Istri Keduaku Adalah Cinta Pertamaku

Istri Keduaku Adalah Cinta Pertamaku
Belajar Melupakan


__ADS_3

Dina menghampiri Doni yang tengah duduk menikmati secongkir kopi buatan nya sambil memperhatikan layar hape nya.


"Sayang, nanti malam kita jadi kan?." sengaja menjatuhkan tubuh di samping Doni, hingga membuat nya harus berpaling dari layar hape.


"Jadi sayang, apa seh yang enggak buat mu." melirik sang pujaan hati dan memainkan alisnya naik turun sebelah mata penuh rayuan.


"Umm..so sweet banget sehh, jadi apa mereka sudah tau semua?." Menarik lengan dan mengalungkan tangan nya .


"Semua beres, pergilah mandi lebih dulu." menyeruput kopi lagi.


"Baiklah sayangku." Bergegas melaksanakan titah sang terkasih.


***


Sesampai nya di rumah Abby. dan Avi di sambut oleh buah hati nya.


"Papa sama mama mana hadia buat kakak ?." Menegadahkan kedua telapak tangan nya pada orang orang tua nya.


"Tadi papa belum sempat membeli nya, karena rindu berat sama princes papa ini."


Berlutut di depan putri tersayang nya dan hendak memeluk dan melepaskan kerinduannya.


"Kalau tante Risa selalu memberiku hadiah, masa papa sama mama tidak." Mendorong tubuh papa nya bahkan mengacuhkan nya dan membandingkan nya dengan Risa.


"Sayang bagaimana kalau hadiah nya nanti malam mama ajak kakak bertemu tante Risa." Membujuk sang putri yang mulai merajuk .


"Benarkah ma...? memang tante Risa ada disini ?." suara nya berubah girang, mengingat kenangan bahwa tante Risa orang yang menyenangkan saat di ajak bermain dan pernah memberi nya hadiah mainan.


Dalam ingatan seorang anak mereka yang membuat nya bahagia lah yang akan selalu membahagiakan hatinya. Seberapa jauh orang itu berada akan selalu dia rindukan.


Setiap masalah orang dewasa juga tidak harus seorang anak ikut mengetahui nya, supaya hati nya selalu riang , di masa tumbuh kembang nya wajib seorang ibu menyuguhkan kebahagian jasmani dan rohani, begitulah yang telah di tanamkan oleh Avi dan kini dia sudah menyadari bahwa benar Risa telah menepati janji nya dan telah menyesali kesalahan nya, begitu juga dengan suami nya yang telah menunjukan bukti bahwa dia bersungguh sungguh , bahkan sekarang dia lebih perhatian.


Mungkin hidup memanglah tercipta pahit dan manis, setelah kepahitan yang aku rasakan, kini buah buah kemanisan yang aku akan peroleh jika aku berdamai dengan diri ku sendiri .

__ADS_1


Yaa... berdamai dengan diri sendiri, sesungguh nya setiap orang mempunyai kesalahan , emosi ku justru memperburuk diri ku sendiri.


Aahh.. biarlah kami memulai hidup baru dan cinta baru , yaa..cinta yang sesungguh nya dari suami ku, bukan cinta karna paksaan perjodohan lagi.


Trimakasih ya Allah, akhirnya aku mendapatkan jiwa dan raga suamiku, setelah luka hatiku dan ampunilah sikap jahatku. Amin.


"Ma..maa.." Bita masih bertanya tapi Avi justru membawa pikiran jauh pada hati nya untuk menerima maaf dar Risa dan akan merubah diri seperti yang di katakan suaminya.


"Mamaa.." Abby mengusap lembut pucuk kepala istri nya, membawa kesadaran Avi kembali.


"Iya sayang, bagaimana..mau..? Kembali bertanya pada sang putri.


"Mauuu.. maa. janji ya." memberikan jari kelingking nya seperti biasa saat dia ingin janji


" Baiklah nanti sore kita pergi bersama." memberikan kelingking juga hingga mereka menyatukan dua kelingking.


Bita kembali bermain bersama mba sum , setelah Avi memberi tahu sore hari mereka harus bersiap. Avi dan Abby naik ke kamar yang ada di lantai dua.


"Ma, trimakasih mama sudah memaafkan papa dan Risa, papa berjanji meskipun cinta mama bukan yang pertama tapi mama selamanya buat papa."


