Istri Keduaku Yang Nakal

Istri Keduaku Yang Nakal
Bab 46 - Kesedihan Mami Eria.


__ADS_3

Melihat sahabat dan juga kakak iparnya terlihat bahagia karena kemungkinan sebentar lagi cuci yang di idam-idamkan nya akan segera hadir, Mam Eria pun tersenyum karena ikut bahagia. Namun di sisi lain dia memikirkan nasib anak nya, anak nya pasti sangat sedih mendengar kabar ini. Apalagi cepat atau lambat Daniel akan datang untuk menemui Lilac.


Mami Eria bukan tidak mencegah keinginan Daniel untuk menemuinya, tapi tekad Daniel lah yang lebih kuat hingga membuat ibu nya sendiri tidak bisa berkutik. Bagaimana pun Daniel juga pantas hidup bahagia dengan jalan yang akan dia pilih, pikir Mam Eria.


Sementara Al berlari dengan cepat masuk kedalam Apartemen nya.


“Kak, kenapa lari-lari begitu?” Tanya Penelope yang sedang duduk di meja makan dengan kedua sepupunya.


Al menoleh ke belakang, ternyata Penelope tidak sendiri, ia duduk bersama Leon dan juga Serena.


“Leon bagaimana kondisi istriku?” Tanya Al karena dia tau jika Leon lah yang memeriksa istrinya itu.


“Memang nya Kak Lilac kenapa?” Tanya Serena yang sedang makan.


“Dia baik-baik saja.” Ucap Leon acuh, dia kesa harus meninggalkan pekerjaan nya hanya untuk memlihat hal menggelikan baginya.


“Leon! Yang benar saja! Bukan nya Lilac alergi?” Tanya Al lagi karena yang ia tau dari Mom Aily jika Lilac sakit karena Alergi karena itulah dia kena marah Mom nya dan berlari ke sini dengan cepat untuk melihat kondisi istrinya.


Penelope terdiam, dia turun dari kursinya perlahan lalu masuk kedalam toilet terdekat untuk menghindari masalah yang ia buat.

__ADS_1


“Kak Lilac tidak sakit, dia hanya mendapat kecupan sayang dari seekor vampir.” Ceplosnya lagi-lagi menbuat Leon geram dan menatap tajam sepupunya itu.


Al mebgerutkan kening nya bingung, lalu menyadari sesuatu yang mengganjal sejak tadi. “Serena! Kenapa kamu memakan makanan yang ku buatkan untuk Istriku!” Ketus Al dia menarik piring yang sedang di makan oleh Serena.


“Kak Al!! Kembalikan aku sedang lapar.” Teriak Serena kesal karena dia sedang menikmati makanan nya.


“Al biarkan Serena makan! Temuilah istrimu sejak tadi dia menunghu mu.” Ucap Leon sambil mengambil kembali piring yang Al pegang. Al lebih mementingkan Lilac, dia sudah lupa dengan makanan yang ia buat dan langsung berjalan menuju kamar nya.


“Makasih calon suami.” Ucap Serena saat Leon memberikan piring tadi.


“Jangan banyak bicara! Cepat habiskan makanan itu, aku akan mengantar mu pulang lalu kembali bekerja.” Ucap Leon. Dia sudah tidak tahan berdekatan dengan sepupunya yang terus menempel padanya.


Al masuk kedalam kamar, dia kira di dalam kamar hanya ada Lilac. Tapi ternyata Mom dan yang lain nya juga ada di sana.


“Honey. Bagaimana kondisimu?” Tanya Al dia berjalan melewati Mami Eria dan Bunda Alika.


“Dia baik-baik saja Al, tapi yang sedang tidak baik-baik saja seperti nya kamu Al.” Sindir Alika dan di sertai tawa Bunda Alika dan Mami Eria. “Kamu seperti binatang buas yang banyak memberi tanda di punggung istrimu.” Sindir nya lagi, Bunda Alika seolah belum puas membuat Al malu.


Al yang diam saja mengerti arti dari ucapan Bunda Alika, dia menatap Lilac yang terus menunduk.

__ADS_1


“Sudah-sudah ayo kita tunggu di luar. Siapa tau Al mau menyantap lagi makanan nya.” Ucap Mom Aily dia mengajak kedua saudaranya itu keluar sambil menyindir Al.


Ketiga orang itu pun keluar.


“Honey? Kamu baik-baik saja?” Tanya Al dengan pelan. Lilac menatap ke arahnya lalu mukil dada bidang Al bertubi-tubi seolah menumpahkan rasa malunya yang sejak tadi ia tahan.


“Al kamu menyebalkan! Kenapa kamu ****** seluruh tubuhku! Karena mu aku jadi harus menanggung malu.” Keluh Lilac sejak tadi ingin marah pada suaminya itu.


“Cupang? Apa itu ******?” Tanya Al bingung.


“Kata Mom Aily itu namanya kecupan sayang. Itu yang merah-merah di sini.” Ucapnya sambil memperlihatkan merah di area lehernya.


Al tersenyum lalu menarik kepala Lilac masuk kedalam pelukan nya, Al menyandarkan wajah Lilac di dada bidang nya.


“Maaf aku kira tidak akan ada yang bisa melihat bagian tubuhmu yang aku beri tanda merah.” Ucap Al, karena dia tidak menyangka jika kejadian seperti ini akan terjadi.


“Aku ga mau lagi di ******.” Ucap Lilac membuat Al yang mendengar kata itu cukup membuat nya geli sendiri. Namun sedetik kemudia dia mengerti arti dari ucapan Lilac itu.


Itu artinya Al tidak bileh lagi mencium Lilac atau melarang nya untuk bercinta.

__ADS_1


“Tapi aku masih harus menjenguk anak kita.” Ucap Al dengan sengaja agar Lilac masih bisa mengijinkan nya memasuki milik istrinya itu.


__ADS_2