar suara seorang laki - laki memanggil nama nya.


"Sari..." Berlari bergandengan tangan dengan tunangan nya mendekat ke arah Sari dan Jhony yang sedang menunggu di luar IGD.


"Mas Doni, Kak Dina." Memeluk Dina saat keduanya mendekat. Sari menangis di pelukan Dina.


"Tenanglah Sar, kakakmu akan baik - baik saja, berdoa saja supaya lekas sadar." Menyemangati Sari meskipun dirinya sendiri tadi nya sangat cemas namun melihat Sari yang nampak lesu membuatnya menguatkan diri agar bisa menyemangati Sari.


Saat mereka saling menguatkan suster keluar memanggil keluarga Risa. Mereka semua langsung berjalan mendekat pada suster.

__ADS_1


"Bagaimana sus, kakak saya." Bertanya keadaan kakak nya sekarang.


"Pasien dan baby nya selamat, hanya butuh pemulihan, maka harus rawat inap." Menjelaskan kondisi pasiennya.


Mereka menyetujui saran dari dokter, dan setelah itu Risa di pindahkan ke ruang rawat inap. Mereka semua bergantian menjenguk Risa.


Saat Doni dan Dina masuk Risa mulai sadar dan membuka kedua mata nya.


"Dimana aku, kenapa rasanya sakit semua." Memijit kepala nya yang terluka.


"Tenanglah Ris, tadi kamu terjatuh saat berlari di depan rumah lalu pingsan." Menjelaskan seperti yang dia dengar dari Sari dan Jhony.


"Aku pingsan Din, lalu siapa yang membawa aku kesini ?." Penasaran "Baby ku bagaimana ?" Mulai khawatir akan kandungannya.


"Jhony dan Sari, sekarang mereka ada di luar, dan kandungan mu baik - baik saja." Mengusap tangan sahabat nya agar tidak khawatir berlebihan yang akan membuat nya semakin depresi.


Risa pun menanyakan Jhony pada Doni sahabat nya dan menceritakan kenapa dia bisa sampai terjatuh dan pingsan.


"Aku terbawa emosi saat Jhony bersikeras mau menerima baby ku juga, aku shock belum bisa melupakan Abby, aku baru belajar tapi harus menerima orang lain itu sama saja aku akan membohonginya, sama saja aku hanya berpura pura untuk mencintai nya Din." Mencurahkan isi hati nya atas apa yang membuatnya terluka.


"Aku iklas bila kamu hanya berpura - pura mencintaiku, setidak nya aku bisa menjagamu dan baby, tolong pikirkan kandungan mu, dia juga membutuhkan kasih sayang seorah ayah meskipun dia masih di dalam kandungan." Masih terus berusaha meyakinkan Risa jika hatinya tulus dan ikhlas.


Semua terkejut mendengar Jhony melanjutkan cerita Risa, mereka tidak menyangka jika Jhony akan masuk sebelum Doni dan Dina keluar hingga dia mendengar isi hati Risa yang merasa bersalah pada nya jika menerima nya hanya karena betpura - pura mencintai padahal hati masih ada Abby, yang berangsur - angsur belajar melupakan nya.


"Ris, aku tidak berharap kamu membalas cinta tulusku saat ini juga, aku akan selalu setia menemanimu sampai kamu mampu memberi cinta meskipun hanya setitik saja." Meraih tangan yang sedang terbalut jarum infus dan menggosok nya perlahan - lahan.


"Seperti nyeri di tangan mu , bila aku mengosok nya lembut seperti ini maka rasa nyeri itu hilang bukan..? hehe." Mencoba mencairkan suasana , karena saat dia berbicara semua yang ada di kamar inap menjadi terdiam seperti tidak berpenghuni.


***


Butuh dukungan like dan vote kakak. Biar makin lancar up setiap hari ya. Di tunggu ya. Thanks.

__ADS_1


__ADS_2