Istri Keduaku Adalah Cinta Pertamaku

Istri Keduaku Adalah Cinta Pertamaku
Terlanjur Sakit


__ADS_3

Sari memperlambat laju mobil nya saat di rasa ada yang terus mengikuti nya sejak keluar dari rumah sakit sampai putar balik menuju bandara.


"Dek kita berhenti saja di toko depan itu, kita lihat apakah mereka juga ikut berhenti." Menunjuk toko toko yang ada di tepi jalan untuk mengalihkan perhatian.


"Baiklah kak." Mengarahkan mobil nya ke kiri jalan dan masuk ke area pertokoan. "Gilaa kak dia beneran ngikutin kita." melirik spion dan semakin geram.


"Siapa seh dek mereka ?." Mama bertanya penasaran.


"Ngak tahu tuh ma.." Melirik mama dan kakak nya dari kaca yang ada di belakang kemudi.


Jangan jangan dua wanita gila tadi.. duhhh kasian banget seh kak Risa sampai orang yang tidak ada sangkut pautnya pun menghakiminya.


Begitu banyak pengorbanan Risa tapi orang di luar sana hanya tau menghakimi saja tanpa mau tahu hal sesungguh bahkan merasa benar dan suci. Terkadang tanpa kita sadari begitu bangga mencela orang lain yang melakukan kesalahan, di hadapan orang lain merasa orang yan paling baik dan benar namun tiada makhluk ciptaan Tuhan yang sempurna.. mungkin hanya karena kita pandai menyembunyikan keburukan bahkan dosa kita , atau kita pandai membuat orang menjadi kambing hitam kita. (Semoga kita di jauhkan dari hal hal demikian dan berani bertanggung jawab terlebih meminta maaf jika memang kita bersalah. )


"Mama dan kakak tunggu di sini saja biar ade yang keluar pura pura membeli minum." Memutar badan nya menghadap kakak dan mama nya untuk menunggu saja di dalam mobil. Lalu Sari keluar dari dalam mobil dan berdiri menatap mobil yang dari tadi mengikuti nya.


Keluar lu jangan hanya berani ngekorin orang, ngak kreatif bgt.. huhh.


Aaa.. benar ternyata, mau apa sesungguh nya mereka ??.


Masih berdiri di samping mobil nya dengan geram menatap kedua wanita yang tadi sudah berhasil menghina dan menghakimi kakaknya dan sekarang berjalan ke arah nya.

__ADS_1


"Heii anak kecil.. kenapa kamu sembunyikan kakakmu ? takut sama kita hahha.." Menantang dengan sombongnya bahkan menertawakan Sari.


"Takut dunk say kan kakak nya pelakor wkwk wkwk.." Saling menertawakan orang yang di anggap nya berdosa hingga merasa diri mereka tidak pernah bersalah meskipun mereka sadar bukan dirinya yang di lukai oleh Risa tetapi mereka tetap berhak menghakiminya.


"Tutup mulut kalian jangan sok tahu dan merasa suci..!" Menantang kembali hingga sudah berdiri tegap menghadang wanita wanita sombong yang ingin melukai kakak nya lagi.


"O..tutup mulut.. ? Kenapa takut orang lain tau yaa..?" Bertanya degan nada mengejek. "Haii.. Hallo... ibu.. ibuu.. bapak bapakkk.. lihatlah wanita bau kencur ini melindungi kakak nya yang menjadi pelakor." Berteriak memanggil orang orang yang sedang berbelanja di toko mini market hingga orang orang pada memandangi wajah Sari sinis dan saling berbisik bisik.


*Aduhh gini mah sudah ngak heran pelakor ya jeng, malas kerja susah lari nya jadi pelakor dapat doit banyak bisa beli ini itu..


Iyaa jeng.. pelakor mah yang penting cantik gampang cari doit, mlorotin doit suami suami kita.. ichhh..amit amit ya jeng..


Benerr jeng kita harus waspada sama suami kita, selalu cek hape nya kalau perlu kita cloning whats app nya.. nama nya kucing kalau di kasih ikan asin terus pasti nurut..


