
Al hanya tersenyum mendengar pertanyaan istrinya yang penuh curiga, bagaimana tidak curiga posisi tubuh kedua nya saja dapat membuat orang lain yang melihat nya salah paham karena terlalu intim.
“Aku tidak akan melakukan apapun.” Ucap Al serius dengan tatapan mata yang lembut, namun Lilac masih sangat mencurigainya karena kini lengan nya merangkul pinggang Lilac.
“Aku tidak sanggup jika harus melayani mu lagi seperti semalam.” Ucap Lilac tubuhnya masih terasa amat remuk. “Kamu seperti binatang buas Al.” Ucap Lilac lagi seolah dirinya sudah tidak punya rasa takut pada suaminya itu karena sudah berani memanggil namanya tanpa embel-embel.
“Aku tidak seperti binatang buas, kamu sangat menggoda dan sangat sexy. Mana tahan aku membiarkan mu berbaring damai di atas ranjang ku.” Ucap Al jujur, Lilac menelan salivanya susah tubuh keduanya sama sekali tidak ada jarak ia bahkan bisa merasakan hembusan nafas beraroma mint itu.
“Tubuhmu yang terus menggodaku, kamu bahkan menatap ku penuh nafssu dengan tatapan sayu yang membuat kamu terlihat semakin cantik Lilac. Aku baru sadar jika Bunga Lilac adalah Bunga yang paling cantik di antara bunga lain nya. Karena selama ini aku hanya tau jika Bunga Mawar lah yang paling cantik. Ternyata aku salah.” Ucap Al terlihat menyesal.
“Omg… sejak kapan dia bisa mengeluarkan kata-kata manis seperti itu, apa sebenarnya dia pria penggoda dengan sejuta rayuan?” Tanya Lilac dalam hati dirinya seolah menjerit-jerit kesal karena kini wajah nya merona hanya karena ucapan konyol nya itu.
__ADS_1
“Aku tidak membual, kamu memang sangat cantik dan sexy.” Ucap Al sambil menempelkan pipinya di atas pipi Lilac.
“Sudah cukup, aku tidak mau mendengar gombalan mu lagi Al.” Ucap Lilac dia pun hendak menjauh dari tubuh pria yang sedang mengungkung nya itu.
“Aku akan kabulkan permintaan mu yang kedua, Ungu.” Ucap Al tiba-tiba, ucapan Al membuat Lilac yang hendak menjauh dari tubuh suaminya tiba-tiba kembali berbalik menatap Al.
“Maksudmu apa Al?” Tanya Lilac.
“Benarkah?” Tanya Lilac terlihat antusias, dia duduk menghadap Al yang masih berbaring di depan nya.
“Iya,” ucap Al dia memeluk Perut Lilac sambil menyenderkan kepalanya di atas pangkuan istrinya itu. Tubuh Lilac sedikit menegang.
__ADS_1
“Boleh aku meminta sesuatu?” Tanya Lilac.
Al mengangguk. “Boleh, asal elus dulu kepalaku.” Ucap Al yang sudah menenggelamkan wajahnya di perut Lilac. Al menarik lengan Lilac untuk mengelus kepalanya. Lilac pun mau tidak mau mengelus pelan rambut itu.
Al mencium aroma tubuh Lilac, aroma tubuh yang sudah mulai terbiasa ada di sekitar hidungnya. Aroma yang mulai ia cari, entah mengapa aroma tubuh Lilac membuat nya sangat betah berlama-lama mencium wangi istrinya itu.
“Apa yang mau kamu minta, Ungu? Katakan lah?” Tanya Al karena Lilac tidak kunjung berbicara dia hanya mengelus pelan rambutnya sejak tadi.
“Tolong katakan pada Kakek jika kamu menikahi ku karena kamu mencintaiku, aku tahu ini hal konyol dan mungkin saja Kakek tau kenyataan nya. Tapi setidak nya ada pria tampan dan kaya raya yang sangat mencintai cucu nya ini.” Ucap Lilac walau dia sangat malu untuk berbicara hal itu, demi kakek dia akan menahan malunya di depan Al.
“Kamu tidak perlu meminta hal itu, karena aku pasti bilang pada Kakek jika kamu wanita yang aku cintai.” Ucap Al lalu kembali menenggelamkan wajahnya di perut Lilac.
__ADS_1
.