
Doni yang masih berdiri ikut menyaksikan Abby berlutut meminta maaf kepada Risa bergerak berjalan mendekati mereka lalu menarik Risa dan mengajak Sari untuk pulang.
"Biar aku yang mengantar kalian pulang, di mana mobil nya..?" Membiarkan Abby masih termenung saat mami nya tiba tiba muncul dan memarahi nya saat dia terus saja menahan Risa.
"Baiklah kak." Berjalan mendahului Doni dan menghampiri mobil nya yang di parkir di depan pintu mini market.
"Kakak adik.. ternyata yang di lempari telur kalian, ya ampunn nakk.. ada apa ini." Tak peduli bau anyir dan kotor mama memeluk kakak beradik itu sambil menangis.
"Ngak apa apa ma, mama jangan menangis begini, nanti kakak jelasin semua nya ya." Menenangkan mama yang semakin terisak saat kedua putri nya terlihat sangat kacau. "Jalan aja Don, kami ngak apa apa kok." Menepuk pundak Doni dari belakang.
"Siapp." Menjalankan mobil menuju rumah orang tua Risa.
"Kak lihatlah mas Abby masih saja berlutut disana." Menunjuk ke arah laki laki yang masih terduduk di halaman mini market.
"Nanti dia juga pulang, kalian tidak usah mengkhawatirkannya." Doni menimpali perkataan Sari saat menunjukan keberadaan Abby yang masih bertahan di tempatnya.
"Iya bener itu dek, jangan memikirkan nya lagi." Risa membenarka perkataan sahabat nya. "Ma, nanti malam mami nya Abby mau berkunjung, mama ngak keberatan kan?" Menyampaikan pesan dari mami Abby.
"Pintu rumah mama selalu terbuka buat siapa saja yang ingin berkunjung sayang." Membelai pundak putri nya penuh kasih sayang.
***
"Cek ..sialan banget kenapa ada saja yang datang membela wanita penggoda itu." Berdecak sambil menghentakan kaki nya di dalam mobil yang iya kendarai.
"Jadi gimana ini.. ngak jadi dunk nanti Avi ngenalin aku sama Jaya yang super kece itu." Cemberut menatap Linda yang ada di samping mengemudikan mobil. "Lin.. gimana dunk..?" Menarik ujung baju yang membalut tubuh Linda.
"Lunaaa... diamlah aku lagi nyetir neh, Jaya terus yang kamu pikirin, nanti kamu tanya langsung lah sama Avi he"eeh.." Melirik dan menghempaskan tangan Luna yang menarik nya manja.
"Iyalah Jaya kan ayang bebeb yang kece badaii, sudah kece ganteng , tinggi pulaa.. hummm.." Memeluk kedua tangan nya sendiri sambil memejamkan mata nya dan bergumam kagum pada Jaya.
__ADS_1
Dasar.. susah banget ngadepin orang lagi jatuh cinta, ada saja kelakuannya.. egh egh..
Menggeleng gelengkan kepalanya sambil melirik Luna yang bertingkah seperti berpelukan dengan orang yang di cintainya hingga semakin jauh dalam hayalannya sampai menampakan wajah nya yang tersenyum senyum sendiri.
****
Abby seperti orang yang tidak bertulang hingga tubuh nya terasa berat untuk berdiri tegap, namun terus berjalan menuju mobil yang dia parkirkan di area mini market. Dalam keheningan dia membawa mobil nya melintasi jalanan yang ramai lalu lalang pengendera namun baginya hanyalah dirinya sendiri yang terus meratapi dua hati yang mengisi hidup nya.
*Arghhh.. bagaimanapun aku mencoba melupakanmu namun hati ini tidak bisa terhapuskan. Dan karna keserakahanku kenapa harus kamu yang terluka.
Kenapa sebegitu benci wanita wanita itu kepada Risa..? Umm.. iyaa aku baru ingat mereka bilang sahabat nya Avi. Apa mungkin...? blokk*...!
