
Abby melihat istri nya berjalan bagai raga tak berjiwa, pandangan nya kosong, seperti memikul beban yang teramat berat, padahal saat dia pulang avi nampak sehat walafiat. Abby meletakan hp nya di atas meja, lalu menghampiri nya.
"Apa mama sakit..?" tangan nya meraih jidat sang istri, lalu menempelkan punggung jari nya hendak mengecek suhu panas badan avi, tetapi suhu nya normal, lalu di pandang nya lebih dalam , kedua mata nya sembab, dan avi tidak merespon pertanyaan suami nya, dia tetap mengunci rapat bibir nya.
"Mau saya antar ke dokter..?" tak ada pergerakan sama sekali tatapan mata avi jauh berjalan mundur disaat pertama kali mereka bertemu, tak terbesit sedikitpun luka ini akan menoreh hati nya , apa yang dia lihat dan rasakan dulu hanyalah cinta pada pandangan pertama, meskipun bertemu karena perjodohan.
"Maaa.. maaa.. mama kenapa..? apa yang terjadii..!!" sambil mengguncangkan tubuh sang istri abby terus bertanya kenapa tiba tiba avi berubah dingin.
Seakan jiwa avi di tarik kembali oleh teriakan suaminya, dia pun bergegas bangun setelah tadi hanya berbaring di tepi ranjang.
" Katakan apa salah ku..? katakan dimana kurang nya akuu...? apaa dosaakuu hingga papa tega menyakiti hatikuu..? haahhh..?? huu huu huu" suara nya meledak ledak penuh luapan emosi,dan kembali mengeluarkan cairan bening dari kelopak mata nya yang semakin sayu.. tangan nya menarik kaos yang dikenakan suami nya.
" Maksud mama apa, salah apa?" Abby merasa tidak mengerti maksud pertanyaan istri nya, karena dia sudah lupa kalau teman teman nya pernah memergoki mereka saat berbulan madu di pulau putri, dan itu membuat luka hati avi semakin pedih bagaikan tersiram air garam...
"Hahh... bodoh nya aku percaya sama wajah lugu mu, di belakang ku kamu menjadi buaya darat, dengan wanita mura*** itu..!!" Puncak emosi nya semakin tinggi, bahkan avi berani menunjuk muka suami nya dengan jari telunjuk nya, seolah menegaskan kelakuan suami nya yang telah menghancurkan hati nya menjadi serpihan debu.
"Cukupp...!! Dia bukan murahan, kamu tidak tahu apa apa, jadi jaga bicaramu..!!" Abby pun ikut tersulut emosi nya saat dia mendengar avi menyebut risa wanita murahan, niat nya dia hendak membicarakan nya baik baik tetapi avi justru mencaci risa, Abby langsung pergi meninggalkan avi di dalam kamar mereka, dan keluar menggunakan sepeda motor milik nya yang dulu sering ia gunakan rolling bersama risa dan gank motor nya.
***
__ADS_1
Tibalah dia di depan rumah risa , lalu dengan semangat yang menggebu dia menekan tombol bel rumah ,
ting..tong.. risa dan sari mendengar suara bell berbunyi namun mereka malas membukakan pintu, karena sedang asyik saling bertukar cerita, lalu mama beranjak dari ruang keluarga keluar membukaan pintu.
" Abby... umm.. masukk masukk, duduklah bby, apa mau bertemu risa..? " Mama masih baik seperti saat abby adalah kekasih putri nya, karena mama beranggapan kalau jodoh pasti akan bersama, takdir pun sudah Tuhan tentukan, itu yang selalu mama ingatkan saat risa merasa rapuh mendengar abby menikah dengan orang lain.
" Terimakasih tante, iya apa risa nya ada ? , saya ada perlu sebentar tante , apa boleh membawa nya keluar ?" tanpa basa basi abby langsung meminta izin pada mama, hendak mengajak risa pergi keluar.
"Boleh, tapi jangan lama lama tidak enak di lihat orang" mama memberi izin juga memberinya waktu supaya tidak menjadi gunjingan orang . Lalu mama beranjak memanggil putri sulung nya.
