
Di dalam kamar Julia menatap sinis Al, dia terlihat sangat benci pada pria yang selama ini memperlakukanya dengan sangat baik.
“Katakanlah, aku tidak bisa lama-lama di sini.” Ucap Al seolah enggan menatap istrinya itu dia tetap berdiri jauh dari tempat Julia berdiri.
“Hah! Kau memang keterlaluan, Al! Kau menelantarkanku setelah kau mendapatkan anak yang kau inginkan. Aku yakin jika kamu juga akan menelantarkan Lilac saat wanita itu melahirkan.” Ucap Julia sinis.
“Jangan berbicara sembarangan! Katakan apa mau mu?” Tanya Al, dia sudah tidak memikirkan perasaan istrinya lagi.
“Jujur saja aku tidak suka dengan sikap mu yang tidak bisa adil padaku, Al. Aku benci kau selalu mementingkan wanita itu di bandingkan diriku!” Tuduh Julia, dia rasanya sangat muak setiap kali melihat Al menempel pada perempuan murahan itu.
“Ingat Al, aku ini istri sah mu! Aku hanya satu-satunya istrimu. Lilac hanya seseorang yang menggantikanku melahirkan anak untuk mu Al! Ingat itu, dia tidak lebih dari wanita murahan yang baru datang di kehidupan kita—“ ucapan Julia terhenti karena Al membentaknya.
“Cukup!!! Hentikan omong kosong mu itu Julia!” Sentak Al dengan tatapan tajam.
__ADS_1
Julia terdiam, ia sedikit bergetar. Sejak awal mengenal Al ini pertama kalinya lah Julia melihat Al sampai semarah itu.
“Lilac menikah denganku juga secara sah, dan aku juga akan mengumumkan pada dunia jika Lilac istriku satu-satunya yang melahirkan anak ku! Dan satu hal lagi, dia bukan wanita murahan sepertimu yang selalu membuatku kecewa karena menemui pria lain di belakangku!” Bentak Al dengan sorot mata yang tidak bersahabat.
Al membalikan tubuhnya hendak meninggalkan Julia yang masih tercengang, namun dia kembali berbalik untuk menatap wanita itu. Karena ada hal yang sangat penting untuk ia sampaikan.
“Oh iya, tanda tangani surat perceraian kita yang ada di dalam laci.” Ucapnya lalu beranjak pergi dari kamar itu.
“Apa katamu?” Tanya nya bingung, dia berjalan cepat keluar untuk menyusul Al.
“Sudah jelas jika kita akan bercerai!” Jawab Al acuh dan terus berjalan menuruni anak tangga.
“Tidak! Kita tidak boleh bercerai, Al! Kau tau kan jika kamu tidak bisa hidup tanpa aku?” Bujuk Julia sambil menarik kedua lengan pria itu dengan wajah sendunya menahan air mata yang akan terjatuh.
__ADS_1
Sungguh bukan ini yang Julia mau, dia hanya mau jika Al tidak mengacuhkannya dan memperlakukan dirinya seperti dulu jadi prioritas utama suaminya itu.
“Lepas! Keputusanku sudah bulat, kita akan tetap bercerai.” Ucapnya, Al menepis lengan Julia yang berusaha menahanya.
Lilac, Aily dan Penelope ikut terkejut, mereka bingung harus berbuat apa. Hingga akhirnya Lilac yang melangkah maju mendekati Al.
“Al, bukankah kamu sudah janji padaku iika kamu tidak akan mencereikan kak Julia.” Ucap Lilac dia mendekat dan menyentuh lengan suaminya perlahan berusaha membuat Al tenang, dan berniat membantu Julia.
“Diam kau! Aku tau jika kau yang menghasut suamiku agar menceraikan ku!” Pekik Julia dengan mata merah dan sorot mata tajam pada Lilac.
“Penelope ajak Lilac istirahat ke atas.” Titah Al dia tidak mau membuat Lilac jadi banyak pikiran hanya karena masalah dirinya dengan Julia.
Penelope dengan sigap mengajak kakak iparnya naik ke atas tangga.
__ADS_1
“Tidak! Kau harus bertanggung jawab Lilac! Kau harus membuat Al kembali seperti dulu sebelum mengenal dirimu!” Pekik Julia sambil menarik kesal baju Lilac hingga wanita hamil itu berteriak karena tubuhnya yang tertarik ke belakang.
“Lilac!” Teriak Al.