Saat pikirannya terus berjalan menyusuri kisah demi kisah Risa yang terkena hinaan dan cacian orang orang akhirnya dia menemukan jawaban yang terus dia kejar hingga mendapat titik terang kenapa orang yang tidak mengenal nya bisa sangat membenci dirinya. Seketika kakinya menginjakan pedal gas dengan kecepatan di atas rata rata. Wajah nya semakin memerah saat bayangan wajah Risa yang berlumur telor terus menghantui sepanjang perjalanannya.
Citttt... suara rem nya di injak mendadak saat mobil nya sudah memasuki halaman rumah nya. Keluar dengan membanting pintu mobil nya begitu kencang hingga terdengar oleh istrinya yang sedang berjalan keluar hendak pergi menemui kedua sahabat nya yang tadi sudah menelfonnya meminta untuk bertemu di rumah Luna.
"Mau kemana ha..?" Menatap sinis seperti tidak mengenal wanita di hadapan nya.
"Hahh.. bagus banget akting mu yaa.. plokk.. plokk.." Wajahnya berubah bengis saat istri berwajah lemah lembut di hadapan nya. "Masuk..!!" Berteriak menambah wajahnya merah padam.
***
Epilog
"Buruan deh Lin telfon Avi..!" Setelah hayalannya begitu bahagia bertemu dan bisa memeluk laki laki yang diam diam dia cintai saat Avi memberikan foto Jaya pada nya dan berjanji akan mengenalkan nya menjadi pacar nya dengan bantuan suami nya jika bisa membalaskan dendam nya pada Risa yang telah merebut suami nya.
"Ok ok.." Pasrah dan menghentikan mobil nya di tepian untuk menghubungi Avi.
Tut.tut.. begitu nada tersambung Avi langsung menjawab nya.
__ADS_1
"Ya, ada apa beb.." Sambil duduk menyaksikan Bita yang sedang bermain dengan mba Sum.
"Gawat bebb.. ho ho hoo.." Menghentak hentakan kaki nya.
"Gawat apanya..?" Berdiri dari tempat duduk nya dan berteriak terkejut saat mendengar kata gawat dari balik telefon.
"Kita bicarakan di rumah Luna saja, kami tunggu di sana yaa.. buruan..!" Terdengar terburu buru dan panik.
"Ok ok.." Menutup telfon bersamaan.
***
Abby meminta istrinya untuk masuk dengan wajah yang sudah tidak ramah lagi dan berlalu begitu saja dari hadapan nya. Avi merasa hawa panas telah menyala dan berkobar di wajah suami nya hingga dirinya tidak berani lagi membantah nya dan mengikuti suami nya hingga masuk ke dalam kamar.
"Apa yang kamu lakukan ?" Berdiri mondar mandir dan tidak ingin menatap wajah istrinya.
"Apa memang yang aku lakukan pa..?" Duduk di sofa yang ada di depan tv sambil bertanya manja.
"Kamu apakan Risa ..?" Menghentikan langkahnya yang tadi sudah mondar mandir di hadapan istrinya.
"Rii..i.. saa.. e.. kenapa dengan Risaa..?" Gagu saat mendengar nama Risa di sebut oleh suaminya dengan wajah geram dan merah padam.
*Apa ini ada hubungannya dengan Linda dan Luna ?
Apa mungkin gawat yang dia maksud...?? Duhhh gimana inii...? habislah akuu*..
Hatinya semakin gugup saat pikirannya melayang teringat kata kata dari sahabat nya yang memang dia janjikan bisa dekat dengan teman teman suaminya Jaya dan Doni jika mau membalaskan dendam nya pada Risa agar nama baiknya tetap terjaga.
"Jawab..!!" Menggebrak meja di hadapan Avi sambil duduk dan mengangkakan kaki nya lebar.
__ADS_1
"Aku tidak melakukan apa apa padanya, papa tahu sendirikan aku selalu baik padanya meskipun dia sudah merebutmu dari ku hikss ..hikss.." Berdiri berpindah mendekat dan merangkul tubuh suaminya.
"Jelaskan nanti malam, mami meminta kita untuk datang bersama kerumah nya." Menghempaskan pelukan istrinya dan beranjak pergi keluar kamar.