Istri Keduaku Yang Nakal

Istri Keduaku Yang Nakal
Bna 45 - Malu


__ADS_3

“Di bagian leher dan punggung Lilac sangat banyak, Kak Leon.” Jawab Penelope dia membantu Lilac menurunkan sedikit kerah piyama nya.


Leon menatap leher Lilac dengan teliti dahinya mengerut, lalu Leon berdeham. Ketiga orang tua yang berada di belakang Leon tidak sabar ingin menunggu hasil kondisi Lilac.


“Bunda.” Panggil Leon pada ibunya yang sedang berdiri dengan kedua saudaranya itu.


“Iya sayang, ada apa?” Tanya Bunda Alika.


“Seperti nya Bunda lebih tau dan paham tentang ini, lebih baik Bunda yang menjelaskan pada kedua anak itu.” Ucap Leon sambil menunjuk sepupunya Penelope dan istri Sepupunya.


Saat Bunda Alika mendekat mereka tiba-tiba di kagetkan dengan sesosok gadis mungil yang datang tiba-tiba dengan seragam putih abu-abu nya.


“Kak Leoonn!!!” Panggil gadis kecil bernama Serena itu, dia berjalan dengan kesal karena sudah mencari peia itu kemana-mana dan akhirnya dia menemukan pria bernama Leon itu.


“Serena? Bagaimana kamu tau aku di sini?” Tanya Leon dia sudah berusaha menghindari gadis itu namun Serena masih bisa menemukanya.


“Tentu saja dari Mami, dia bilang istri nya Kak Al sedang sakit dan kamu dokter nya. Kakak kenapa ga angkat telponku sih!” Keluh Serena dngan kesal dia segera duduk di tepi ranjang di samping Leon. Serena tidak menghiraukan semua orang yang ada di sana termasuk ibunya sendiri.


“Serena! Lagi-lagi kamu mengganggu Sepupu mu yang sedang bekerja yah!” Ucap Mam Eria sambil menjewer anak bungsunya itu. Padahal ini sudah sudah yang kesekian kalinya ia melarang Serena menggagu keponakanya.

__ADS_1


“Pprrrtt..” Lilac menahan tawanya, dia baru sadar jika keluarga Al seharmonis ini. Sebelumnya dia tidak sempat memperhatikan keluarga Al saat acara pernikahan nya karena sibuk memikirkan nasibnya.


“Woaahh!!! Kak Lilac leher mu banyak banget cupangan nya.” Ceplos Serena dengan terkejut ia melihat banyak tanda merah di leher Lilac. Lilac dan Penelope hanya diam karena mereka sama sekali tidak tau apa arti dari ucapan anak SMA itu.


Mom Aily, Mam Eria dan Bunda Alika yang belum sempat memeriksa kondisi Lilac langsung menatap ke arah nya.


Sementara itu Leon langsung membekap mulut gadis itu. “Kau ini masih bocah! Kenapa sudah mengerti hal seperti itu!” Ucap Leon dia membekap mulut Serena sambil menyeret gadis itu keluar dari kamar Lilac.


“Serena! Temui Mami setelah pulang dari sini!” Pekik Mam Eria dia sangat kaget karena anak perempuan satu-satunya yang polos dan kecil itu tau hal seperti itu.


“Emmpp Mam!” Teriak Serena sambil tertahan lengan Leon dia keluar sambil di seret Dokter cintanya.


“Serena! Kenapa kamu tau bahasa ******?” Tanya Leon penuh selidik, dia takut jika adik Sepupunya itu mempunyai pergaulan bebas di umurnya yang sekarang. “Apa kamu pernah melakukan nya denagn pria lain?” Tanya Leon lagi dengan tatapan tajam nya.


“Ya ampun ka! Anak SMP jaman sekarang saja tau apa itu ******, masa aku ga tau!” Ucap Serena sambil tertawa karena Leon menanyakan hal yang tidak penting.


“Jawab pertanyaan ku! Apa kamu pernah mendapatkan kecupan di leher mu dari seorang pria!” Tanya Leon.


“Kakak ini gimana sih, Kakak tau sendiri jika aku hanya akan menikah dengan mu! Mana mau aku di cium oleh pria lain.” Gerutu Serena kesal karena Leon sudah meragukan cintanya pada pria itu. “Apa kakak mau mencobanya? Serena siap ko.” Ucap nya sambil menunjukan lehernya.

__ADS_1


Tak…


“Aww!!” Ringis Serena karena jidat nya lagi-lagi kena jitakan dari pria yang selama ini dia cintai.


“Jangan gila!” Ucap Leon sambil berjalan menjauhi Serena.


“Kakak mau kemana??? Serena lapar Kak, buatkan Serena makanan.” Ucap Gadis mungil itu sambil bergelendot manja di lengan Leon.


Sementara di dalam kamar, Mom Aily menatap tajam ke arah Penelope yang sudah membuat kegaduhan sampai membuat nya dan yang lain datang dengan tergesa-gesa bahkan dia sampai tidak sempat membelikan makanan untuk Menantu nya itu.


“Mom…” lirihnya dengan senyum kaku Penelope, dia tau betul jika Mommy nya itu sedang marah. “Kita berdua benar-benar tidak tau itu apa, aku tidak bermaksud membuat kegaduhan.” Ucap Penelope dengan penjelasan nya.


“Penelope kemari kamu!!” Teriak Mom Aily. Dia langsung mengejar Penelope yang sudah berlari entah kemana. Namun di rungkan niat mengejar Penelope karena sekarang yang lebih penting adalah Lilac dan calon cucu nya, walau belum terprediksi di dalam perut nya sudah tumbuh bayi atau belum.


“Sayang..” panggil Mom Aily.


“Mom maafkan aku.” Ucap Lilac dengan wajah yang tertutup kedua lengan nya.


“Kamu tidak usah malu sayang, tidak apa-apa Mom senang kok. Itu artinya Mom akan segera mempunyai cucu.” Ucap Mom Aily dia memeluk Lilac sambil tersenyum menatap Mam Eria dan Bunda Alika yang juga ikut tersenyum karena keinginan Mom Aily akan segera terwujut untuk segera mempunyai cucu.

__ADS_1


__ADS_2