Istri Keduaku Adalah Cinta Pertamaku

Istri Keduaku Adalah Cinta Pertamaku
Misteri


__ADS_3

Setiba di rumah Risa langsung menggosok gigi dan mencuci muka nya, ini adalah hal rutin yang ia lakukan sebelum tidur, saat sedang mengeringkan wajah nya dengan handuk hape nya berbunyi, tanda pesan what's app masuk. Setelah selesai mengeringkan wajah nya Risa menggambil hape nya di atas meja kamarnya.


"Malam Ris, ini aku Jhon, maaf jika menggangu."


Jhony mengirim pesan hendak menanyakan rencana mereka pergi undangan.


"Hai, tidak menggangu hanya sedang membersihakan wajah." Sembari berbaring santai di tepi ranjang bersandarkan guling.


"Besok bila aku menjemputmu, apakah kekasih mu tidak marah?." Memberanikan diri menanyakan hal pribadi Risa, hanya untuk berjaga jaga kalau saja bersalah membawa wanita orang.


"Kekasih..? haha tidak punya kekasih Jhon, hanya punya mantan suami." Tidak ingin basa - basi dan menutupi status nya, sambil mengetik lalu beralih mengosok lembut kandungan nya.


"Haha pandai bercanda ya Ris." Melihat wajah yang nampak muda dan body yang langsing, Jhony beranggapan Risa sedang bercanda dengan nya.


"Bercanda apa nya Jhon, aku serius, hidupku memang penuh misteri hahah, iya serius, aku bahkan sudah menikah dua kali bahkan kamu sangat mengenal mantan suami kedua ku. Maaf bila kamu malu berteman dengan ku, nanti aku bisa pergi sendiri saja, sekali lagi maaf jika kamu tidak nyaman."


Risa tidak ingin orang lain menilai nya baik, maka dia menceritakan misteri hidup nya.


"Tidak ada yang harus di maafkan, dan aku tidak malu, setiap orang memang mempunyai misteri hidup masing - masing, aku sangat menghargai kejujuran mu, maaf jika aku mengorek masa lalumu."


Rasa penasaran nya dia kubur saat Risa justru berkata jujur dan Jhony sangat menghargainya. Menurut nya kejujuran adalah kunci kesuksesan. Untuk itu dia tetap akan pergi bersama.


"Trimakasih sudah mau berteman denganku, besok aku tunggu di rumah ya, Jl. Melati no.9. maaf, aku tidur duluan Jhon." Risa mengakhiri obrolan mereka dan merasa lega karena bisa mengungkapkan diri nya apa adanya.


"Baiklah, selamat tidur dan terimakasih." Jhony tersenyum melihat hape yang dari tadi ia gunakan untuk berkirim pesan dengan Risa.

__ADS_1


A... kenapa jantungku berdebar debar setelah aku tahu dia sudah janda.


***


Abby menghampiri istri nya yang sedang menemani putri semata wayang nya tidur karena ingin memberitahu Avi jika besok dia ingin mengajak nya pergi ke acara pertunangan sahabat nya.


"Apakah Bita sudah terlelap." Berjalan mendekat ke arah tempat tidur anak nya. Mengeluarkan suara lirih sambil mengatupkan kedua tangan nya dan meletakan di samping telinga lalu menjatuhkan kepalanya perlahan di atas telapak tangan, seolah mengisyaratkan orang yang sedang tidur.


"Sudah, ada apa papa kemari ?." Tidak biasa nya Abby datang melihat putri nya saat ada istri nya bersamanya beberapa bulan terakhir ini mereka saling menghindari.


"Kita bicara di kamar saja." Berjalan balik menuju kamar di sebelah dan di ikuti oleh istri nya. Sampai di kamar Abby duduk di sofa yang ada di depan tempat tidur mereka begitu juga dengan Avi.


"Besok aku ingin mengajak mu pergi ke acara pertungan Doni, maafkan aku sudah membuatmu terluka." Menatap sekilas wajah sang istri , sambil memutar balik hape yang di pegang nya.


"Maafkan mama juga yang tidak bisa mengendalikan emosi. Baiklah besok kita pergi bersama."


"Lupakan yang telah berlalu , mari kita mulai kembali rumah tangga kita menjadi keluarga paling bahagia."


