
Seperti yang di inginkan kan Risa, ayam bakar paha telah dihantar sesuai dengan orderan nya. Dengan malu - malu Risa mau memulai makan karena ada Jhony di hadapan nya.
"Makanlah.. pahanya sangat menggoda kan?" Memainkan sebelah mata nya sambil melihat Risa yang juga melirik nya.
"Hum.. Macam - macam aku lempar pakai gelas ya." Merasa di goda saat mendengar pahanya nya menggoda membuat nya manyun.
"Macam - macam pulak lah, itu ayam bakar paha nya.. paha ayam tuhh, menggoda kan ??" Menunjuk ayam bakar paha di hadapan Risa untuk memperbaiki kesalahan ucapan nya sambil tersenyum di kulum.
"Ini..? um.. mau juga?" Menunjuk ayam milik nya dan menawarkan nya lalu mengambil nya sedikit dengan tangan nya. "Cobalah.." Menyuapkan satu sendok nasi dan ayam bakar yang di cocol sambel terasi.
"Umm..bener - bener nikmat, tidak hanya menggoda tapi paha ini nikmat." Seperti iklan - iklan di tv gaya nya makan sesuap nasi dan lauk nya membuat orang yang melihat nya ikut merasakan kenikmatan makanan yang di coba, hingga membuat Risa tertawa melihat gaya Jhony.
"Sudah jangan mintak lagi, kami sangat lapar, aem.." Memasukan sesuap nasi ke dalam mulut nya sendiri namun tidak berekspresi seperti Jhony.
"Ha ha..pelan - pelan baby, aku hanya iseng dan aku membeli dua porsi untuk baby 1 dan untuk mommy 1.." Mengerlingkan kepala nya sambil memberikan sebungkus ayam bakar yang masih rapi dalam kantong.
***
Pagi hari datang menyapa Avi merasa pegel di tubuh nya ada beban berat yang menimpa perutnya, mencoba membuka mata, pemandangan yang sangat langka dirasakan nya Abby memeluk tubuh nya hingga pagi, seketika pegel itu hilang terhapuskan oleh rasa bahagia.
Mencoba mengangkat tangan kekar Abby lalu mencium nya lembut hingga membuat sang pemilik tangan terbangun dan membalas ciuman Avi dengan menyerang seluruh tubuh nya bahkan mereka saling membalas ciuman sampai berakhir dengan bercinta di pagi hari lalu melanjutkan tidur nya dengan saling memeluk.
"Terimakasih, karena mau memaafkan aku." Mencium kening Avi yang ada di pelukan nya dan terus memeluk erat.
"Mama juga minta maaf, siang ini kita pergi menjengguk Risa ya ?" Memandang keatas tepat pada raut wajah suami.
"Mama yakin ?" Mengusap tangan yang di peluk nya meyakinkan permintaan istrinya menjengguk Risa yang sedang terbaring di rumah sakit.
"Yakinlah, bagaimanapun Risa ikut andil dalam menyadarkan hati papa he he." Mendorong tubuh kekar Abby karena malu jika suami nya akan menatap nya saat dia mengatakan bahwa Abby telah sadar dan mencintai nya tulus.
__ADS_1
"Ha ha kenapa muka mama merah begitu, kaya abg baru jatuh cinta." Abby meledek nya saat tubuh nya terdorong dan mendapti Avi tersenyum malu - malu.
"Enggak yaa, ha ha.." Malu mengakui nya saat dirinya benar - benar merasa jatuh cinta dan dicintai sepenuh hati oleh suaminya, merasakan dunia bagai milik nya berdua.
***
"Pagi ma.. bagaimana nyenyak tidur mama ?" Sari menyapa mama yang sedang menyiapkan sarapan di meja makan.
"Pagi sayang, kakak belum bangun?" Menatap Sari yang berjalan sendiri keluar dari kamar nya.
"Ma, nanti kalau sudah siap sarapan kita pergi menjengguk kakak ya.. tapi adgk mandi dulu hee.." Menarik kursi lalu duduk sambil mengambil segelas susu yang sudah mama siapkan.
