
Al menatap wajah istrinya, sungguh dia sangat senang karena Lilac sangat menginginkan dirinya.
“Itu permintaan yang sangat berat, sayang.” Jawab Al. “Tapi untuk istriku apa sih yang tidak aku berikan?” Tanya nya.
Perlahan Al memasukan lenganya kedalam baju pasien itu, mengelus lembut kulit tubuh sang istri. Lilac memejamkan matanya menikmati sensasi liar di tubuhnya dengan sedikit bergejolak.
“Euhh sayang, jangan menggodaku seperti itu.” Pinta Lilac namun tubuhnya sama sekali tidak menolak, rasa panas di tubuh Lilac semakin meningkat.
Lilac menggigit bibir bawahnya pelan saat sang suami berhasil melepas pengait braa di dalam sana. Matanya semakin meremang saat sentuhan halus di atas kedua puncuk dadanya.
“Euhh, Sayang. Cepat! Tolong lakukan sekarang juga.” Ucapnya saat sesuatu di bawah sana terus berdesir dan meminta segera di jajah.
Al tersenyum memperhatikan Lilac yang menikmati sentuhanya dengan mata tertutup dan tubuh yang terus bergetar tidak bisa diam apalagi racauan sexy yang terdengar begitu menggugah hasratnya.
Al menekan pinggang istrinya membuat tubuh keduanya semakin intim, Lilac sedikit bergetar saat bagian bawahnya merasakan benda keras menusuk bagian sensitifnya.
__ADS_1
“Bagaimana dengan ini? Apa kamu suka?” Tanya Al dia memaju mundurkan pinggang Lilac dengan tekanan kuat agar Lilac mendapatkan nikmat.
Dan benar saja tubuh mungil itu bergetar hebat, Al semakin tersenyum saat Lilac membuka satu persatu kancing bajunya.
“Maaf sayang, ini sangat genting aku sudah tidak bisa menahanya lagi.” Ucap Lilac dia dengan cepat menarik kepala Al mengarah ke kedua dada miliknya.
Tentu saja Al dengan senang hati memainkan benda kenyal itu dengan kedua tangan dan mulutnya, Ah Sial! Lilac semakin bergaiirah dia terus melenguh menikmati hiisapan di kedua dadanya.
Lilac pun tidak tinggal diam ia segera membuka kancing celana suaminya dan mengeluarkan benda itu benda panjang besar dan berurat yang sejak tadi ia inginkan, miliknya sudah sangat basah dan siap untuk di masuki.
Al menghisap leher jenjang sang istri saat Lilac berusaha menyatukan kedua tubuh mereka.
“Euugghhh!” Lenguh Al dan Lilac bersamaan. Al semakin memperkuat hisapan di leher sang istri mempertajam warna merah kepemilikanya.
“Jangan bergerak,” pinta Al saat sang istri hendak menggoyangkan pinggulnya. “Biar aku yang bergerak, kamu hanya perlu menikmatinya sayang.” Ucap Al di telinga sang istri.
__ADS_1
Al sama sekali tidak bermain pelan, ia terus menghentakan pinggulnya dengan kuat agar bisa membuat sang istri menikmati s3xnya.
“Ahh… Ah… Ouh yes Baby!” Pekik Lilac dengan tubuh yang bergetar di rematnya rambut sang suami yang sedang menghisap buah dadanya dengan rakut.
Dengan kedua lengan yang melingkar di tubuh sang istri dengan kuat, dan pinggul yang terus menghentak.
Mata Al semakin sayu, bahkan bola mata hitamnya nyaris tak terlihat. Kedua orang itu hampir mendapatkan klimakss nya.
Lilac bahkan sekarang ikut bergerak memperdalam kedua tubuh yang semakin menyatu itu, kedua dada sang istri ikut bergerak naik turun sesuai irama hentakan sang suami.
“Sayang, aku sudah akan keluar.” Ucap Lilac dia sudah hapal betul saat-saat seperti ini dia akan mengeluarkan ****** ***** dengan kenikmatan yang menyertainya.
Lilac sangat menanti-nantikan hal itu, sementara Al terus memperkuat hentakanya dia bahkan sampai memeluk Lilac dengan begitu kuat sambil menghisap kuat leher sang istri.
“Aku juga sayang, sedikit lagi.” Ucapnya dengan ujung kaki yang meremat.
__ADS_1
Namun tiba-tiba suara pintu terdengar.