Istri Keduaku Adalah Cinta Pertamaku

Istri Keduaku Adalah Cinta Pertamaku
JIN


__ADS_3

Bita begitu ketakutan saat menyaksikan papa nya di serang oleh mama nya hingga dia berlari ke luar mencari mba Sum yang ada di kamarnya.


"Mba Sum.." Menangis dan memeluk mba Sum yang saat itu baru selesai menganti baju nya.


"Ada apa sayang.." Berlutut mendekap Bita yang nampak ketakutan.


"Papaaa.. papaa.." Menangis terisak isak.


"Papa kenapa sayang ?." Mengusap air mata putri cantik yang selama ini sudah ia anggap seperti adik kandung nya sendiri dan mengambil botol minum yang selalu ada di kamar nya agar Bita sedikit tenang.


"Mama marah marah sama papa hu hu huuu.." Memeluk mba Sum lagi saat teringat kembali mama nya marah.


"Ngak apa apa sayang, mungkin mama lagi sakit kepala, nanti juga mereka baikan, ok sayang." Memegang kedua pundak Bita dan mengusap rambut nya yang mulai berantakan di sekitar wajah nya.


Sementara Abby yang menyaksikan Avi sudah nampak tenang ia membuka suara padanya.


"Aku tidak melakukan apapun, Bita yang menarik baju nya ingin di ceritakan oleh mba Sum sampai kancing itu tiba tiba terlepas." Meninggalkan nya begitu saja setelah penjelasan panjang dari nya.


Apa..?! jadi tidak terjadi apa apa.. ? dan aku sudah memaki dan..?


Ohh.. my god.. tangan nya pasti terluka, huhh.. kenapa aku begitu emosii..


Memandang kuku pada jari jarinya yang meninggalkan kulit ari yang robek karena keganasaan kuku nya saat mencakar suaminya dengan ribuan emosi yang berhasil menutup mata batin nya.


Bitaa.. dimana dia..? apa kakak melihat aku mengamuk, kenapa aku ceroboh sekali tidak bisa menahan emosi,inikan kamar nya... ho ho hoooo..


Berdiri dan berlari ke kamar mba Sum karena biasanya Bita selalu bermain di temani mba Sum dan benar saja dia menemukan suara Bita yang sedang bercerita dengan mba Sum, lalu dia membiarkan nya dan berlalu menuju kamar nya hendak menemui suami nya.


"Maafkan aku karena telah melukaimu dan.." Berdiri di hadapan Abby yang sedang duduk termenung di depan tv belum siap dia berbicara suaminya memotong pembicaraannya.

__ADS_1


"Aku tidak apa apa, aku harap kamu bisa berubah, itu saja, tidak ada yang perlu di maafkan." Meletakan hape nya di atas meja lalu pergi mandi membersihkan diri.


***


Jhiny memeluk calon kakak ipar nya dia juga terlalu bahagia mendengar persetujuan Risa untuk mempercepat hari pernikahan mereka.


"Yee..akhirnya di rumah ini akan ada pengantin baru, makasih ya kak sudah mau jadi pendamping buat kakak ku yang paling ganteng ini ha ha ha." Meraih Jhony yang juga berdiri di hadapan mereka lalu menyatukan tangan kedua nya. "Aku merestui kalian ha ha.." Semua tertawa melihat tingkah Jhiny yang tidak kalah konyol dengan kakak nya hingga kakek begitu terlihat sangat bahagia.


"Dasar bocah tengil, sore ini kita akan ke kota Be menghadiri pernikahan kak Doni, apa kamu mau ikut, kak Sari pasti juga akan ikut." Risa mengajak Jhiny ikut serta menghadiri undangan sekalian pulang berkunjung ke rumah papa dan mama nya.


"Ikutttt, mau banget, ok Jin siap.." Berlari masuk saat Jhony dan kakek menatap nya dan bersiap menyentil telinga nya karena dia iseng menyebutkan dirinya sendiri sebagai Jin.


"Baiklah kek kita pulang dulu kemas kemas nanti aku datang menjemput kalian." Berpamitan kepada kakek karena hendak mengemas perlengkapan.


"Tidak perlu datang menjemput, kakek pergi bersama adikmu saja, kita bertemu di sana saja, pulanglah hati hati kalian di jalan."


"Sudah siap semua dek, ngak ada yang tertinggal kan..?" Mengingatkan Sari akan bawaannya yang tadi sudah memesan beberapa kue kesukaan mama dan papa nya.


