
Merasa semakin nyata pikirannya bahwa memang dirinya pernah bertemu dengan sang kakek waktu bertemu di lift saat acara pertunangan sahabatnya.
"Yaa..yaa.. benar kakek yang waktu itu meminta Jhony.." Menatap dengan seksama wajah sang kakek.
"Iyaa kamu memang luar biasa, kakek pernah meminta aku untuk segera menikahimu, maka nya sekarang aku datang menunaikan amanah kakek, biar ngak di bilang cucu durhaka.. kan benar kan.." Tidak ingin Risa semakin penasaran Jhony membantunya mengingatkan masa dimana kakek memberi nya selamat saat tidak sengaja bertemu di dalam lift sedang berduaan dengan nya.
"Kakekk... kenapa kakek bilang begitu..?" Tanpa dia sadari suaranya terdengar manja seperti seorang cucu dengan kakek yang sedang bercanda.
"He hee karena kakek tidak perr..nah sekalipun melihat bocah gendeng ini membawa wanita dan kakek tidak sengaja membaca diary nya saat berasa di kamar nya." Aura bahagia muncul di wajah kakek saat menceritakan cucu nya meskipun dia bilang gendeng.
"Kakekk.." Melirik wajah yang ada disamping nya. "Kakek kepo bangettt ho hoo.." Mengusap wajah nya malu saat teringat isi diary nya yang bercerita tentang hatinya yang hanya bisa menunggu dan terus menunggu cinta Risa.
"Lohh kok mas Jhony." Sari muncul membawa minuman dan makanan yang akan di sajikan untuk Abby dan keluarga nya.
"Adek bikin minum apa bikin gula lama banget." Risa menyindir Sari sambil tersenyum menutup mulutnya.
"Tidak apa apa Sar, sini mas Jhony haus." Melambaikan tangannya memanggil Sari dan meminta minuman dan kue yang di bawa nya.
"Maaf biasa anak gadis pak, baru belajar he hee." Papa ikut ngeledek putri bungsunya.
"Sama adenya Jhony juga begitu, malah ngak bergerak kalau kita ngak minta." Kakek teringat akanJhiny cucu nya yang paling manja.
Tak terasa mereka semakin akrab dan tiba saat Jhony meminta jawaban dari wanita yang sudah di nanti nya bertahun tahun lalu.
__ADS_1
"Ris, cinta bisa datang saat kita mau, jadi sekarang intinya apakah kamu mau..?" Keringat dingin mulai membasahi wajah dan baju nya terlihat begitu tegang saat mengungkapkan maksud kedatangannya untuk melamar Risa.
"Mau apa.." Seolah cuek tidak mengerti maksud Jhony hingga semua yang ada disana terlihat tegang hingga mama memanggil nama nya lembut.
"Risaa.." Pelan dan terdengar hangat nya seorang ibu yang mengingatkan anak nya saat emosi.
"Mau cintaku." Jhony menjawab gugup
"Aku tidak mau cinta, aku mau rumah, mau berlian dan mau candi." Menaikan satu kaki nya dan bertumpu pada kakinya sendiri sambil menyilangkan kedua tangan di dada.
"Iyaaa.. semua akan aku berikan untuk mu, aku janjii, sungguh aku janji akan memberi mu rumah terindah dan semua yangbkamu inginkan." Tidak lagi bisa menahan gejolak hati nya, sehingga apa yang di katakan Risa ia berjanji akan memberi nya.
"Ha haa haha.. kamu pikir aku matre." Tertawa geli.
"Kakek lihat cucu kakek wajah nya sangat lucu saat tegang." Menertawakan dan menunjuk wajah Jhony yang ada di hadapan nya.
"Ha ha haa kalian cucu cucuku yang lucu lucu." Tanpa terasa air mata kakek Hadi membasahi pipi nya.
"Kakek kenapa kakek menangis..?" Terdiam "Maafkan Risa kek tidak bermaksud jahatbpada Jhony." Berdiri mendekatinkakek yang duduk di hadapannya dan merasa sangat bersalah.