" tok tokk.. kak, ada abby mencari kakak" saat mengetuk pintu mama langsung masuk karena pintu tidak di kunci.
" Ada apa..? kenapa tiba tiba datang...? " risa duduk mendekati abby bertanya apa maksud kedatangan nya, padahal risa selalu melarang suami nya ini untuk mengunjungi nya di rumah orang tua nya, karena tidak ingin di introgasi oleh mama dan papa.
" Gantilah pakean, aku sudah minta izin mama untuk membawa mu keluar !" Suara nya yang biasa nampak tinggi dan antusias kini berubah menjadi lesu dan begitu serius.
" Tidak mau, kan aku sudah ..." kata kata kekeh nya belum berahkir namun abby mengatupkan kedua tangan nya di depan dada bidang nya, dan membuat risa mengerti bahwa ada sesuatu yang sangat penting, setelah menukar pakean nya dengan kaos dan celana jeans mereka pamit kepada mama bahwa hendak keluar.
Sampai di halaman rumah nya risa terkejut mendapati motor sport suami nya masih sama seperti dulu, tidak ada yang berubah sedikit pun, bahkan masih nampak baru, dan terkekeh saat melihat helm yang sama pula sering dia gunakan saat saat jalan bersama.
__ADS_1
" A... dia masihh ada..? " wajah nya tersenyum mengingat kembali kenangan nya bersama, begitu bahagia bagaikan bertemu dengan artis idola nya, risa terkagum kagum, dia pandangin motor itu dengan seksama.
" Cepatlah naik, mama melarangku berlama lama dengan istriku sendiri " Abby mulai bersemangat dan meledek risa istri nya, lalu membawa nya pulang kerumah nya, untuk di pertemukan dengan istri pertama nya.
"Baiklahh, kita mau kemana..?" sambil manggut manggut risa menaiki motor sport dan pikirannya kembali ke masa pacaran hingga tak menghiraukan jawaban suaminya yang hendak mengajak kerumahnya.
" Bertemu avi " menjawab sambil menstarter motor nya jadi suara nya tidak begitu terdengar, risa pun menikmati perjalanan mereka, sepanjang jalan dia hanya tersenyum melihat ke sembarang tempat, benar benar menikmati perjalanan nya.
"Turunlah sayang..!" saat sudah sampai dan berhenti di rumah nya abby merasakan risa masih duduk di tempat nya, lalu meminta nya untuk turun sambil menggoyang goyang kan motor yang mereka naiki. Risa pun tersadar bila sudah berhenti, namun dia terkejut dan panik.
"Hahh.. turun sayang? bukan nya ini rumah mu hah?? benarkan..??" risa merasa aneh tetapi tetap mengekor pada suami nya yang berjalan masuk, lalu menyuruh nya duduk menunggu .
" Duduklah, aku akan keatas sebentar" abby naik menemui avi, ia hendak menjelaskan semua yang terjadi , namun saat dia masuk ke kamar , avi terlihat sedang mengemas pakean nya kedalam trolley bag.
" Apa yang kamu lakukan? aku datang membawa risa, ya risa nama nya, dia adalah pacar pertamaku, dan sekarang dia istri keduaku " Abby meraih tubuh istri pertama nya menghadap pada nya saat avi sedang mengemas pakean dan membelakanginya.
"Apa tidak cukup bagimu melukai hatiku pa, sekarang kamu malah membawanya kemari? , apa perasaan mu sudah hilang di telan wanita itu semua?" Avi masih sangat shock tetapi abby meminta nya untuk mengerti alasan nya bahkan membawa risa datang.
" Aku minta maaf, aku bersalah padamu, tapi aku tidak bisa terus berbohong saat aku menemukan nya lagi, aku terus bersusah payah melupakan risa dari hatiku tapi kami bertemu kembali di kota De dan aku tidak bisa melihat nya terluka lagi. Aku dulu meninggalkan nya begitu saja tanpa alasan apapun demi perjodohan kita. Tapi kali ini aku tidak akan membiarkan nya terluka lagi , dan aku memaksa nya menikah 3 hari yang lalu, Maaf maafkan aku, "
__ADS_1