
Berbagai masakan sudah terhidang di meja, aroma nya sangat menggugah selera. Pasti siapa saja yang mencium aroma masakan bik Imah akan tergoda, percaya deh auto lapar... dan ngelus ngelus perut. ( sabar perut aku lagi diet )
Abby belum juga keluar dari ruang kerja nya hingga membuat Avi tergerak memanggil nya, sampai di depan ruang kerja suaminya dia berhenti hendak mengetuk pintu terlebih dahulu tapi pintu sudah terbuka saat tanggan nya baru menggantung dan hampir mengenai wajah suami nya.
"Maaf.. maaf .. kirain masih di dalam." Menggigit jarinya sendiri namun tak bisa menyembunyikan senyumnya yang ingin menertawai suaminya saat dengan gesitnya menghindar dari ketukan tangan nya.
"Haa.. mau ngetok pintu apa jidat neh?" Menyodorkan jidat sambil membungkukan tubuh nya karena Avi tidak akan sampai meraih jidat nya.
"He he.. pintu lahh, rupanya papa sudah mandi, ayoklah kita makan." Mengalungkan tangan manja di lengan suami.
"Sepertinya bik Imah masak kesukaan papa ini, huuem.." Menghirup aroma masakan yang tercium di saat mereka sudah berjalan mendekat ke arah meja makan. Terlihat bik Imah masih belum siap menata hidangan.
"Iya , mama yang minta." Tersenyum senang melihat suaminya semakin ceria
"Wahh semua menggoda, bagaimana aku bisa memakan semua nya.. bik Imah ayo kita makan sekalian, panggil juga pak Ahmad dan mbak Sum." Mengajak para pekerja di rumahnya untuk makan bersama karena terlalu banyak masakan yang di hidangkan.
"Terimakasih pak, silahkan bapak dan ibu makan duluan." Mengucakan trimakasih atas ajakan Abby namun bik Imah menolak nya dengan sopan lalu meninggalkan meja makan.
Sepasang suami istri sedang menikmati makan malam romantis yang sengaja Avi buat untuk merayakan cinta mereka berdua yang mulai bersemi.
***
Jaya yang ikut mengunjungi Risa bersama pasangan yang baru saja melangsungkan pertunangan nya beberapa hari yang lalu berpamitan secara langsung kepada Risa jika hari ini akan kembali ke kota De bersama dengan Jhony.
"Ris cepat sembuh ya, cepat pulang ke De biar kita bisa jalan bareng." Menyemangati sahabatnya yang memang membutuhkan dukungan sahabat - sahabatnya saat merasakan lelah hati nya.
"Iyaa beres itu nanti kita ngopi bareng ya." Tersenyum manggut manggut menanggapi Jaya.
__ADS_1
"Umm aku mau ikut juga.." Dina merenggek ingin ikut seperti saat mereka masih kuliah sering pergi nongkrong bersama.
"Humm.. mentang - mentang satu kampung pamer... ingat sesama jomblo di larang saling mendahului.." Doni juga merasa ingin ngumpul bersama namun apa daya dia saja dengan tunangan nya beda kota dan mengharuskan mereka long distance relationship.
"Ha ha ha.."
" Wkwkwk wkwkwkk " Risa dan Jaya menertawakan sepasang kekasih yang merasa cemburu pada mereka.
Sari dan mama datang dari kantin ikut bercanda bersama mereka dan tak lama sahabat - sahabat Risa berpamitan pulang karena hari sudah mulai malam Doni dan Dina berpesan jika besok belum boleh pulang bisa memberi kabar supaya Dina saja yang menjaga supaya tidak suntuk saat di tinggal ke kantor dan Risa pun menyetujuinya.
Setelah Pagi hari dokter berkunjung untuk memeriksa keadan Risa pasca operasi ternyata dia sedang berada di toilet hingga dokter menungguinya sambil memeriksa rekam medis milik nya.
"Pagi dokter.." Muncul dari balik toilet dan menyapa girang dokter Spog yang akan memeriksa nya.
"Pagi ibu Risa, wah sudah sehat dan ceria lagi ya." Memuji pasien nya yang sudah kembali sehat bahkan sudah bisa pergi ke toilet sendirian lalu memeriksa nya.
