
“Sayang! Apa kamu terluka?” Tanya Al dengan segera dia berlari mendekati sang isteri.
Lilac terdiam menatap lurus bingkai photo yang terjatuh, dia hendak mengambil photo itu namun Al dengan cepat menahan nya.
“Jangan sentuh itu, biar pelayan yang membersihkanya.” Ucap Al dia menarik kembali tubuh Lilac yang hendak berjongkok.
“Aku ingin lihat siapa yang ada di photo itu sayang.” Ucap Lilac dengan hati yang berdebar-debar.
Al menatap wajah Lilac yang begitu penasaran, dia pun mengambil photo itu dari serpihan kaca yang berserakan dan membersihkanya lalu memberikanya pada sang isteri.
“Siapa mereka?” Tanya Lilac pada orang yang berada di dalam photo itu.
“Oh itu penggemarku dulu saat main ke pinggir pantai.” Ucap Al dengan bangganya. Al langsung berhenti berbicara saat melihat wajah Lilac yang sendu, Al sudah salah bicara sampai membuat isteri nya cemburu pikirnya.
“Maaf sayang, itu hanya anak kecil. Kami juga tidak pernah bertemu lagi setelah itu.” Ucap Al.
“Huaaaa…” Lilac tiba-tiba menangis membuat Al kebingungan. “Kamu bilang hanya anak kecil? Kamu gak tau seberapa besar cinta anak kecil itu sampai setiap hari kembali ke pantai itu hanya berharap kamu kembali ke tempat itu.” Keluh Lilac.
__ADS_1
“A-apa yang kamu bicarakan sayang, kenapa kamu menangis.” Al bingung, ia mengusap air mata sang suami.
“Kamu tau gak? Yang kamu bilang HANYA ANAK KECIL itu adalah aku!” Gerutu Lilac kesal. “Jadi kamu sengaja tidak datang lagi ke pantai itu karena aku hanya anak kecil? Kamu jahat!” Bentak Lilac kesal. Dia berjalan keluar meninggalkan Al sambil membawa photo itu.
Al mengejar Lilac. “Sayang aku gak tau kalau itu kamu, jangan marah. Kalau aku tau itu kamu aku pasti akan datang tiap hari.” Ucap Al sepanjang perjalanan nya mengejar Lilac dia terus memohon tanpa memperdulikan orang yang berpapasan dengan mereka.
“Dad, bagaimana itu kenapa mereka berdua bertengkar?” Tanya Mom Aily terlihat sangat hawatir.
“Biasrkan saja, nanti Al juga bisa menanganinya. Namanya juga rumah tangga harus penuh warna.” Ucap Daddy. “Iya kan sayang.” Tanya Dad sambil mendekatkan bibirnya di bibir ranum sang isteri.
“Sayang, kenapa kamu menolak ciumanku?! Apa kamu sudah gak cinta lagi padaku?” Keluh Dad Rion sambil mengejar isterinya.
“Namanya juga rumah tangga harus penuh warna.” Sindir Mom Aily.
Di dalam kamar, Al segera naik ke atas ranjang mendekati sang isteri yang tidak mau menatapnya sama sekali.
“Sayang kamu jangan marah kaya gitu.” Bujuk Al. “Maafkan aku, jangan marah yah.” Pinta Al sambil menarik Lilac masuk kedalam pelukanya.
__ADS_1
“Tau gak, aku tiap hari di temani kakek main ke pantai itu sambil menunggumu. Dan kamu tau? Kakek tidak pernah mengeluh sedikitpun saat menemaniku, dia cuma bilang jika jodoh gak akan kemana.” Ucap Lilac dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca karena mengingat kenangan terakhirnya bersama sang kakek.
“Tapi aku senang setidak nya kalian pernah bertemu.” Ucap Lilac bebarengan dengan air mata yang sudah tak bisa terbendung lagi.
“Jodoh memang tidak kemana, aku sampai kaget ternyata anak kecil matre itu adalah isteriku.” Ucap Al “kamu tidak pernah berubah sejak dulu kamu mencari pria kaya dan tampan sepertiku.”
“Kamu masih ingat?” Tanya Lilac, dia tidak menyangka jika Al masih mengingat pertemuan mereka dan mengingat kata-katanya yang ingin menikahi pria kaya seperti Alterio.
“Tentu saja, bahkan aku juga sempat bingung dengan kata-kata kakek mu.” Ucap Al mengingat-ingat lagi kejadian itu.
“Memang kakek bicara apa?” Tanya Lilac penasaran, namun hatinya berdebar-debar.
“Beliau bilang, cucu ku sedikit cerewet tapi dia sangat baik, tolong jaga dia jika suatu saat kalian bertemu kembali.” Ucap Al sambil menatap Lilac yang kembali meneteskan air matanya. “Apa Kakek mu peramal masa depan? Bagaimana dia tahu jika kita bertemu kembali?” Tanya Al sambil terkekeh.
Lilac pun ikut terkekeh, dan kembali masuk kedalam pelukan sang suami.
“Aku sangat merindukanya.” Ucap Lilac jujur.
__ADS_1