Beralih duduk di samping istrinya, meraih kedua tangan lalu mencium nya lembut, seakan baru merasakan jatuh cinta. Lalu kedua nya saling memeluk dan mencurahkan rasa kerinduannya.


***


Pagi pun datang menyapa Dina sudah bersiap di rias oleh beberapa perias terbaik di kota Be. Doni semakin kagum melihat calon istri nya begitu anggun. Bahkan dia tidak ingin melewatkan setiap moment nya.


"Rasa nya seperti bidadari dari khayangan yang akan menjadi calon istriku." Doni memuji Dina dengan gombalan nya hingga membuat orang - orang di sekitar nya ikut tersenyum bahkan menertawakan gombalan nya.

__ADS_1


"Humm.. rasa nya seorang penyair yang akan menjadi suamiku hehe." Dina pun mengimbangi gombalan calon suami nya yang hari ini akan resmi jadi tunangan nya.


***


Risa tidak pergi ke salon, dia hanya bermake up seadanya, bahkan nampak natural, rambut hitam lurus sebahunya dia gerai sehingga menapkan wajah bersinar nya. Rasa malas nya merias wajah mungkin saja bawaan kehamilan nya. Hingga Jhony menghubungi nya bersiap hendak menjeput, Risa pun sudah siap menanti nya di rumah.


Deru mesin mobil terdengar berhenti di depan rumah , Risa langsung berpamitan pada mama dan adiknya, lalu keluar menemui Jhony, dia tidak ingin merepotkan teman nya itu maka cepat - cepat menghampirnya karena acara di mulai jam 10.00 wib.


"Hai Jhon, pagi sekali menjemputku, apa tidak merepotkan mu?." Risa merasa masih jam 08.30 wib Jhony sudah datang menjemputnya, takut nya dia merasa menjadi beban .


"Masuklah, aku sengaja ingin mengajak mu minum kopi, rasa nya minum kopi sendirian di hotel itu hambar, apa aku tidak perlu izin orang tuamu?."


Sambil memperhatikan Risa yang duduk di samping nya, Jhony merasa ada yang kurang bila membawa anak orang tanpa meninta izin atau berpamitan.


"Aku sudah meminta izin dan mengatakan pergi bersamamu. Baiklah mau ngopi dimana kita." Risa menjelaskan bahwa mama nya sudah mengetahui mereka pergi bersama.


"Tidak jauh dari sini ada kopi yang enak jadi sekalian lewat juga , bagaimana?." Jhony menanyakan pendapat Risa jika mereka ngopi di dekat jalan menuju hotel saja supaya tidak terlalu jauh.


"Apakah ini recomended dari Bintang kita hari ini?." Risa menanyakan jika tempat yang akan mereka datang adalah saran dari Doni, karena mereka dulu nya sering nongkrong di cafe ini.


"Haha.. bagaimana kamu tahu, sesering apa kalian menghabiskan waktu, aku saja hampir tidak punya waktu santai." Jhony merasa hanya dirinya yang tidak pernah bisa duduk bersantai di cafe cafe, karena sejak hotel nya menjadi semakin berkembang dan terkenal, maka waktu bagi nya nya hanyalah untuk bekerja.


"Hahha.. itu dulu sewaktu kami SMA dan saat kami pulang menghabiskan waktu liburan di rumah." Risa mengingat bahwa mereka sering bersama saat dirinya menjadi kekasih Abby, namun dia hanya mengatakan saat menghabiskan waktu liburan, karena Risa terus berusaha untuk menghapus sekecil apapun tentang Abby.


Mereka pun sampai di cafe dan memesan kopi , namun Risa memilih memesan jus alpukat, karena baik buat calon baby nya. Setelah selesai minum mereka melanjutkan pergi ke hotel pratama, disana sudah banyak papan ucapan menghiasi tepian jalan menuju hotel. Ini baru acara pertunangan belum lagi nanti acara pernikahan nya. Karena memang Doni terkenal sangat baik dan ramah kepada teman bahkan kolega nya.

__ADS_1


Usia nya yang sangat matang juga sudah banyak di tunggu oleh keluarga bahkan teman - teman nya yang sangat berharap mendapat undangan pernikahan nya.


__ADS_2