Istri Keduaku Adalah Cinta Pertamaku

Istri Keduaku Adalah Cinta Pertamaku
Janji Hati


__ADS_3

Avi langsung masuk dari pintu utama dan menaiki tangga menuju kamar nya.


"Pa.. papaa.." Mencari suaminya dari kamar ke toilet hingga dia menyadari jika suaminya memang belum pulang kerumah lalu dia mengambil telpon gengam milik nya dari dalam tas.


Apa aku harus menelpon nya lebih dulu..? tapi apa tidak terlihat mengemis maaf dari nya..?! ohhh... bagaimana ini..?


Lebih baik aku menunggu nya pulang, karena aku ingin semuanya selesai.


Membaringkan tubuh nya di atas bed tidurnya, namun pikirannya saling beradu untuk memenangkan diri nya bagaikan suara hati si hitam dan si putih yang berputar putar di kepalanya.


Ingat Avi, suamimu sudah membebaskanmu, berarti dia peduli padamu. Buanglah prasangka buruk padanya supaya bahagia hidupmu.


Bahagia..? ha ha.. jangan percaya padanya..! bagaimana kalau dia membebaskanku hanya demi nama baiknya, buktinya sekarang dia tidak peduli kamu bersedih, dia tidak disini menemanimu..!


Avi hidup berkeluarga itu bukan soal bersama saja, tetapi rasa saling percaya itu yang membuat keluarga menjadi bahagia, jika kamu tidak percaya padanya, maka yang terjadi kamu akan selalu di hantui oleh rasa curiga disetiap langkahnya, dan itu sangat menyiksa hati.


Curiga itu harus Avi..! nyatanya dia menghianati kesetianmu.. dia sudah membagi cinta untuk wanita lain dan kamu hanya di abaikan, jadi jangan mudah percaya pada laki laki..!


"Tidakkk... pergii kaliann." bughh.. tangan Avi menghantam tubuh Abby yang baru saja berbaring.


"Auu..." Mendesah kesakitan oleh hantaman tangan istrinya yang cukup kuat di dadanya.


"Haa.. papa sudah pulang? jam berapa ini, maaf aku ketiduran pa." Terlihat panik ternyata saat dia membaringkan tubuh nya tanpa ia sadari sudah berada di alam mimpi hingga malam.


Epilog


Di hotel pratama acara Doni dan Dina sudah selesai dan para undangan sudah pulang hanya kedua mempelai yang sengaja menikmati malam pertama mereka di sana, Jaya dan Abby sengaja menemui mereka untuk menggoda nya.


"Haii Don, jangan lupa jamu nya, biar kuatt ha ha.." Seolah masalah telah berlalu Abby begitu semangat meledek sahabat nya.


"Ahh... aku ngak berani bicara nanti salah pulak, yang pasti belah duren ha ha.." Menepuk pundak Doni sambil meneguk minuman kaleng yang di sediakan oleh Dina saat mereka berkunjung ke kamarnya.

__ADS_1


"Aouu... besok aku ceritakan pada kalian, sekarang kalian pulanglah, nah kamu Jay mau pulang malam ini juga ?" Tersenyum malu menanggapi candaan sahabat nya hingga Doni meminta mereka pulang.


"Rasa nya lelah , besok pagi aku baru kembali." Menyandarkan kepalanya pada sofa yang ia duduki.


"Pulanglah bersamaku.." Abby meminta Jaya menginap di rumahnya.


"Kamu pikir aku tidak sanggup menyewa hotel ini ? selesaikan masalahmu, ayo kita pulang, kasian Dina sudah menunggu Doni ha haa.." Jaya begitu lemas membawa tubuh nya namun dia memaksa diri dan juga Abby untuk segera pulang.


"Tunggu, masalah apa ..?" Doni terkejut mendengar Abby sedang ada masalah karena dia tidak mengetahui jika Risa sudah menjadi bully"an istri dan kedua sahabat Avi dan mengakibatkan Jhony melibatkan polisi.


"Kepoo ya sekarang?! sudah temui saja Dina di kamar dia pasti sudah tidak sabar ha ha." Jaya terus mendorong tubuh Abby keluar bersamanya dan hanya meninggalkan tawa sebagai jawaban untuk Doni.


"Jangan lupa kunci pintu ha ha.." Abby masih menggoda Doni meskipun sudah berhasil keluar dari pintu namun dia sedikit berteriak yang sesungguh nya Doni pasti mendengar. meski tanpa berteriak karena dia ikut keluar menghantar mereka.


"Yaa.. yaa.. yaa.. hati hati di jalan bos.." Tersenyum sambil geleng geleng kepala akan kebocoran kedua sahabat nya yang sengaja datang menggoda nya.


