Istri Keduaku Yang Nakal

Istri Keduaku Yang Nakal
Bab 44 - Penelope.


__ADS_3

Walau awal nya terasa risih dan malu, mau tidak mau Lilac membiarkan ketiga pelayan itu menbantunya membersihkan dirinya di kamar mandi dan membantunya mengganti pakaian. Karena memang tubuhnya tak sekuat yang ia bayangkan, berjalan saja sampai harus di papah karena pangkal pahamya terasa sakit dan tubuhnya terasa remuk.


“Nona Lilac, ada seseorang datang menemui anda.” Ucap salah satu pelayan yang baru saja masuk kedalam kamarnya. Lilac mengerutkan keningnya bingung, siapa yang akan datang ke tempat baru ia tinggali sehari pikirnya karena tidak ada yang tau jika dia tinggal di tempat mewah itu.


“Lilac…” panggil Penelope dia berlari masuk kedalam kamar Lilac, para pelayan yang sedang menyisir dan menyiapkan pakaian untuk nya langsung untud diri untuk keluar saat kedatangan Penelope.


“Kak Lope?” Panggil Lilac dia berdiri dengan wajah senang nya karena kehadiran Penelope, namun ia meringis nyeri saat satu langkah akan berjalan.


“Ya ampun Lilac tidak usah berdiri, duduk saja.” Ucap Penelope sambil membantu Lilac duduk kembali. Lilac pun kembali duduk.


“Kakak ada apa kesini? Aku senang melihat kakak datang menemuiku.” Ucap Lilac jujur.


“Aku dengar kamu sakit, jadi aku langsung ke sini. Sementara Mom dia akan ke sini setelah acara arisan nya sambil berbelanja makanan untuk mu Lilac.” Ucap Penelope. “Kamu sakit apa? Apa kaki mu keseleo?” Tanya Penelope hawatir karena sebelumnya Lilac terlihat kesakitan saat kakinya melangkah pikirnya.


“Aku baik-baik saja kak,” jawab Lilac.

__ADS_1


Penelope membawa sisir yang ada di meja rias dan menghadapkan Lilac mengarah cermin, lalu menyisiri Kakak iparnya yang lebih cocok di sebut adiknya itu.


“Kamu cerita padaku juga Kak Al menyakitimu Lilac, aku dan Mom pasti akan membelamu.” Ucap Penelope dia senang melihat rambut panjang lurus milik Lilac. Namun kening nya mebgerut saat melihat merah-merah di lehernya.


“Lilac apa kamu alergi?” Tanya Penelope sambil menurunkan kerah piyama Lilac. Lilac sama terkejutnya dia lalu membuka lebar kerah piyama nya.


“Ah banyak sekali Kak, aku baru sadar jika leherku merah-merah begini.” Ucap Lilac sama bingung nya dengan Penelope.


“Coba kendurkan piyamamu Lilac, aku akan lihat bagian lain.” Perintah Penelope. Lilac pun menurut, dan Penelope melihat banyak merah-merah di bagian punggung Lilac juga. “Ini bahaya, aku harus segera hubungi Kak Leon.” Ucap Penelope. Dia segera menghubungi sepupunya yang berprofesi sebagai Dokter itu.


Lilac menatap Penelope yang terlihat sangat hawatir kepadanya, entah siapa yang ia hubungi namun Lilac sedih dan juga senang secara bersamaan.


Dia senang karena merasa ada orang lain yang menyayanginya dengan tulus selain Mika sahabatnya, dan Lilac juga senang Penelope dan Mom Aily menganggap dirinya sebagai keluarga nya sendiri walau dirinya hanya sebatas istri kedua.


“Kak, aku baik-baik saja. Tubuhku juga tidak gatal.” Ucap Lilac saat Penelope selesai menghubungi seseorang sambil berjalan ke arahnya.

__ADS_1


“Jangan hawatir aku akan mengurus Alergimu, ayo lebih baik kamu istirahat di atas ranjang.” Ucap Penelope dia mengajak dan memapah Lilac berjalan ke arah ranjang itu.


Lilac hanya mengikuti apa yang di perintahkan Adik Ipar nya itu.


Satu jam kemudian Mom Aily dan Dr. Leon sampai secara bersamaan, Mom Aily terlihat datang teburu-buru mungkin karena mendengar kabar jika menantunya dari Penelope dia bahkan langsung meninggalkan acara arisan itu.


“Sayang, kamu Alergi apa? Mana alerginya Mom liat? Kenapa Al meninggalkan mu dan malah pergi bekerja?” Tanya Mom Aily dengan bertubi-tubi bahkan Lilac sampai bingung harus menjawab apa. Sementara Dr. Leon saja berjalan dengan santai sambil mengeluarkan alat medisnya dari tad yang ia bawa. “Mom sudah memarahi suamimu, Mom kesal dengan Al huh anak itu sudah tau istrinya sakit malah pergi bekerja. Leon gimana kondisi Lilac?” Tanya Nya saat sadar jika di sana juga ada anak dari kakaknya.


“Mom! Kak Leon baru saja datang dan akan memeriksa, kenapa Mom berisik sekali.” Ucap Penelope. Dia bahkan lebih aktif bertanya melebihi seorang dokter pikirnya.


Saat Mom Aily akan menjawab ternyata Mam Eria dan Bunda Alika masuk kedalam kamar Lilac. Lilac menatap sambil tersenyum ke hadapan mereka, saat pernikahan nya Lilac pernah di kenalkan oleh Mom Aily jika Mam Eria adalah adik dari Dad Rion dan Bunda Alika adalah kakak dari Mom Aily.


“Bagaimana Kondisi menantumu Aily?” Tanya Mam Eria dan Bunda Alika yang baru saja masuk kedalam kamar.


“Oh ya ampun Mam, Bunda kalian datang juga?” Tanya Penelope dia kira hanya Mommy nya saja yang datang.

__ADS_1


Leon tidak memperdulikan kehadiran mereka, ia hanya pokus memeriksa denyut nadi Lilac. “Coba buka bagian mana yang merah karena alergi?” Tanya Dr. Leon. Semua orang pun mengarah ke arah Leon karena penasaran dengan kondisi Lilac.


__ADS_2