
Risa mendengar tawa bita yang mengelegar di ruang bermain , lalu dia berjalan mencari sumber suara yang tak jauh dari ruang tamu tempat dia menunggu abby.
"Wahh seru sekali, sedang bermain apa cantik..?" setelah menempukan asal suara, risa masuk kedalam ruang bermain yang sengaja tidak di kunci hingga menampakan orang yang ada disana, lalu menyapa ramah kepada putri cantik yang sedang bahagia .
" Sedang bermain boneka lucu, dia bisa pipis sendiri, juga bisa menangis " bita menjelaskan permainan yang membuat nya tertawa sangat kencang, dalam hati risa mengatakan kalau dia tidak salah pilih mainan, ternyata bita sangat menyukainya.
" Apa Bita menyukainya nya..?" tubuh nya mengikuti rasa senang nya hingga dia jongkok menatap senyum sang pemilik boneka lucu, menunjukan dirinya ingin ikut bermain.
" Suka, tante siapa ?" jawaban singkat dan sangat polos terucap dari bibir mungil nan indah, hendak tau siapakah risa hingga menycbut nama nya.
"Kenalin saya Risa " bagaikan bertemu dengan teman masa kecil nya, mereka berdua seakan memeliki kesamaan bermain hingga membuat keduanya saling berkenalan lalu tanpa aba aba mereka sudah tertawa bersama , saling menikmati peran nya masing masing dalam bermain boneka.
***
Sementara Sari yang sudah bersiap hendak pulang ke kota De bersama kakak nya tengah sibuk mondar mandir menunggu sang kakak , mereka sudah berjanji sore ini akan kembali tetapi Risa belum juga pulang .
Kakak lama sekali, sebenarnya pergi kemana mereka? apa kakak lupa kalau kita akan kembali, hu'uhh.. baiknya aku telfon saja deh..
Tut.. tut.. tutt... Sari pun menelfon sang kakak saat dirasa telah menunggu nya lama. Bahkan Sari sudah nampak seperti security yang bolak balik mengawasi pintu, menunggu kedatangan kakak nya.
__ADS_1
" Iya, hallo dek..?" Risa menjawab panggilan masuk nya dengan santainya membuat sang adik yakin bahwa kakak nya memang lupa kalau akan kembali ke kota De.
"Kak , kenapa belum pulang, kita jadi kan kembali hari ini?" Pandangan mata nya menerawang tinggi ke atas langit langit kamar nya pikirannya membawa Sari ke kota De, kota yang telah menemani masa remaja nya.
"Ya ampun , kakak lupa, baiklah tunggu kakak pulang" Benar saja prediksi Sari bila kakak nya lupa akan ada perjalanan kembali ke kota De. Setelah mematikan telfon nya, Risa meminta tolong kepada mba sum untuk memanggilkan tuan nya, lalu dia juga berpamitan kepada bita.
"Bita cantik, tante pamit dulu ya, lain waktu kita main lagi." Bahkan sesungguh nya dia pun tak rela menghakiri permainanya bersama bita, serasa kembali ke masa kecilnya yang senang sekali bermain boneka bersama mama hingga sering lupa tidur siang ataupun tertidur bersama boneka mainan nya.
"Yahh, kakak masih ingin bermain." Sambil menggendong sang boneka Bita merasa tidak rela jika harus menyudahi permainan mereka, hingga meminta Risa untuk datang kembali dan main bersama nya.
Abby yang telah di panggil oleh mba Sum pun turun menemui Risa dan langsung menghampiri ke ruang bermain bersama buah hatinya, dia sempat menyaksikan putri kesayangan nya itu merengek meminta Risa untuk datang bermain lagi, membuat nya yakin Risa adalah istri yang perhatian dan bijaksan karena mau menyayangi anak semata wayang nya.
"Papa, kakak bermain boneka bersama tante Risa, ini sangat menyenangkan." Sambil menunjukan boneka baru nya ke arah papa nya , Bita mengatakan isi hatinya yang telah berbahagia mendapatkan teman bermain yang seru.