Abby berpisah dengan Jaya yang memilih menginap di hotel dan menolak tawaran Abby untuk ikut pulang bersamanya.


***


"Sudahlah, semua sudah terjadi, jangan pernah di ulang lagi, aku mencintaimu, kami membutuhkanmu." Memeluk tubuh Avi dan memaafkan kesalahan nya.


Ya Tuhan Risa sudah bahagia bersama Jhony, aku mohon izinkan keluargaku juga bahagia, biarlah dia menjadi kenangan dalam hidupku saja. Aku berjanji mencintai istriku sepenuh hati. Amin.


Dalam diam Abby memohonkan doa untuk kebahagian keluarga nya dan berjanji untuk mencintai Avi. Mereka pun larut dalam tidur nya masih sambil berpelukan melepaskan kerinduan satu sama lain.


***


Jhony menggendong tubuh Risa yang tertidur sepanjang jalan saat mereka sudah sampai di halaman rumah.


"A... turunkan aku, dimana aku..?" Risa terbangun dan matanya terkejut saat dirinya begitu dekat menatap wajah Jhony.

__ADS_1


"Diamlah, kita sudah sampai di rumah mama." Mempertahankan tubuh mungil yang berontak ingin bebas.


Jhiny dan kakek hanya tersenyum melihat tingkah cucu nya yang ternyata begitu romantis dan perhatian terhadap wanita.


"Lohh.. kenapa kakak ?" Sari terkejut saat membuka pintu yang tadi terdengar suara bell di pencet ternyata kakak nya dalam gendongan calon suaminya itu dan terlihat pucuk kepala kakak nya yang terbalut.


"Ternyata dia putri tidur dek, sepanjang jalan begitu nyenyak ha ha ha.." Masuk dan meletakan tubuh kekasihnya di sofa. "Mama sama papa ada..?" Jhony menanyakan kedua calon mertuanya karena ingin menitipkan Risa dan berpamitan pulang.


"Ada kak, sebentar ya." Sari masuk dan memanggil orang tua nya.


"Kakak, kenapa jidat nya? kenapa di balut kain kasa begitu?" Mama terkejut melihat sudut kepala putri nya terbalut kain kasa.


"Tadi ngak sengaja nabrak pintu toilet ma, buru buru sehh.. hihii.." Memegang kain kasa yang menghiasi sudut kepalanya.


"Umm..hati hati lain kali jangan ceroboh begitu, apa ini sakit?" Mama ikut memegang pucuk kepala putri pertamanya.


"Tidak, hanya sedikit terluka,sudahlah ma, malu tau." Risa melepakan tangan mama dan meminta nya duduk.. dia terpaksa berbohong karena tidak ingin mama cemas.


"Sudah kembali, bagaimana acara nya..?" Papa memotong kecemasan mama, hingga tanpa sadar mengabaikan tamu mereka.


"Meriah, sangat mengagumkan, tapi kita bakal lebih meriah kan sayang..?" Jhony tidak mau kalah dengan pesta Doni dan Dina dan langsung meminta pendapat Risa.


"Pastinya , kakek sudah lama menunggu hal ini." Kakek pun bersemangat akan rencana pesta yang akan mereka gelar untuk merayakan hari pernikahan cucu pertama nya.


"Kakekk..." Tersenyum malu dan bahagia Risa memiliki kakek yang sangat perhatian padanya meskipun hanya cucu mantu.


"Baiklah papa dan mama hanya bisa merestui dan semoga kalian selalu bahagia." Mendoakan yang terbaik untuk kebahagian Risa dan Jhony yang sebentar lagi akan melangsungkan pernikahaan nya dan itu membuat papa terharu.


"Pa, ma.. kami pamit pulang, saya titip Risa malam ini, besok saya akan datang menjemputnya lagi." Jhony berpamitan dan menitipkan kekasihnya itu kepada mereka.


"Tidak perlu di jemput, mama dan papa juga ingin berlibur kesana, jadi besok siang kami akan menghantarnya pulang." Papa dan mama hendak berlibur ke rumah putri nya menjelang hari pernikahan nya dan itu membuat Risa sangat terkejut.

__ADS_1


"Benarkah pa ma..?, padahal kakak masih ingin berlama lama menginap disini tapi baiklah kalau papa dan mama ingin berlibur di rumah kakak he he.." Begitu girang kebahagiaan nya terus saja datang menghampirinya , dia seakan lupa tubuh nya yang terasa memar dan sudut kepalanya yang terbalut kain kasa.


__ADS_2