"Tidak.. tidakk kamu tidak salah nak, kakek terlalu bahagia, sudah lama sekali kakek tidak merasa bahagia seperti ini, apa lagi Jhony dan Jhiny selalu sibuk, kakek merasa kesepian tapi malam ini kakek seperti kembali ke masa masa mereka kecil yang selalu ada waktu membuat kakek tertawa." Mengusap air mata nya hingga membuat Risa memberanikan diri memberi pelukan untuk kakek di susul oleh Jhony dan kakek memanggil Sari yang juga dia anggap sebagai cucu nya sendiri.
Papa dan mama merasa terharu hingga ikut berkaca kaca menyaksikan kasih sayang kakek Hadi yang baru saja mereka kenal.
__ADS_1
"So.. apakah kita akan menikah?" Melepaskan pelukan kakek bersama sama , beralih menatap Risa.
"Kembalii ke lap.. toppp ha ha, masuk ahh adek kan masih kecil.." Berlalu dari duduk nya. "Terimaa.. terimaaa..o..o..terimaa.." Menggengam jari jari nya lalu menggentak hentakan setengah kengan nya.
"Pa.. ma..?" Menoleh ke papa mama dan hanya di jawab anggukan oleh kedua orang tua nya.
"Aku.. aku akan belajar menerima mu." Mengembungkan kedua pipinya dengan menutup mulutnya. "Tapi bersabarlah beri aku waktu, kamu tahu kan aku baru saja berduka." Menundukan wajah nya teringat akan kisah yang sangat pilu dan tak bisa lepas begitu saja dari ingatannya.
"Yaa.." Secepat kilat setuju dengan permintaan Risa. "Aku janji menunggu sampai kamu siap peace."Mengangkat dua jari sambil tersenyum meringis dan dengan usil nya menempelkan dua jari peace nya ke wajah Risa saat menatap nya tanpa berkedip.
"Aa...usil banget seh.." Menghempaskan tangan Jhony dari wajah nya.
"Karena sudah tersampaikan niat kami dan mendapatkan balasan yang sangat membahagiakan buat cucu tercinta , jadi saya mohon pamit dan terimakasih banyak sudah berkenan menerima kami." Kakek berpamitan dan banyak mengucapkan terimakasih.
"Kami juga mengucapkan banyak terimakasih karena sudi berkunjung kerumah kami, dan semoga hubungan keluarga ini akan terjalin lebih baik lagi, mohon maaf jika kami tidak bisa memberi jamuan." Membalas rasa terimakasih yang di sampaikan oleh kakek. "Sudah malam apa tidak sebaiknya menginap saja." Papa meminta tamu untuk menginap karena malam mulai larut.
"Trimakasih banyak tawarannya, kami sudah reservasi hotel di sini." Berdiri memberi salam ke dua orang tua Risa diikuti oleh Jhony yang juga bersalaman kepada calon mertua nya. "Nanti jika cucu kakek membuatmu bersedih jangan sungkan untuk bercerita kepada kakek, biar kakek pukul pantatnya pakai rotan, yaa.. jaga dirimu baik baik nak." Menyapu lembut pucuk kepala Risa saat hendak berpamitan dan mengusap usapnya lembut seperti cucu tersayang nya.
"Siapp kakek , hati hati ya kek.." Mencium punggung tangan kakek saat bersalaman.
"Aku pulang dulu, jangan terlalu memikirkan aku ya sayang." Memegang kedua tangan Risa dan mengayun ayunkan nya merasa salah tingkah atas perasaan bahagia yang tak terkira karena lamaran nya di terima oleh wanita yang sudah lama dia nantikan.
"Ciee.. ciee.. sayang nie.." Suara Sari tiba tiba muncul dan begitu iseng menggoda calon kakak iparnya sehingga membuat Jhony replek melepaskan genggaman tangan mereka.
__ADS_1
"Pulang ya dek, nitip kak Risa ya." Melambaikan tangan dengan senyum bahagianya.
"Aman tuhh, jangan lupa bonusnya yaa ha ha ha.." Tertawa melihat ekspresi Jhony yang salah tingkah berjalan sambil terus menatap wajah kakaknya.