
Sebulan telah berlalu Risa benar benar pergi menjauh dari Abby dan keluarga nya , semua pesan masuk dan panggilan dari Abby sudah ia blokir, karena dia tidak ingin mengganti no milik nya sebab di gunakan untuk berbisnis.
Pagi ini badan nya terasa sakit , kepala nya begitu pusing seperti berputar putar, bahkan perut nya berasa di aduk aduk hingga terus membuat nya mual.
"Kakak demam, badan kakak panas banget." Sari mengecek suhu tubuh nya menggunakan tangan kosong tapi dia tahu betul jika kakak nya tengah demam tinggi.
"Kakak pusing lah dek, tenggorakan juga terasa sakit buat menelan makanan, bahkan minum pun terasa sakit, tolong temani kakak berobat ya.." Merasa badan nya benar benar sakit, Risa memilih memeriksakan diri ke dokter bersama Sari.
"Lebih baik sekarang saja kak, buat apa menunda rasa sakit, ayolah adek antar kakak." Sari tak ingin melihat kakak nya sakit berlarut larut, maka langsung mengajak kakak nya pergi pagi itu juga menuju rumah sakit terdekat.
Sesampai di rumah sakit Risa memilih dokter umum untuk memeriksa sakit nya. Tiba giliran Risa di panggil suster, lalu dokter menanyakan keluhan apa saja yang di rasakan pasien nya ini.
"Apa pusing dan mual nya sudah berhari hari..?" Dokter menanyakan berapa lama ia merasakan pusing dan mual sambil memeriksa nya .
" Baru semalam dokter, tapi pagi ini semakin berat." Risa mengatakan keadaan nya yang semakin pusing.
" Baiklah kita lakukan tes urin. " Dokter meminta suster nya membantu Risa melakukan tes urin dan di berikan nya wadah tampung serta test pack kehamilan, berdasarkan pemerikasaan dokter menduga ada janin di dalam perut Risa.
"Baik dokter ." Risa mengikuti instruksi suster dan pergi kedalam toilet, lalu dia melihat hasil test pack nya, wajah nya nampak terkejut saat melihat tanda dua garis merah disana, suster mengatakan jika garis nya ada dua itu artinya dia tengah mengandung.
Aa... aku hamil, aku mengandung anak mu sayang...
__ADS_1
Risa hampir tidak percaya, Tuhan memberikan dia rezeki terindah, Tuhan menggantikan cinta nya yang telah hilang dengan sang buah hati.
Mami akan menjaga dan menyanyangimu sampai ujung nyawa mami. Maaf mami tidak dapat merawat mu bersama papi, tapi percayalah banyak cinta dari mami.
Sambil mengosok lembut perutnya yang masih datar Risa meminta maaf pada buah hati nya karena tidak dapat membesarkan nya dengan papi nya.
Risa kembali menemui dokter dan menyerahkan hasil test pack miliknya. Wajah nampak semringah meskipun demam menyerang.
Dokter memberi selamat pada Risa lalu menyarankan untuk menemui dokter kandungan, dan Risa berpamitan serta mengucapkan banyak terimakasih pada dokter, beralih menemui dokter kandungan dan melakukan pemeriksaan usg , lalu dokter memberi nya beberapa vitamin .
Setelah kembali kerumah Risa sangat bahagia dan dia berniat memberi tahu kedua orang tua nya tentang status nya bersama Abby dan kini dia telah mengandung anaka nya. Sari pun turut bahagia karena akan ada anggota baru dalam keluarga nya.
***
*Baru saja aku merasakan hidup kembali setelah 5 th aku meningalkan mu dan rapuh tanpamu, kini kamu pergi entah kemana lagi sayang..
Kenapa kamu selalu saja terluka oleh ku... hohoo*.
Hanya Doni yang selalu sabar mendengarkan ocehan sahabatnya itu, sebenarnya dia tidak tega juga melihat Abby yang kini benar benar terpuruk, namun bagaimanapun ini sudah menjadi pilihan Risa sahabatnya juga. Terkadang Doni juga menemani Abby tidur di Hotel bila boss nya itu mabuk. Bahkan sampai tak berdaya karena masih belum menerima kepergian Risa yang tidak terduga.
Ini membuat hubungan nya denga Avi semakin renggang. Avi jadi merasa seperti orang lain dan dia mulai menyadari bahwa cinta nya hanya bertepuk sebelah tangan. Siang ini Avi pergi ke kantor Abby hendak meminta maaf atas sikap nya yang telah menilai buruk Risa. Sesungguh nya suaminyalah yang selalu memaksa nya.
__ADS_1
"Mba Sum, titip Bita ya, saya mau keluar sebentar." Avi meninggalkan anak nya bersama baby sitter nya, karena dia ingin menyelesaikan masalah dengan suami nya dan tak ingin anak nya melihat jika saya akan terjadi hal buruk.
"Baik buk.." Mba Sumi mengiyakan perintah majikan nya itu.
Avi meminta pak ahmad menghantar nya, di sepanjang jalan yang ramai akan hilir mudik kendaraan dan suara mesin menderu tak ada arti buat Avi, baginya dunia ini sunyi senyap sejak rumah tangga nya mulai goyah karena tidak ada cinta yang tulus sebagai pondasi nya.
"Kita sudah sampai buk." Pak Ahmad mengejutkan lamunan panjang nya, dan membuatnya gugup.
"Trimakasih pak." Langkah kaki nya terus berjalan cepat menuju kantor suaminya, berharap sang suami ada disana dan bisa menemui nya.
Tokk .. tokk... Avi mengetuk pintu ruangan sebelum masuk .
"Masuklah." Suara khas Doni yang menjawab dari balik pintu. Lalu Avi segera membawa dirinya masuk ke dalam kantor. Di dalam dia melihat suami nya tengah sibuk dengan laptop nya , sedangkan Doni tersenyum padanya.
"Pa... aku ingin bicara padamu." Saat duduk dihadapan suaminya , Avi mengungkapkan maksud hati nya datang ke kantor nya,
"Bicaralah." Masih sambil menatap laptop di hadapan nya.
"Sampai kapan papa akan terus begini? , tega papa melihat kami terabaikan, mengapa kamu menikahiku bila tidak ada cinta untuk ku..? " Abby masih terdiam mendengar kata kata istrinya, hendak menyusun kata yang tepat untuk menjawab nya , namun Avi kembali berbicara.
"Sejak Risa muncul di hidup mu, kamu tak lagi peduli padaku, Risa yang ingin pergi dari hidup mu sendiri, aku tidak pernah mengusirnya..!" Karena merasa tidak mendapat jawaban dari suami nya, Avi tersulut emosi, dia menyalahkan Risa , bahkan dia mengatakan kalau Risa sendirilah yang memilih pergi.
__ADS_1
"Apaa..? bagaimana kamu tahu Risa ingin pergi dari hidupku.?!" Ahkirnya Abby terkejut mendengar pernyataan istrinya mengenai Risa, ya.. sesungguhnya Avi tidak pernah menceritakan saat mereka bertemu di kota De , dan disanalah Risa berjanji untuk menjauh dari suami nya. Avi sungguh tak sadar diri mengungkap kan rahasia yang dia sendiri tutup tutupi itu.
"Itu, dia yang mengatakan sendiri padaku, saat kami bertemu di kota De, dia saja meminta maaf padaku tapi kenapa papa justru terus mengabaikanku huhuu huhuu.." Avi nampak gugup dan masih tak kuasa menahan rasa kecewa nya karena di abaikan suami nya sendiri,ahkirnya dia menangis sesugukan di hadapan suaminya.