
Setelah 2 bulan berlalu Abby dan Avi meneruskan rumah tangga mereka dengan semakin di dukung oleh mami yang lebih sering berkunjung ke rumah mereka. Bahkan mami dan Avi telah menyewa orang diam diam di kantor Abby untuk mengawasi nya jika saja masih suka bertemu dengan Risa. Sesungguh nya ada saja hal yang membuat Abby teringat akan Risa bahkan dari hal hal kecil kebiasaan mereka minum es lemon tea yang sekarang justru istrinya yang sering membuatkannya karena dia pikir itu minuman kesukaan suaminya, sayang nya itu minuman kesukaan Risa yang diikuti oleh Abby.
"Pa..minumlah aku special membuatnya untukmu." Menyodorkan segelas lemon tea di atas meja kerja suaminya yang ada di rumahnya.
"Ya, terimakasih." Menjawab singkat dan masih sibuk dengan pekerjaannya.
"Mama tinggal ya, mau melihat kakak Bita apakah sudah tidur." Memeluk dari belakang kursi kerja suaminya.
"Ya." Menjawab singkat tanpa menghiraukan pelukan dan ciuman dari istrinya.
Jhony semakin bersemangat dalam setiap langkah nya, apa lagi sejak Risa kembali ke koto De, bahkan kakek dan Jhiny ikut berkunjung ke rumah Risa. Merasa tidak pernah mendapat kasih sayang dari kedua orang tua apa lagi mama setelah kepergian mereka karena kecelakaan lalu lintas membuat Jhiny lebih manja kepada Risa. Dan bersahabat dekat dengan Sari karena usia Jhiny hanya terpaut 1 tahun dari Sari yang menjadi kakak tingkat nya di kampus.
Sudah jam makan siang,Risa masak apa ya..
Memikirkan Risa yang berapa hari ini tidak bisa ia temui karena banyak nya pekerjaan karena semakin hari hotel nya semakin rame pengunjung dan juga banyak events yang menyewa hotel Djaya. Mengambil hape yang ada di atas meja kerja nya dan menghubungi Risa langsung.
Tut.. tut..khas bunyi sambungan telfon yang mulai tersambung ke no tujuan.
"Yaa selamat siang, kantor polisi di sini, ada yang bisa di bantu ?" hihiii.. menahan tawa saat mengerjai Jhony yang suka ngusilin dirinya.
"Ha.. apa kantor polisi, maaf.. maaf.. salah sambung." Terkejut lalu mematikan sambungan telfon nya saat dirinya menghayal Risa sudah datang dengan membawakan makan siang untuknya namun ternyata kantor polisi yang menjawab nya.
Perasaan tadi bener deh no nya Risa.
Menatap layar hapenya kembali dan melihat history panggilan keluar.
__ADS_1
Yaa..ampunn, kenapa aku bisa kena juga ya, iseng banget seh ngerjain calon suami sendiri,ha ha ha.. boleh banget caranya...
"Kiki, saya keluar makan siang." Mengambil kunci mobil dan berlalu pergi setelah berpamitan dengan skretarisnya.
"Baik pak." Menganggukan kepala saat Jhony melewati mejanya.
Sebelum sampai di rumah Risa yang tidak terlalu jauh dari Hotel Djaya yang bersebrangan dengan Hotel Pratama pikiran nya bekerja keras mencari cara untuk mengerjai kekasih nya.
Umm.. kurir jadi jadian bisa kalii buat ngerjain balik, ho ho hoo
Jhony berhenti di sebuah toko yang menjual ayam penyet dan membeli nya beberapa porsi lengkap kemudian ia bawa ke rumah Risa, dalam perjalanan tak henti henti nya dia tersenyum sendiri membayangkan reaksi calon istri nya yang akan dia usilin.
Saat mobil sudah dekat dari rumah Risa dia sengaja memarkirkan nya di depan rumah tetangga agar tidak ketahuan misi balas dendam nya. Berjalan menenteng beberapa bungkus makanan dan mengenakan masker yang menutup wajah nya hingga topi yang menyempurnakan penyamarannya.
Ting tong.. Ting tong.. sengaja memencet bel berkali kali karena begitu penasaraan akan keberhasilan misi nya.
