Istri Keduaku Yang Nakal

Istri Keduaku Yang Nakal
Bab 36 - Sikap Al yang Aneh.


__ADS_3

Lilac sedang menggeleng-gelengkan kepalanya pelan mengikuti irama musik yang ia nyalakan dari ponselnya, sambil menjilati ice cream yang tadi ia temukan di dalam kulkas. Lilac sangat senang karena di dalam kulkas banyak sekali bahan makanan dan selain itu banyak Ice cream dan juga minuman yang sangat ia sukai. Selain itu di salah satu lemari yang ada di dapur nya terdapat banyak cemilan layaknya di supermarket mini.


“Sepertinya aku akan betah tinggal di sini,” gumam Lilac sambil memindahkan spageti yang baru saja dia buat.


“Sepertinya kamu terlihat bahagia memakan ice cream ini.” Ucap Al sambil menarik lengan Lilac yang memegang Ice cream dan mengarahkan kedalam mulutnya. Sementara lengan satunya merangkul pinggang istrinya itu dengan jarak tubuh keduanya yang begetu dekat bahkan bisa di bilang tubuh keduanya menempel karena Al menariknya.


“Kamu! Kenapa memakan ice cream ku!” Ketus Lilac dia tidak menyangka jika Al mau memakan makanan bekas mulutnya. “Itu bekas ku.” Tambahnya lagi.


“Memangnya kenapa kalau bekasmu? Aku bahkan bisa menjilat ice cream yang ada di ujung bi ir mu sekarang.” Ucap Al, lagi-lagi Al mengejutkan Lilac dengan serangan mendadak nya.


Al menjilat noda ice cream yang ada di ujung bibirnya, eh ralat dia bahkan mengulum hampir setengah bibirnya. Mata Lilac membelalak sempurna, jantung nya berdebar sangat cepat bibirnya seolah ditutup rapat dengan lakban hingga membuat Lilac sulit untuk berteriak atau pun memaki pria di hadapanya, untuk menelan salivanya saja sangat susah. Bahkan mungkin…


“Bernafaslah.” Ucap Al dengan tubuh yang sedikit membungkuk sengaja mensejajarkan wajahnya dengan jarak yang sangat dekat, Al tersenyum lalu mencolek hidung Lilac hingga gadis itu tersadar.


“Hei! Kenapa kamu me-menciumku!” Pekik Lilac sambil sedikit berteriak karena Al sudah berjalan ke arah meja makan sambil membawa piring berisi spageti di kedua tangan nya.


“Kenapa? itu hanya bibir yang saling menempel, Ungu. Aku bahkan sudah pernah menyentuh bagian tubuhmu sensitif mu yang lain.” Ucap Al membuat Lilac semakin membelalak, dia berjalan mengikuti Al yang sedang berjalan ke arah meja makan.


“Hei! Stop! Jangan lanjutkan ucapan mu!” Ucap Lilac dia hendak duduk namun Al menariknya ke atas pangkuanya. “Kenapa lagi?” Tanya Lilac apa saat makan juga suaminya itu akan memeluknya lagi seperti tadi pikirnya.

__ADS_1


“Aku pernah bilang jika mulai sekarang kamu harus memanggilmu suami, aku tidak mau kamu memanggilku Hei, kau, kamu, dan Tuan. Panggil aku Suami! Mengerti?” Ucap Al sambil menatap pekat Lilac.


“Aku tidak mau! Rasanya aneh memanggilmu suami.” Tolak Lilac. Al menarik dagu wanitanya itu agar semakin mendekat dengan wajahnya.


“Lalu panggil aku Honey jika kamu tidak mau memanggilku suami.” Pintanya dengan senyum manis nan lembut, tidak ada sorot mata mengancam atau dingin lagi di mata Al. Itulah yang membuat Lilac bertanya-tanya dan sedikit bergetar dengan perlakuan lembut Al.


Lilac menggeleng tidak mau, Al menatap bibir Lilac sambil mendekatkan wajahnya. “Honey atau aku—“ ucapan nya terhenti berbarengan dengan dorongan yang Lilac nerikan pada dada bidang Al, karena Lilac tidak mau Al kembali menciumnya.


