
Julia mengetuk pintu kamar Lilac sebelum ia membukanya, Julia sungguh sangat menyesal karena langsung masuk begitu saja karena rupanya pria itu sedang bersimpuh menciumi perut Lilac.
“Kakak sini masuk.” Ajak Penelope membawa Julia masuk kedalam kamar itu.
Penelope mambawa piring buah-buahan yang di bawa Julia dan berjalan ke arah Lilac yang sedang duduk berbaring di atas ranjang.
“Al bisa kita bicara sebentar.” Ucap Julia, Al pun menoleh ke arah Julia lalu kembali melirik ke arah Lilac.
Lilac hanya tersenyum sambil mengangguk dan menunduk mengelus perutnya yang masih rata.
Entah mengapa Lilac merasa tidak rela membiarkan Al pergi bersama Julia, wanita itu takut jika kasih sayang Al hanya sementara dan berubah seperti sebelumnya. Lilac tau betul jika Al sangat mencintai Julia dan lebih peduli pada istri pertamanya itu, rasanya sesak tiba-tiba melanda dada eanita hamil itu.
__ADS_1
“Aku keluar dulu.” Ucap Al, dia mengelus kepala Lilac dan mengecup kening wanita yang tengah menunduk lalu beralih mencium perut Lilac.
“Lilac coba maoan buah ini.” ucap Penelope sambil mnyodorkan mangga ke mulut Lilac. Lilac terlihat sedih sat Juli menggandeng lengan Al dna keluar bersama.
“Makasih kak, aku jadi merepotkan mu.” ucap Lilac pada adik ipar nya itu.
“Heiii kamu anggap aku ini apa? Tentu saja kamu harus merepotkan ku Lilac. Karena kita sudah jadi saudara, aku akan melakukan apapun untuk keponakan ku.” Ucap Penelope dengan antusias menyuapi Kakak ipar nya itu.
“Terimakasih aku senang punya adik ipar seperti mu, kak.” Ucap Lilac. “Jadi kapan kakak akan menyusul?” Tanya Lilac tiba-tiba.
Jujur saja semenjak itu, Penelope mulai tidak mempercai arti kata cinta. Itu semua hanya omong kosong, tidak ada manusia yang saling setia. Semua bisa berubah karena itu gadis bernama Penelope tidak mau berkencan dengan siapapun.
__ADS_1
“Ah iyah, bagaiman hubungan mu dengan kakak ku? Seperti nya dia tidak galak seperti sebelumnya, apa kalian sudah saling mencintai?” Tanya Penelope dengan sengaja mengalihkan pembicaraan sebelumnya, namun tanpa sadar membuat Lilac terdiam seketika.
“Entahlah, tapi untuk sekarang dia memang baik padaku. Mungkin karena aku sedang mengandung anaknya.” Ucap Lilac. Dia membaringkan tubuhnya dan memposisikan tubuhnya lebih nyaman lagi.
Sementara di kamar Julia, wanita itu memeluk tubuh Al dengan sangat erat.
“Julia apa yang sedang kamu lakukan!” Tanya Al yang hanya diam mematung tanpa membalas pelukan istrinya itu.
“Aku aku tindu padamu, sudah satu bulan aku tidak bisa bertemu denganmu. Pekerjaan ku sudah selesai Al, beberapa bulan kedepan aku tidak akan mengambil proyek di luar negeri agar bisa terus bersamamu, aku tidak bisa jauh-jauh dari mu Al.” Ucap Julia dia sangat melindukan pelukan suaminya itu.
“Julia lepaskan, aku harus kembali ke kamar Lilac.” Ucap Al.
__ADS_1
“Tidak Al, aku masih kangen padamu. Malam ini tidur lah bersama ku, aku sangat menginginkan mu Al.” Ucap Julia lagi, dia terus tersenyum sambil memeluk suaminya itu. Karena dia yakin jika Al akan tidur bersamanya, dia sangat tahu betul jika Al tidak bisa menolak dan melewatkan sekalipun bercinta dengan Julia.
Tentu saja suaminya itu akan mau bercinta denganya.