" Kalau begitu kapan kapan papa akan bawa kakak bermain lagi bersama tante , tetapi sekarang papa harus menghantar nya pulang, kakak sama mba Sum ya." Bita di serahkan kepada baby sitternya dan setelah Risa berpamitan , Abby menghantarkan nya pulang tetapi kali ini menggunakan mobil karena ada hal yang ingin dia bicarakan.
"Maaf tadi meninggalkan mu lama sayang.." Abby meminta maaf karena dia tidak berhasil membujuk istri pertama nya untuk bertemu Risa, yang niat nya akan dia perkenalkan sebagai istri kedua nya.
Epilog
__ADS_1
"Aku ingin memperkenalkan dia padamu, dia tidak seburuk pikiran mu ma.." Abby terus meyakinkan avi untuk menerima keadaan yang telah terjadi , hingga dia tidak menyadari bahwa saat ini avi telah terluka bahkan avi menghentikan aktivitasnya mengemas pakean meluapkan jeritan hati nya yang tak juga di dengar oleh suaminya.
" Aku hanya wanita biasa yang mempunyai hati yang sangat kecil, tapi hati kecil ini aku jaga aku persembahkan hanya untukmu pa, tapi apa..? engkau merobek nya, bahkan sekarang engkau menyiram nya dengan air garam, pedih bahkan teramat pedih aku rasakan." Avi memukul dada nya sendiri , menunjukan betapa pedih luka yang telah Abby buat, entah obat apa yang bisa menyembuhkan nya ia pun tak tau, bila saja luka itu mengering dia yakin akan menimbulkan bekas yang mendalam.
Abby meraih tubuh sang istri namun avi mendorong nya, seakan jijih membayangkan suami nya bersama wanita lain , dan justru kembali membawa nya bersama. Hati Abby pun iba, karena baru kali ini melihat avi terpuruk, dan duduk terdiam di sofa pikiran nya membayangkan betapa hancur pula hati Risa saat mendengar nya menikah dengan orang lain, bahkan dia harus mendengar berita perkawinan kekasih nya dari mulut orang lain.
Lalu terdengar pintu di ketuk oleh mba Sum yang di minta Risa untuk memanggilkan tuannya, mengatakan kalau Risa hendak pulang, membuatnya menghentikan pikiran ke masa lalu Risa.
***
"Aku tidak apa apa sayang, sepertinya memang waktu nya belum tepat, aku sangat tahu dia sedang terluka, nanti bila sudah membaik aku akan datang meminta maaf pada nya sayang." Risa menenangkan hati suami nya yang terlihat sangat cemas, bahkan dia berjanji akan datang meminta maaf sendiri pada istri pertama nya, seolah dia sangat paham atas apa yang pernah dia rasakan pula kala hatinya hancur mendegar berita perkawinan Abby dan Avi.
"Trimakasi sayang , sudah memahami hatiku " meraih tangan Risa lalu mencium punggung telapak tangan nya. "ohh iya, maafkan juga kali ini , aku belum bisa menemani kalian kembali, nanti disana Jaya akan membantu." Tanpa terasa waktu perjalanan pulang kerumah Risa begitu cepat hingga mereka sudah sampai di halaman rumah . Abby pun ikut turun dan masuk ke dalam rumah menemui mama dan mengucapakan terimakasih karena sudah di beri izin membawa anak nya pergi.
Setelah berpamitan Abby kembali pulang, sebelum berjalan membawa mobil nya dia menyempatkan menelfon Jaya, meminta tolong untuk membantu istrinya meyiapkan barang barang yang diperlukan di rumah baru nya.
***
Bab kali ini semakin panjang, mohon bantuan vote dan saran yang membangun nya kakak, supaya author lebih semangat lagi untuk up . Di tunggu juga chatt nya supaya lebih mudah meberi saran saran yang baik. Trimakasih selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang merayakan nya. 🙏
__ADS_1