“Iya Honey, lebih baik begitu.” Ucapnya di banding harus kembali di sentuh oleh bibir Al, Lilac segera berdiri dan duduk di kursi lain. Al hanya tersenyum dan mulai menyantap spageti itu, Lilac juga mulai menyantap makanan yang ia buat. Walau hatinya terus nerdebar-debar.


“Rupanya istriku ini pandai sekali masak.” Ucap Al pujian itu terdengar menggelikan di telinga Lilac karena di panggil seperti itu, namun pijian itu bukan sekedar pujian di mulut Al. Dia berbicara apa ada nya karena makanan yang Lilac buat sangat cocok di lidahnya, Al semang karena ini pertama kali nya ia di buat kan makan oleh istrinya.


Walau dulu ia tidak pernah sempat merasakan masakan seorang istri karena Julia adalah seorang wanita karier, kali ini apa yang di ingin kan Al selama ini dapat Lilac penuhi. Ia juga berharap Lilac dapat memenuhi keinginann nya yang lain.


“Bagaimana? Apa 3 keinginan mu itu Honey? Apa kamu sudah memikirkan nya?” Tanya Al saat keduanya selesai makan malam, Al kembali meraih jemari kiri Lilac dan memainkan dengan jemari kanan nya. Entah mengapa menyentuh jemari-jemari mungil wanita nya saja membuat Al berdebar-debar seperti mendapat sengatan di tubuhnya, itulah sebab nya ia kembali memainkan jemari Lilac.


Lilac merasa risih dengan panggilan Al padanya, apalagi dengan sikap Al yang selalu ingin bersentuhan dengan nya.


“Tentu saja, dalam waktu satu menitpun aku sudah bisa memikirkan nya.” Ucap Lilac kembali bersemangat.

__ADS_1


“Katakan lah, aku ingin mendengarnya.” Ucap Al dia penasaran apa yang akan Lilac minta dari nya. Apakah perhiasan Princes Diana yang sedang dalam pelelangan karena itu sedang banyak di minati para kaum bangsawan, atau kah properti dengan bangunan-bangunan yang menjulang tinggi ke atas, atau berapa persen saham yang di miliki suaminya ini.


“Bukan kah kita tidak honey moon? Bagaimana jika honey moon nya di ganti menjadi liburan ke luar negeri untuk ku. Aku sangat ingin pergi ke sana.” Ucap Lilac dengan wajah berserinya, senyuman itu menular pada pria di depan nya.


“Bodoh.” Hanya itu yang keluar dari bibirnya yang sedang tersenyum. Al pikir itu sesuatu yang sia-sia karena kartu yang di nerikan nya saja bisa membawa Lilac keliling dunia, dia malah meminta hal yang sudah pasti akan dia dapatkan tanpa harus memintanya pada suaminya itu.


“Kenapa kamu mengumpatiku!” Tanya Lilac kesal bukanya menjawab setuju atau tidak dia malah mengatainya.


“Lalu yang kedua?” Tanya Al dia ingin segera mendengar semua permintaan istrinya itu.


“Yang kedua.” Ucap Lilac sedikit menghela napas, antusiasmya juga sedikit berkurang. “Aku ingin membawamu ke pemakaman di mana Kakek ku berada, aku ingin mengenalkan mu pada nya jika aku bisa menikah dengan pria kaya raya seperti mu. Karena itulah keinginan Kakek, melihat aku menikah dengan pria kaya.” Ucap Lilac.


“Iya aku akan menemui kakek mu.” Ucap Al, Lilac mengangkat wajahnya dia kira Al akan mengejek permintaanya itu.


Al tidak menyangka permintaan-permintaan Lilac ternyata di luar pikiran nya, dia bahkan tidak bisa menebak isi kepala istrinya itu.


“Dan yang ketiga, sebulan setelah pernikahan kita. Tidak lebih tepatnya saat aku haid, aku ingin kita bercerai.” Ucap Lilac dengan serius menatap netra suaminya yang terlihat jelas raut wajahnya yang berubah.


.

__ADS_1


.


Kasih aku semangat dong🤭😭


__ADS_2