"Apa papa salah, kenapa mama menangis..?."


Memastikan ucapan nya tidak ada yang salah hingga membuat istrinya berurai air mata.


"Tidak, mama sangat bahagia, ahkirnya mempunyai keluarga yang seutuhnya." melepaskan pelukan dan menatap wajah sang suami.


"Mama harus berterimakasih pada Risa, karena sudah menyadarkan papa untuk mencintai mama dan bukan sekedar memiliki." Berharap belajar melupakan cinta pertama dengan menjadi sahabat nya kembali , dirinya bahkan keluarga nya.


"Benar, mama sudah banyak melukai nya, dan akan lebih baik kita menjalin silahturahmi , Bita saja sangat menyukai nya itu berarti hati nya memang tulus pada kakak."


Menyakinkan suaminya bahwa hati nya sudah lebih baik, dan sadar selama ini perbuatan bahkan perkataan nya juga melukai Risa.


Abby pun semakin yakin bahwa Cinta pertama tidak lah selalu menjadi pemilik hati. Dan cinta itu indah jika saling menerima dan mengasihi. Mereka pun terbawa suasana hingga sama sama merasakan jatuh cinta, entah siapa yang memulai nya namun mereka sudah sama sama menikmati indah cinta yang lama mereka acuh kan. Hingga tanpa sadar mereka sudah terlelap bersama di sore hari.

__ADS_1


"Tokk.. tokk.. pa.. ma.." Bita mengetuk pintu kamar mama papa nya namun tidak ada jawaban.


"papaa... mamaa... maa... ayooo ini sudah sore !." Umm.. pasti masih tidur, kecewa lalu meninggalkan kamar .


Avi membuka mata dan mendengar Bita memanggil manggil .


"Ohh..pasti kakak sudah tidak sabar,pantas saja sudah jam lima sore." Melihat disebelah nya Abby tengah tidur pulas, di raba wajah putih mulus suaminya.


"Paa.. bangun, kakak sudah tidak sabar." menepuk pelan pipi Abby hingga terbangun.


"Ya.. baiklah, ayo kita mandi bersama, papa ingin kita sama sama membersihkan hati." Memeluk tubuh sang istri dari belakang dan menyandarkan kepala pada punggung Avi.


"Kalau mandi itu membersihkan diri bukan hati pa.." Membetulkan kata gimbalan suaminya.


" Oyaa.. sudah ganti ya kata kata nya ma hahahah." tertawa renyah lalu membalikan tubuh Avi dan meraih bibir nya hingga kedua nya saling melepaskan beban di hati yang selama ini sama sama mereka pendam, ******* demi ******* membawa mereka kembali merasakan cinta.


"Baiklah mandilah , papa akan menemui princess kita, pasti dia sedang merajuk lagi hahhaa." Menyudahi aktifitas nya lalu turun menemui sang princess.


Dan benar saja saat sampai di pintu kamar bermain Abby tidak langsung masuk tapi berhenti mendengar ocehan ocehan putri kesayangan nya.


"Tuh kan papa sama mama hanya janji janji saja tapi bohong, kakak kesal tahu mbakk.."


"Apa coba pakai janji, kan kakak beneran pengen ketemu tante Risa, iyakan mbaakk.. mbak Sumi dunk yang bangunin mama..!" Bicara sangat kesal dan sewot hingga meminta mba Sumi yang ngebangunin mama nya.


"Hayoo.. kenapa neh marah sama mba Sumi, gak baik loh marahin mbak nya." Abby masuk dan membuat Bita langsung berhambur dalam gendongan papa nya.


"Mama sama papa di panggil gak ada semua, kan sudah janji ketemu tante Risa." merenggek seakan janji nya tidak terpenuhi.


"Mama lagi mandi sayang, makanya mama gak dengar kakak panggil panggil, mana mungkin mama lupa." Memberi alasan yang tepat sehingga sang princess kembali tersenyum.


Dan mereka semua pun sudah bersiap dan hendak pergi menuju cafe yang sudah di beritahukan oleh Doni.


***

__ADS_1


Kurang semangatt neh .. mana vote nya kakak, yukk ahh sama sama saling bantu. Aku bantu up panjang setiap hari lohh..


Yang sudah vote makasii yaa..🙏


__ADS_2