
Jhony pulang bersama keluarga nya dan membiarkan Risa tinggal bersama keluarga nya. Jaya yang merasa tidak melihat Jhiny di area hotel membuat nya penasaran dan mengirim pesan dengan bantuan benda pipih yang menjadi andalan nya berkomunikasi.
"Kalian menginap di mana, aku tidak melihat mu di hotel pratama?" Menyandarkan tubuh nya di kasur dengan guling yang menyangga kepalanya sambil terus memandang layar ponsel menanti jawaban.
"Kami dalam perjalanan pulang kak." Mata mulai ngantuk membuatnya tidak bersemangat menulis pesan.
Dan mata nya tertuju pada kakak nya yang dari tadi tidak beristirahat mengendarai mobil dalam perjalanan pulang.
"Kak Jhon ngak capek? mau gantian..?" Membungkukan tubuh nya mendekat ke kursi Jhony yang ada di depan nya.
"Tidak, tidurlah jika kamu mengantuk." Serius menatap jalanan yang masih ramai lalu lalang kendaraan.
"Boleh kita berhenti makan, adek lapar." Melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan nya menunjukan pukul 19.30 malam.
"Ya." Menjawab singkat namun mata nya langsung mencari sebuah cafe.
ting.. suara pesan masuk kembali ke hape milik Jhiny.
"Hati hati di jalan, bolehkah besok aku kerumahmu?" Membolak balikan benda pipih yang teramat tipis dalam genggamannya , menunggu jawaban dari seorang wanita yang sudah mencuri separuh hati nya.
__ADS_1
Jawabb dunk Jin... lama sekalii balas nyaa hoo hooo..
"Ok." Bergegas keluar mobil sambil membantu kakek memasuki cafe dan menyimpan benda pipih ke dalam tas miliknya.
Jawaban singkat Jhiny sangat membuat Jaya prustasi, dan membuat dirinya ingin kejelasan dari kata (ok )yang di maksud oleh wanita nya , hingga tak bisa menahan lagi, dirinya memilih menelfon Jhiny.
Tutt.. tutt. tutt.. tutt..
Tutt..tutt.. namun tak kunjung ada suara dari seberang telfon yang sangat ia harapkan itu.
Hisss...ini anak ngapain sehhh nga angkat telfon nya? bikin orang panik aja. Apa aku telfon Jhony?
Ahh..tidakk bisaa bisaa dia justru mengintogasiku. Gengsiii dunkk.. mungkin Jhiny benar2 lelah dan ketiduran.
"Apa kalian sudah sampai?" Risa mengirim pesan singkat pada Jhony sambil membaringkan tubuh nya di kamar masa kecil nya yang masih selalu di rawat oleh sang mama jadi sewaktu waktu ia pulang kamar nya siap memanjakan tubuh mungil nya sebagai sang ratu.
dretttt..drettt..drettt.. hu"euh siapa seh malam malam begini telfon, padahal aku hampir tertidur.
Memeluk guling sambil mata nya mengerjap menatap layar hape.
__ADS_1
Jhony..? umm.. kirain siapa.
"Yaa.. hallo.." Masih memeluk guling sambil membawa tubuh nya bersandar.
"Aku pikir hanya aku yang selalu merindukan mu, ehhh.. rupanya ada yang lebih merindukanku ha ha ha.." Sambil duduk dan membuka buku menu yang sudah ada di hadapannya tawa nya membuat Jhiny dan kakek tersenyum bahagia.
"Apaan..? siapa juga yang bilang rindu?" Ahh.. apa tadi aku menulis rindu? rasanya aku hanya bertanya apa sudah sampai kann?
Risa terpancing oleh gombalan Jhony hingga dia langsung membuka kembali pesan yang telah ia tulis dan ia kirimkan padanya. haissstt.. dasarr tukang gombal, jelas jelas aku tidak menulis nya.
"Nga usah di cek, kalo memang rindu juga nga papa, aku terima dengan lapang dada ha ha ha.." Jhony lagi lagi tertawa bisa meledek Risa yang dalam pikiran nya mampu membayangan wajah Risa yang bersemu merah karena malu dan menahan gengsi mengungkapkan kata rindu padanya.
"Haisssttt... ngomball yaa, humm..jadi sudah sampai belum?" Sambil tersenyum manis di balik guling yang ia peluk.
"Sebentar lagi sayangg, kami lagi makan, Jhiny kelaparan tuh.." Sambil melirik Jhiny dan kakek yang ada di hadapan nya dan ternyata mereka justru sedari tadi menatap tingkah nya yang begitu nampak bahagia.
"Haiii..kenapa bawa bawa aku yaahh..?!" Auto nyambung dengan suara burung beo nya saat nama nya di sebut sang kakak.
"Ha ha ha.. dasarr Jhiny di mana saja nga bisa tenang yaa..?" Risa tertawa di seberang telfon membayangkan tingkah Jhiny.
__ADS_1
"Baiklah nanti aku telfon lagi jika sudah sampai, selamat malam sayang.." Jhony mengakhiri pangilan nya saat hidangan yang ia pesan sudah mengelitik perut kosong nya.
"Ok, hati hati ya." Risa pun membalas dengan pesan untuk berhati hati pada calon suami nya yang selalu saja menggoda nya.