
Setelah Jaya emosi dan hendak berlalu meninggalkan mereka, Doni muncul disana, raut wajah nya sengaja di tarik seperti orang yang sedang terheran heran akan mimik wajah sahabat nya yang kusut bagai pakean yang tidak di setrika.
"Mau kemana?" menghentikan langkah kaki Jaya yang terburu buru pergi menjauh dari Risa dan Abby.
"Urus saja boss mu yang keras hati itu."
Menjawab ketus tanpa melihat orang yang bertanya dan melanjutkan jalan nya yang sempat terhenti.
Mendekat ke tempat Abby dan Risa yang berdiri di pojokan depan resto, lalu mengajak mereka berbicara baik baik di kamar Abby sehingga bisa menyelesaikan masalah dengan damai.
Saat sampai di dalam kamar , Risa tiba tiba mual mual dan rasa ingin memuntahkan isi dalam perutnya, namun yang keluar hanyalah air ludah yang menguning, membuatnya merasakan perih di lambung nya.
"Kenapa sayang, apa kamu sakit..?" Abby dengan telaten mengusap mulut istri nya dengan tisu, nampak begitu khawatir akan kesehatan istri nya.
"Mungki aku kurang tidur karena banyak pekerjaan dan sering lupa makan." Risa berbohong pada suami nya karena tidak ingin menggagalkan rencanya untuk bercerai, sudah pasti Abby akan menolak jika tahu saat ini dia sedang mengandung anak nya.
"Tunggu sebentar , aku akan mencarikan minyak gosok untuk mu." Abby yang panik melihat istri nya pucat, hingga tidak sadar ada Doni juga disana yang biasa dia suruh suruh bila membutuhkan sesuatu, hingga dia pergi mencari kan minyak gosok sendiri untuk istri nya itu. Doni pun membiarkan nya pergi.
Suara gesekan sepatu high hill terdengar mendekat ke kamar , Doni merasa kan ada yang datang , dan sudah pasti wanita pikirnya, namun siapa dia tahu kamar milik boss nya.
Penasaran nya pun terjawab saat Avi masuk dan mendekat ke arah Risa.
"Sudah aku duga kamu hanyalah wanita licik.. bilang akan meninggalkan suami ku, tapi apa..? hah..? kamu justru menikmati fasilitas suamiku, dasar wanita murahan, ingat ya , aku tidak akan membiarkan kamu merebut suamiku..!"
epilog
Avi teramat sangat emosi, dia memang sengaja datang ke kota De hendak menemui Jaya dan meminta untuk mempertemukan nya dengan Risa, ingin memohon agar benar benar pergi dari hidup suami nya, namun saat di tengah perjalanan, ia melihat mobil suami nya di lampu merah , namun Abby terlalu cepat mengendarai mobil hingga datang lebih dulu.
__ADS_1
Hingga pikiran nya terus berpacu akan Risa dan Abby yang tengah menjalin kasih di belakang nya. Setan setan dalam kepala nya terus meracuni pikiran nya , mengatakan bahwa suami nya tidak lagi membutuhkan nya, dan dia tidak lah penting bagi Abby saat ini. Bagaikan gunung berapi yang akan meletus dan siap menyemburkan lava panas.
"Hati mu benar benar jahat, munafik, wanita tidak tahu malu, dasar pelakor.." tangan nya mulai panas dan menarik rambut panjang Risa
"Sudah cukup..!" Doni menarik Avi yang terus menyerang Risa, sedangkan Risa hanya terdiam menerima serangan dan cacian dari Avi.
Risa menangis air mata nya membanjiri wajah halus nya, namun suaranya tidak terdengar sedikitpun, hingga membuat Avi terus mencaci nya, seakan luapan emosi nya tidak pernah reda.
Abby yang berlari membawa minyak gosok pun bergegas masuk mendengar keributan di dalam kamar nya.
"Avi... cukup, hentikan..!" Wajah nya memerah seketika saat melihat istri nya terus menarik rambut Risa, meskipun Doni menarik tubuh nya tetapi Avi terus memberontak dan semakin kuat menggengam rambut Risa hingga nampak beberapa rambut terlepas.
