
Raut wajah Lilac terlihat sangat murung, hampir semalaman dia tidak bisa tidur karena ucapan Al yang berbicara seolah jika dirinya memang mencintai Lilac. Padahal Lilac yang menyuruhnya untuk berpura-pura mencintai dirinya di depan batu nisan Kakek nya, tapi malah dia sendiri yang berdebar sendiri sampai tidak bisa tidur.
“Ungu, kenapa?” Tanya Al karena sejak tadi Lilac hanya mengerutkan dahinya di depan batu nisan sang kakek.
Lilac menoleh ke arah Al, dia semakin merengut saat melihat wajah tak berdosa suaminya. “Karena kamu aku tidak bisa tidur!” Ketus Lilac dalam hatinya.
Lilac lalu kembali menatap batu nisan sang kakek dengan wajah yang sudah berubah di hiasi senyuman.
“Kakek, Lilac datang menemui kakek bersama suami Lilac.” Ucap Lilac dambil merangkul lengan Al. Alterio menoleh dan sedikit menunduk untuk menatap wajah Lilac karena tubuh Lilac yang pendek, Al tersenyum melihat Lilac yang sangat ceria dan banyak bicara di depan batu nisan itu.
“Aku sudah tepati janji ku padamu, Kakek. Aku bawa pria yang sangat kaya seperti permintaan mu, dan dia juga sangat tampan seperti Kakek.” Ucap Lilac yang tanpa sadar jika dirinya sejak tadi di tatap Al dengan senyuman. “Kami menikah sudah hampir dua minggu, walaupun awal mula pernikahan kita…” Lilac menghentikan ucapan nya dia bingung bagaimana cara dirinya menyampaikan hal itu.
“Walaupun pernikahan kita awalnya karena kesalahan ku, tapi Kakek tenang saja. Aku pasti akan menjaganya dan merawatnya dengan baik selama hidupku.” Ucap Al yang melanjutkan ucapan Lilac yang terhenti.
__ADS_1
Lilac menatap Al. “Kenapa?” Tanpa sadar Lilac bertanya seperti itu, padahal jelas-jelas dia tau jika Al berbicara seperti itu karena itu juga dirinya yang menyuruh Al. Al balik menatap Lilac. “Mu-mungkin saja Kakek ku ingin bertanya itu.” Ucap Lilac yang terlihat gelagapan karena sudah mempertanyakan hal yang seharusnya tidak ia ucapkan. Walaupun pertanyaan sederhana, tapi itu bisa membuat orang lain salah paham.
“Tentu saja aku sangat menyayangimu.” Ucap Al sambil mengelus pelan pipi istrinya itu. Ucapan Al yang dengan mudah nya keluar dari mulut Al malah menbuat Lilac berdebar.
“Lilac! Jangan salah paham! Dia hanya berekting di depan Kakek mu!” Tegas Lilac dalam hatinya.
“Karena itu, aku pasti akan menjagamu dan bayi kita.” Ucap Al lagi lalu menarik nya masuk kedalam dekapan pria bertubuh kekar itu.
“Aku laper.” Ucap Lilac tiba-tiba dia tidak mau melanjutkan sandiwara ini karena rupanya dia sendiri yang merasa terjebak.
“Mau makan?” Tanya Al pria itu semakin mengeratkan pelukanya.
“Semoga kita cepat punya anak.” Doa Al dalam hatinya sambil memejamkan matanya dan memeluk tubuh Lilac erat.
__ADS_1
Lilac hanya mengangguk.
“Ingin makan apa?” Tanya Al sambil melepaskan pelukan nya.
“Aku ingin masakan yang kemarin kamu buat untuk ku, tapi aku tidak sempat memakan nya karena Serena yang lebih dulu menakanya.” Ucap Lilac tiba-tiba saja dirinya teringat jika kemarin Al sempat memasak untuknya.
“Baiklah ayo kita pulang dan memasak.” Ajak Al. Lilac mengangguk senang, lalu istrinya itu berpamitan dengan sang Kakek. Al hanya melihat interaksi Lilac pada batu nisan itu. Dia mengerutkan dahinya saat mengingat nama yang tertulis di atas batu nisan itu. “Reza anggara”
.
Maaf yah ga up 3 hari karena mudik,, 🤭🤭🤭
Jangan kupa kasih semangat lagi biar aku semangat buat Crazy up nya🤭
__ADS_1