"Saya pak Jhony, tolong panggil Bu Risa, tapi jangan bilang kalau saya, bilang saja ada kurir antar pesanannya, ok.." Huhh kirain Risa, iya juga dia kan jarang sekali bukaain pintu ha ha lupaa dehh.
Tertawa cekikikan sendiri namun hanya dirinya yang tahu dan mendengar. Setelah karyawan yang di minta memanggilkan Risa berhasil membuat nya terpaksa keluar karena di bilang pesan makanan, padahal dia tidak merasa melakukannya.
"Maaf ya mas, saya ngak pesan apa apa hari ini, mungkin mas nya salah alamat." Risa keluar dengan celana pendek dan kaos oblong nya serta rambut nya yang tergerai makin menampakan wajahnya yang. trrlihat imut dan muda.
"Hemm.. tapi alamat nya tidak salah mba, ini atas nama Risa dengan no telefon. 08136464**** apakah ini no telfon mba Risa ?" Jelas saja no telfonnya benar dan dengan mudah mas kurir gadungan ini menghafal karena di balik masker dan topi polos milik nya ada wajah yang sangat tampan yang selalu mengagumi customer tercinta ini.
"Iyaa benar, aduhh siapa seh yang iseng ini, ya udah deh berapa semuanya, sebenarnya saya beneran ngak pesan tapi saya ngak tega sama mas nya." Nampak binggung karena ada saja kesalahan yang membuat nya harus menanggung ulah orang lain dan dirinya merasa tidak tega lagi jika harus mas kurir nya yang harus menanggung.
__ADS_1
"Semuanya sudah di bayar lunas mba via transfer, saya hanya di minta menghantarkan saja." Menyerahkan kembali kantong kantong di tangannya yang tadi sempat di tolak Risa.
"O begitu, wahh rezeki namanya ini, ya sudah ini buat mas satu deh." Menyerahkan balik satu bungkus ayam penyet.
"Makasii mbak tapi saya mau nya makan di suapin mba nya." Mengambil pemberian Risa namun meminta untuk di suapin sambil memegang tangan Risa.
"Heiist.. jangan kurang ajar ya." Melepaskan paksa tangan Jhony yang mengambil kesempatan saat dirinya memberikan sekantong bagian untuknya.
"Ha ha haa.. marah ya mbaa, tambah cantik loh mba.." Tertawa terbahak bahak merasa berhasil akan misi balas dendam nya lalu membuka masker dan topi nya namun sayang Risa sudah lari ke dalam rumah dan secepat kilat dia ikut berlari mengejarnya.
"Sayang ini akuuu, ha ha ha.." Berteriak mengakui dirinya hingga membuat Risa berbalik badan.
"Yaa Tuhann, iseng bangett sehh.." Mencubit kecil perut Jhony lalu menggelitiki nya. "Rasain ya, isengin aku terus kerjanyaa." Masih tidak ingin melepaskan gelitikan nya hingga para karyawan nya ikut menertawakan Jhony yang meminta ampun karena tidak tahan di gelitiki.
"Ampun sayang..maaf, maaff banget ha haha haha.." Tertawa geli karena tubuhnya begitu sensitif. "Aku sangat laparr, ayo kita makan." Saat mendengar Jhony kelaparan Risa menghentikan menghukum nya karena sudah mengerjai dirinya, lalu mengajaknya meninggalkan ruangan karyawan dan meninggalkan beberapa bungkus untuk mereka.
"Biasa selalu sibuk, kenapa datng tiba tiba." Sambil berjalan Risa bertanya maksud kedatangan calon suaminya yang setiap hari nya selalu saja sibuk.
"Karena rindu ini sudah terlalu berat sayang." Mengalungkan tangan nya ke leher Risa yang berjalan di samping nya.
"Dasar raja gombal yaa ha ha ha." Mencubit kembali perut Jhony yang masih saja iseng dengan gombalannya.
"Ini bukan gombalan sayang tapi hati ini serius,hatiku sudah tidak bisa menampung besar nya rinduku padamu." Mengacak acak rambut Risa yang tergerai.
"Mau makan ini atau makan masakan ku..?" Menawarakan masakan yang setiap hari memang ia selalu sempatkan karena Sari selalu membawa bekal saat ke kampus.
__ADS_1
"Masakan calon istri dunk..." Menarik kursi saat mereka sudah ada di depan meja makan.