Istri Keduaku Yang Nakal

Istri Keduaku Yang Nakal
Bab 42 - Semakin bergairah.


__ADS_3

Waktu sudah menunjukan pukul 9 pagi, tubuh Lilac sangat lelah. Sakit di sekujur tubuhnya sama seperti pertama kali bercinta dengan Al, Lilac enggan membuka matanya. Namun Lilac tau sejak tadi Al tidak henti-hentinya menyentuh tubuh polos miliknya, akhirnya mau-tidak mau ia membuka matanya.


“Good morning.” Ucap Al tepat saat Lilac membuka matanya, wajah pria itu tepat di depan wajahnya. “Kamu sudah siapa?” Tanya Al dengan senyum mencurigakan membuat Lilac takut.


“Ada apa?” Tanya Lilac binging. Tiba-tiba Al melummat Bibir ranum miliknya dan menghentakan pinggul nya kuat.


“Emmppp!!” Lilac mendorong wajah Al menjauh, hingga ciuman itu terlepas namun Al malah tertawa tanpa menghentikan Hentakan nya.


“Aahhh! apa yang kamu lakukan Al, kamu janji untuk membiarkan ku istirahan.” Ucap Lilac karena Lilac hanya baru sejam tertidur, tapi pria ini sudah kembali memasuki miliknya saat dirinya tertidur.


“Tapi kamu sudah bangun sekarang, Honey.” Ucap Al sambil menggigit bibir bawahnya dan mengerang menikmati hentakan dan jepitan di aset berharga miliknya.


“Alterio!!! Aku mohon berhentilah! Kamu sudah melakukan nya dari jam 4 pagi, kenapa masih belum berhenti juga!” Teriak Lilac dengan kesal dia sampai menutup wajahnya dengan kedua telapak lenganya.


Ia sendiri berusaha menutupi reaksi di wajahnya saat kembali mendapatkan kenikmatan yang di berikan Al.

__ADS_1


Al mencium kedua lengan Lilac dengan lembut. “Aku janji ini yang terakhir untuk hari ini.” Ucap Al lalu membalikan tubuh Lilac dan membuat wanita itu terkejut. Al kembali menancabkan miliknya.


“Eeuugghh!! Posisi ini sangat menjepitku.” Ucap Al karena Lilac memunggunginya dia mencium punggung mulus itrinya itu. Al meremas kedua benda kenyal milik Lilac dengan bibir yang terus memberikan tanda merah di bagian favorit nya lekuk leher Lilac.


“Aahhh… ahhh Al tolong hent— aarrggh!!” Pekik Lilac saat dirinya kembali mengeluarkan cairan kenikmatan miliknya.


Al tersenyum kini giliran nya dia menekan kuat perut Lilac den menusuk nya lebih dalam lagi membuat wanita itu terus bergetar dan memberikan kenikmatan pada dirinya. “Aaahhh babyyyyy!!!” Pekik Al sambil menggigit leher Lilac pelan karena Al menahan nya saat hentakan tertahanya mengeluarkan cairan kenikmatan miliknya.


Al terjatuh di punggung mulus istrinya itu., keduamya saling mengatur nafasnya masing-masing. Lagi-lagi Al membuat Lilac melayang dan merasakan kosong sekaligus nikmat secara bersamaan. Lilac tidak menyangka permainan seperti ini bisa membuat tubuhnya lemas dan merasakan puas tersendiri.


Puas… Lilac benar-benar puas bercinta dengan Al, dia sampai berpikir betapa beruntung nya Julia mendapatkan suami sehebat Al saat bercinta. Tidak… pria ini juga hebat dalam berbagai bidang termasuk urusan dompet pikirnya.


Lilac kembali tertidur.


“Honey.. mau mandi?” Tanya Al dia sedang mengeluarkan miliknya dari bagian tubuh Lilac. Lalu menatap Lilac karena tidak ada jawaban dari wanita itu. “Kamu tidur lagi?” Gumamnya saat melihat Lilac yang tertidur dengan posisi tengkurep.

__ADS_1


Al membenarkan posisinya menjadi terentang dan menutupi tubuh polis istrinya itu. “Sepertinya hoby ku berubah.” Gumamnya sambil mengelap keringat di kening Lilac. “Setiap kali melihat mu tertidur, aku malah ingin bercinta lagi dengan mu.” Ucap Al dia terlihat seperti seorang maniak pikirnya sambil tersenyum menggelengkan kepalanya melihat kelakuan nya sendiri.


Al pun berjalan meninggalkan Lilac menuju kamar mandi untuk membasuh tubuhnya yang penuh peluh. Ia juga harus memasak untuk istrinya itu karena sudah pasti Lilac lapar karena sejak tadi pagi dia sudah berolah raga.


Di tempat lain tepat nya di Jepang, Daniel sedang memandangi wajah Lilac. Dia melihat beberapa lembar poto yang di kirim oleh seseorang melalui ponselnya, Daniel membuka kaca mata yang selama ini menempel di wajahnya.


Daniel mengusap kasar cairan bening yang menetes dari matanya, dada nya sangat nyeri hanya melihat beberapa poto Lilac yang sedang bersama Al saat Al menggendong Lilac ke hotel tempat mereka menginap.


Yang Daniel tau saat itu Al menemui Julia yang sedang bertemu dengan rekan bisnisnya, dan Lilac menangis karena hal itu di tepi pantai. Lalu Al menemui Lilac dan memeluk nya di sana, dan membawa Lilac pulang ke hotel dengan menggendongnya.


Daniel mendapat informasi itu dari seseorang suruhan nya. Saat melihat Lilac menangis karena pria lain membuat Daniel merasakan sakit yang teramat dalam.


Andaikan yang menikah dengan Lilac adalah dirinya, sudah pasti Daniel tidak akan melukai gadis itu. Gadis yang selama ini ia sukai, gadis yang selalu menemani hari-harinya di kampus. Gadis yang selalu membuat nya semangat belajar, gadis yang membuatnya jatuh cinta pertama kalinya.


“Mam, lusa aku akan pulang,” Ucap Daniel saat sambungan telpon itu terhubung.

__ADS_1


__ADS_2