"Beres semua dunk kak kan di bantu sama kak Irine tadi ha ha." Karena sering lupa Sari sengaja meminta bantuan Irine karyawan paling terpercaya di rumahnya.


"Humm.. baiklah kita berangkat sayang." Tersenyum menengok Sari yang duduk sendirian di belakang mereka lalu meminta Jhony untuk melajukan mobil meninggalkan rumah.


Setelah kurang lebih empat jam mereka menerima telfon dari Jhiny jika mereka sudah sampai di hotel lebih dulu, lalu Risa mengatakan jika mereka langsung menghantar Sari pulang kerumah karena sudah merindukan mama dan papa meskipun baru 2 bulan berlalu.


Karena mereka sampai sudah pukul sembilan malam Jhony dan Risa pun tidak berlama lama dibrumah mama dan langsung menyusul kakek dan Jhiny ke hotel karena mereka sudah menunggu untuk makan malam bersama.


"Sampai juga, aku sudah sangat lapar." Jhony sudah memakirkan mobil nya dan sudah tidak tahan akan suara demo para penghuni perutnya.


"Ha haa..kenapa ngak makan dulu di rumah mama, kalau sudah lapar, kasian kali sayang sampai cacing cacing nya pada demo tuh.." Risa tertawa saat dirinya juga mendengar bunyi suara dari dalam perut Jhony saling bersaut sautan.

__ADS_1


kring..kringg.. suara hape Risa berbunyi saat mereka sedang berjalan berdua memasuki hotel pratama.


"Jhiny sayang yang telfon." Menunjukan layar hape nya pada calon suaminya.


"Angkatt lahh, apa aku juga yang angkat , sekalian orang nya boleh lahh ha ha ha.." Tersenyum meledek sambil memperagakan saat menggendong baby dengan kedua tangan nya dan tertawa memandang wajah Risa yang merasa kesal di kerjain Jhony.


"hiihh.. halloo,ada apa Jin." Mata nya melotot saat Jhony menatap dengan jidat yang sudah ikut berkerut namun telinga nya terus fokus mendengarkan Jhiny yang mengatakan mereka sudah menunggu di resto.


"Oh iya makasi ya kakak ku yang paling cantik sudah memanggilku Jin ha ha ha." Jhiny tertawa tertawa terkekeh saat ada orang yang memanggil nya Jin di hadapaan kakek dan kakak nya dan itu membuat Risa mengerti arti tatapan sang kekasih nya hingga dia ikut tertawa lalu menutup mulutnya setelah mematikan panggilan.


"Maaf maaff sayang.."Mengandeng lengan Jhony saat dirinya berjalan dengan gaya cool nya yang berjalan lurus menuju arah resto yang tadi ia dengar langsung dari suara Jhiny yang begitu kencang.


Saat mereka masuk ke dalam resto tanpa mencari keberadaan sang kakek sudah dapat menemukan nya karena triakan histeris Jhiny yang memanggil nya.


"Kak...sinii.." Menggoyang goyang kan tangan nya yang sudah ia angkat tinggi tinggi yang sengaja duduk menghadap pintu masuk.


Jhony hanya geleng geleng kepala sementara Risa tersenyum bahagia mendapat perhatian lebih dari calon adik ipar nya meskipun mereka belum lama kenal.


"Pas banget.." Menyerobot nasi goreng kambing milik Jhiny yang baru ia makan beberapa sendok saja.


"Kakak... kebiasaan banget dehh, pesen sendirii." Menarik paksa piring miliknya yang berisi nasi goreng, sedangkan kakek tersenyum senyum menyaksikan cucu cucunya yang saling usil.


"Kakek mau coba juga ngak nasi goreng nya biar Risa pesan." Menawarkan nasi goreng pada kakek saat melihat isi piring kakek hanya sepotong kue.


"Boleh tapi kakek mau nasi goreng bawang saja, nanti kakek kolesterol kalau makan kambing ha ha ha." Tertawa bersama membuat suasana malam itu terlihat sangat bahagia bisa berkumpul bersama.


"Baiklah kek." Risa mengiyakan permintaan kakek dan memesankan menu pilihan Jhony dan juga kakek.


"Selamat malam pak Hadi Djaya." Kebahagian mereka mengundang orang untuk ikut menyaksikan tak terkecuali Jaya yang baru saja masuk dan mata nya tertuju pada canda tawa mereka lalu datang menghampiri memberi salam pada orang yang sangat berpengaruh di hotel Djaya.

__ADS_1


__ADS_2