"Boleh nanti siang ibu sudah boleh pulang ya, dan semoga lekas pulih.
"Terimakasih dokter." Tersenyum girang mengucapkan terimakasih sudah di izinkan pulang siang ini.
"Sama - sama ibu." Berlalu dari ruang Risa.
***
Luna sudah pulang kerumahnya setelah semalam di izinkan oleh dokter pulang setelah di rawat karena demam berdarah dan pagi ini Linda sudah mengunjunginya untuk melancarkan aksinya membalaskan dendam untuk Avi.
"Lun kamu beneran sudah sehat ?" Memastikan kesehatan sahabatnya.
__ADS_1
"Sudah, tenang aja deh, aku pasti makin sehat kalu sudah kasih pelajaran wanita yang sok suci itu, cuiihh gaya nya itu sok baik, ramah banget, inget ngak waktu kita ketemu di pulau putri, huhh gaya ngomong nya boleh lembut tapi hati nya berduri.." Merepet tidak karuan mrluapkan rasa kesal nya melihat Risa.
"Iya bener banget, waktu aku salah kamar juga begitu, duhhh sok ramah dan baik bangett.. umm, lembut nya cara dia ngomong, ya memang begitu kan nama nya juga srigala berbulu domba." Ikut menambah rasa kesal yang sudah Luna luapkan."Ok lah ayok kita cuss kalau begitu sekarang sudah jam 11 neh pulang nya kita makan siang di tempat biasa ya." Bersiap - siap berangkat ke rumah sakit tempat Risa di rawat.
Kedua sahabat itu berangkat menggunakan mobil milik Lidia karena Luna masih belom boleh membawa mobil sendiri sama mama nya. Di perjalanan mereka saling menertawakan nasib Risa yang sudah berani berani nya menggoda suami sahabatnya meskipun sekarang mereka jarang bertemu karena sibuk mengurus bisnis masing - masing.
"Ha haa..aku sudah tidak sabar melihat wajah nya mendengar cacian mu yang paling menohok hati nya Lin." Tertawa membayangkan Linda menghina Risa sama seperti saat di pulau Putri.
" Dokk.. Kali ini aku harus benar - benar membuatnya kapok dan tidak berani lagi menemui laki - laki berengsek itu, tega sekali dia menduakan sahabatku hanya demi wanita kampungan." Memukul setir mobil milik nya dengan mimik yang mulai tersulut emosi namun masih tetap memperhatikan jalanan dan pengendara di sekitar nya.
"Nahh sampai juga kita, ayoo cepat sudah jam setengah dua belas beb.." Melepaskan sabuk pengaman nya saat Linda sudah memasuki tempat parkir di area rumah sakit karena memang sudah tidak sabar lagi.
Mereka berjalan menyusuri teras - teras kamar rawat inap dari kejahuan mereka melihat Risa di di dorong menggunakan kursi roda oleh wanita yang lebih muda.
" Bukankah itu dia." Luna menunjuk Risa yang berjalan ke arah mereka.
"Ayo cepat - cepat." Mereka berlari mendekat rasa tidak sabar nya membuat mereka terburu buru.
" Heii wanita sok sucii, ingatkan sama kita berdua." Menghadang Risa dan adiknya.
"Jelas dunk Lin, kita kan trio tercantik dan terkaya di kota Be ha ha a.." Tertawa bangga dan menyombongkan diri.
"Terakhir neh ya aku ingatkan ! jangan coba - coba mendekati suami sahabat kami, kalau tidak ingin aku sebarkan foto mu ke media sosial ha ha." Luna mengancam sambil menunjuk wajah Risa dengan jari telunjuknya.
"Yahh nama nya juga wanita gatel Lun mana mungkin mau tahu, yang penting dia dapat uang gratis juga dapat kehangatan, gatel seh.. ohh iyaa mungkin ngak ada laki - laki yang mau dengan nya makanya mrnjual diri cuihh .. menjijikan." Luna membungkukan tubuh nya menatap Risa tajam.
"Lid lihat, bukan kah itu mertua nya Avi, iyaa kan?" Menujuk wanita berpakean Dres selutut menggunakan kaca mata coklat menghiasi wajahnya yang berjalan kearah mereka.
__ADS_1