"Jengguk kakak bagaimana..?" Terkejut dan menatap putri bungsu nya penasaran.
"Mama tenang ya,kakak hanya luka sedikit kok, semalam kakak terpeleset saat lari di depan rumah.
"Baik ma, ha ha.." Tertawa melihat ekspresi mama dan mengingat kakak nya yang memang super gesit.
Setelah selesai sarapan dan membersih kan diri, berias wajah nya tipis Sari mengajak mama berangkat menuju rumah sakit. Saat Sari memarkirkan mobil nya dia melihat mobil Jhony masih terparkir disana.
Mas Jhony masih disini, bener - bener usaha ya meraih cinta kakak.
Jika memang jodoh kak Risa semoga mas Jhony menjadi suami yang baik dan suami yang menyayangi kakak dan baby nya. Amin.
"Adek ayoo buruan." Menepuk tangan Sari saat melihat nya termenung menatap mobil yang terparkir di hadapannya.
"Ayoo ayoo, ngak sabar banget seh ma." Melepaskan sabuk pengaman lalu keluar dari mobil nya." Berjalan cepat seperti kemauan mama namun justru mama tertinggal jauh.
"Heii anak manja, tunggu mama..!" Teriak memanggil Sari saat terasa berjalan cepat dan mulai menjauh.
__ADS_1
"Ha ha tadi kan mama yang suruh adek cepat - cepat." Berhenti menunggu mama hingga adek meraih lengan mama dan menggandeng nya berjalan sampai di depan ruang rawat kakak nya.
Suara gelak tawa terdengar dari balik pintu membuat adek menahan tangan mama saat hendak membuka pintu kamar.
"Ma..tunggu ma..!" Mendekatkan kepala nya dan menempelkan telinganya di dekat pintu.
"Plokk..kepo ya adek." Menepuk pundak Sari pelan dengan tersenyum. "Sudahlah ayo kita masuk." Memaksa membuka pintu dan membuat kedua insan yang tengah bercanda itu menengok ke arah pintu.
"Mamaa.." Tersenyum melihat mama datang dengan ceria.
"Pagi ma.." Jhony ikut menyapa mama namun membuat semua orang terkejut dengan panggilan nya, Risa menatap adik nya dan sari mengangkat kedua tangan dan meninggikan bahu nya, seolah tidak tahu menahu.
"Pagi juga nak, terimakasih sudah menjaga anak lasak mama ini." Memandang Jhony lalu beralih kepada pasien yang sedang terbaring dengan rasa penasaran nya akan sikap Jhony.
"Lasak itu apa ma, Jhony tidak mengerti..?" Bertanya polos saat mama mengatakan pujaan hatinya adalah anak yang lasak.
"Tak tahu lasak, umm..semacam banyak tingkah dan tidak bisa diam, nahh begitulah dia, sampai tidak ingat cucu mama." Membelai lembut perut Risa yang mulai membuncit meskipun rasa kesal namun perhatian mama tetap yang terbaik.
"Umm..lasakk ha ha." Tertawa senang saat mama mengatai Risa anak lasak. Hingga Risa melemparnya dengan tisu yang ada di sampingnya.
Mereka pun ikut tertawa melihat Jhony dan Risa saling serang hingga pintu ruangan terdengar di ketuk. Lalu Sari yang mempersilahkan masuk.
"Masuk.." Berjalan hendak membukakan pintu namun pintu sudah terdorong dari luar dan menampakan sepasang suami istri dan putri nya, hingga sang putri berteriak memanggil Risa.
"Tante Risaa.." Berlari masuk setelah turun dari gendongan Abby. Menoleh kanan kiri mencari keberadaan Risa yang tidak nampak dari pandangan nya karena terhalang mama yang duduk di hadapan Risa yang sedang berbaring.
"Haloo..sini sayang, tante disini." Menjawab panggilan anak kecil yang sudah terekam dalam kepala nya pemilik suara teriakan khas saat memanggilnya.
SELAMAT MEMBACA 🙏😍
__ADS_1