Bukan begituuu jeng, maksudnya laki laki kalau di rayu terus mahh lama lama juga mau mau aja.. apa lagii di kasih susu hiiii* ...


Para ibu ibu dengan pikiran nya masing masing menghujat pelakor padahal dia tidak tahu betul apakah orang yang mereka hujat mereka hina itu benar benar pelakor atau justru menjadi korban nya, namun selalu saja menggap para suami mereka menjadi korban rayuan para wanita. Dan tanpa kita ketahui ada saja para laki laki yang sengaja mencari wanita lain karena merasa tertekan merasa di paksa menikah namun ada juga laki laki yang memang mata keranjang dan tidak bisa di pungkiri memang ada juga wanita yang berniat menjadi pelakor, namun kita tidak boleh memukul rata semua wanita perusak rumah tangga orang tanpa tahu sebab yang sesungguhnya.


Dari dalam mobil Risa merasa tidak tega melihat Sari terus di serang oleh sahabat sahabat Avi dan di pandang rendah oleh para ibu ibu yang mulai mendekat hingga berkerumun hingga membuat mama menjadi panik.


"Risa ada apa ini, kenapa orang orang di luar menyerang Sari..?" Mengoyang goyangkan lengan Risa hingga terlupa jika ada bekas jarum infus yang masih belum sembuh membuat Risa meringgis menahan sakit.

__ADS_1


"Mama tenang saja, Risa akan menyelesaikan semua nya, mama jangan kemana mana apapun yang terjadi tetaplah di dalam mobil saja, mama mengerti kan ?" Memegang kedua lengan mama dan menatap teduh wajah mama hingga membuat mama yakin dan tetap tinggal di dalam mobil saja.


Risa keluar membuka pintu mobil dan berjalan membelah kerumunan yang melingkari Sari dan kedua sahabat Avi.


"Apa yang kalian lakukan terhadap adikku, jika kalian ada masalah dengan ku, mari selesaikan, bahkan kita saja tidak saling mengenal namun jika saya bersalah saya mohon maaf." Berdiri di depan tubuh Sari dan dengan lembut berbicara kepada wania wanita yang merasa benar di hadapan banyak orang lalu meminta maaf padanya meskipun dia tidak mengenalnya.


"Wahh sombong sekalii.." Menatap sinis "Ibuu ibuuu inilah wanita yang sudah merusak rumah tangga sahabat kami, cihhh.. berani sekali dia menantang kita kan.


"*Oh..ini wanita licik itu.. cantik cantik tapi penggoda..! "


"Heii cantik yaa jeng.. Pantas saja suami orang mau sama dia.. tapi beneran cantikk, natural lagii.."


"Gimana seh jeng kok malah mendukung pelakor.."


"Iyaa jeng, sadar dia itu sudah merusak rumah tangga orang, mauu suami jeng di rebut sama dia. .?"


"Ihh.. ngak mau dunk, tapi pasti dia juga ngak mau sama suamiku, karena suamiku kan jelek he hee*.."


Para ibu ibu semakin gencar berbisik bisik namun tetap saja terdengar di telinga Risa dan Sari hingga ada sekelompok ibu ibu yang meneriaki Risa dan Sari bahkan ada yang melempari nya dengan telur yang mereka bawa setelah berbelanja.


"Woo.. dasar wanita tidak tahu malu sudah jadi pelakor masih berani membela diri." Berteriak emosi.

__ADS_1


"Plokk.. plokk.." Melempar telor di kepala Risa dan Sari hingga benar benar pecah mebasahi dan mengotori kepala dan baju kakak beradik itu karena mereka sudah di keung hingga tidak bisa meninggalkan tempat meskipun Risa sudah menarik tangan Sarik untuk keluar tapi tak ada satupun ibu ibu yang memberi mereka jalan.


"Permisi.. permisii.." Suara laki laki yang memecah kerumunan yang berhasil membuat kakak beradik itu terkunci di dalam lingkaran.


__ADS_2