Mendengar teriakan suami nya Avi seakan tersengat aliran listrik, tubuh nya melemas dan pasrah pada dekapan Doni, suara tangis nya semaki pecah. Risa pun terduduk lemas di tempat nya berdiri, hingga Abby datang dan langsung menggosokan minyak yang tadi dia beli di mini market hotel.
"Apa yang kamu lakukan hah..?" Terkejut saat mendapati kedua tangan istri keduanya penuh dengan cakaran kuku dan meninggalkan darah di tangan nya.
"Risa..ya Tuhan, kenapa ini..?" Tanpa rasa takut Abby akan memukul nya lagi, Jaya merasa Risa sedang terpuruk lalu mendekati nya, dan sangat terkejut melihat luka bekas cakaran di setiap kulit mulus tangan nya.
"Semua ini gara gara sifat egomu." Bukk.. Jaya spontan menghantam kan kepalan tangan nya ke wajah tampan Abby, tanpa persiapan Abby pun oleng di buat nya, bibir nya pun pecah dan mengeluarkan darah.
Risa pun berteriak kaget akan perbuatan Jaya pada sahabat nyabsendiri. Dan Doni segera berdiri melerai namun ternyata Abby terunduk pasrah hanya mengusap luka nya pelan.
"Cukup.. kita bicarakan semua nya baik baik, duduklah semua." Doni merasa kesal akan sifat sahabat nya yang kekanak kanakan semua, lalu menyuruh mereka duduk bersama.
"Maaf kan aku Avi, aku memang berjanji akan meninggalkan Abby, dan mulai sekarang kita ber cerai bby. Maaf jika aku sudah melukai kalian."
Risa langsung memulai lebih dulu karena dia berada disana juga bertujuan menyelesaikan masalah perpisahan nya dengan suaminya itu , karena Abby ingin mendengar langsung dari mulut nya. Namun justru membuatnya terluka jiwa dan raga nya.
__ADS_1
"Jay, ayo kita pulang." Setelah meminta maaf pada Avi dan memutuskan bercerai dengan suaminya ia langsung meminta Jaya menghantarkan nya pulang, perasaan nya semakin sakit saat ia harus merelakan cinta nya pergi dari hidup nya lagi untuk itu dia memilih cepat pergi dari sana.
"Sayang tunggu... aku tidak bisa hidup tanpamu."
Abby berdiri hendak menarik istri kedua nya namun Doni mencegah nya.
"Sudahlah, bukankah kamu sudah berjanji menerima keputusan dari mulut Risa sendiri, lihat lah ada istrimu yang menunggumu."
Abby terduduk kembali di sofa dan Avi datang menghampiri nya, sementara Risa sudah pergi berlalu dengan Jaya, dan Doni pun meninggalkan sepasang suami istri itu.
"Pa... maafkan mama." Avi merasa bersalah sudah membuat kekacauan.
"Minta maaflah pada Risa." Abby merasa istri nya sudah kelewatan melukai Risa sehingga ia ingin maaf nya itu dia ucapakan untuk Risa bukan untuknya.
"Semua gara gara dia, mengapa aku harus meminta maaf padanya." Membalikan badan nya seakan tidak rela harus meminta maaf pada wanita yang sudah merebut suami nya.
"Dia sudah rela meninggalkan ku demi siapa.. hahh..? jika tidak memikirkan mu dan anak kita aku tidak akan membiarkan dia pergi dari ku lagi, dan perlu kamu ingat , sejauh apapun dia pergi hatiku tidak bisa berpaling dari nya..!"
***
TOLONG MENOLONG DONK ...SAYA TOLONG BUAT UP PANJANG, DAN TOLONGIN BUAT VOTE, LIKE NYA , VOTE GRATIS YA KAKAK .
CARANYA:
*Buka pointku lalu klik ambil point nya di setiap membaca kita akan mendapat kan point point ya kakak.
THANKS
__ADS_1