Istri Keduaku Yang Nakal

Istri Keduaku Yang Nakal
Bab 63 - Memeluk Daniel


__ADS_3

Al terlihat sangat bahagia saat mendengar kabar jika Daniel akan pergi, tentu saja Al bahagia karena itu artinya istrinya tidak akan pergi lagi bersama pria lain.


Sepanjang perjalanan menuju bandara bibir Al terus tertarik naik menunjukan senyuman pada semua orang yang melihatnya sambil menggandeng lengan istrinya itu. Bahkan saat ia bertemu dengan Mami Eria dan Papi Ben pun tetap tersenyum membuat kedua orang itu heran karena Al tidak bersikap seperti biasanya.


Ya mereka sedang berada di bandara untuk mengantar kepergian Daniel kembali ke jepang, tentu saja kedua orang tua Daniel tau tujuan pria itu pindah Universitas. Karena untuk melupakan Lilac yang sudah menikah dengan sepupunya sendiri, walau begitu kedua orang tua Daniel tidak menyalahkan siapapun karena ini memang sudah menjadi takdirnya.


“Mami, kemana Sherena? Apa dia tidak ikut mengantar kak Daniel?” Tanya Lilac yang sudah tau jika Daniel adalah kakak dari sepupu Al yang lain.


“Mami juga bingung dengan anak itu, dia tidak bisa di hubungin ga tau dimana dia, mungkin sedang main dengan teman-teman nya.” Jawab Mami Eria ramah.


“Paling dia mengganggu Leon lagi.” Ceplos Al asal.


Kedua orang tua Daniel saling menatap satu sama lain saat mendengar ucapan Al, dengan cepat Daniel mengalihkan perhatian kedua orang tuanya dia memeluk ibunya.

__ADS_1


“Mam, aku pergi dulu yah. Jaga kesehatan mu jangan lupa minum vitamin dan jangan terlalu banyak memikirkan banyak hal.” Pintanya pada Mami nya itu.


“Tentu saja sayang. Hati-hati di jalan, banyak-banyak lah memberi Mami kabarmu di sana.” Ucap Mami Eria, Daniel pun mengangguk dan beralih memeluk Papi nya.


“Papi bangga padamu, Nak.” Ucap Papi Ben pada anaknya yang berusaha mengiklaskan wanita yang ia cintai bahkan sama sekali tidak membuat hubungan sepupu dan itrinya itu rusak demi perasaan nya sendiri.


Lalu Daniel hendak mendekati Lilac dan memeluk wanita itu namun dengan sigap Al yang menerima pelukan sepupunya itu.


“Hati-hati di jalan,Daniel. Semoga kamu cepat mendapatkan wanita lain agar tidak mengganggu hubungan ku dan istrikua. Dan ingat jangan pernah merayu istriku lagi setelah ini.” Bisik Al dengan serius pada sepupunya itu.


Ucapan Daniel sedikit membuat Al kaget hingga tanpa sadar jika Daniel sudah melepas pelukan nya dan sekarang sedang memeluk istrinya, Al yang baru sadar langsung menarik istrinya masuk kedalam pelukan nya.


“Sudah cukup, jangan lama-lama.” Ucap Al dengan wajah sinis nya membuat Mami Eria dan Papi Ben tersenyum melihat tingkah keponakanya.

__ADS_1


Mereka pun saling melambaikan tangan melihat kepergian Daniel, lalu saling berpamitan karena Al dan Lilac akan berpisah memakai kendaraan lain pada kedua orang tua Daniel.


Lilac menaiki mobil suaminya itu dengan mengerutkan keningnya.


“Ada apa sayang?” Tanya Al bingung.


“Entah aku merasa mu— uweggghh!!” Hampir saja Lilac memuntahkan isi perutnya, untung nya hanya mual saja.


“Sayang! Ada apa??? Kamu demam?” Tanya Al sangat hawatir dia segera meneriksa suhu tubuh istrinya sambil membantu nya duduk di kursi mobil itu.


“Aku belum sarapan jadi sedikit mual.” Ucap Lilac. “Aku ingin ketoilet dulu Sayang.” Pinta Lilac Al mengangguk dengan segera ia masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya.


Sementara di bandara yang sama, Julia yang baru turun dari pesawat ia segera memeriksa ponselnya.

__ADS_1


“Apa Al belum melihat pesanku? Apa dia sakit?” Gumamnya dia lalu menghubungi seseorang.


__ADS_2