
Pagi itu Lilac membuka matanya, kamar yang masih gelap itu menandakan jika Suami nya belum bangun dari tidur nya. Ia hendak bangun agar Lilac tidak ketauan jika dia tidur di tempat yang sama.
“Mau kemana?” Tanya Al yang ternyata sejak tadi sudah bangun dan duduk bersandar memakai bantal tepat di samping Lilac.
Al menyalakan lampu kecil yang berada di sebelah kiri nakasnya, dia menatap Lilac dengan dingin.
“Mati aku!” Pekik Lilac dalam hatinya. Mungkin dia semalam bisa saja lolos dari masalah kemarin karena Al tidur lebih cepat, tapi Lilac tidak menyangka jika pagi ini Al lebih dulu bangun dengan raut wajah yang sama sekali tidak bisa di artikan olehnya.
“Aku mau mandi dan buat sarapan,” jawab Lilac asal.
“Sarapan? Di jam 4 pagi?” Tanya Al sambil melirik jam di ponselnya. “Kembali lah tidur.” Titahnya.
“Kamu sendiri kenapa sudah bangun?” Tanya Lilac, Al menyuruh Lilac tidur lagi sementara dirinya sendiri tidak tidur pikir Lilac.
“Aku memang tidak tidur sejak semalam.” Ucap nya dengan datar dan tatapan dingin Al padanya seolah itu semua adalah kesalahan dirinya.
__ADS_1
“Ke-kenapa?” lilac memberanikan diri untuk bertanya.
“Mendekatlah.” Titah Al dengan kedua lengan yang menyilang di dadanya, tidak lupa tatapan dingin seperti balok es khas Alterio yang sangat Lilac benci karena sikapnya yang seperti itu membuat Lilac sedikit gemetar karena Lilac tau pria ini sedang marah kepadanya.
Lilac mendekat perlahan namun. “Lebih dekat lagi!” Pinta Al sambil menarik lengan Lilac hingga membuat selimut yang di pakaia nya tertinggal dan menampak kan paha mulus milik Lilac.
“A-ada apa? Kenapa kita bicara dengan jarak dekat seperti ini?” Tanya Lilac entah mengapa keringat dingin keluar dari keningnya padahal Ac di kamarnya itu memakai suhu rendah.
“Kamu bahkan bisa tidur dengan nyenyak saat bilang akan bercerai dengan ku! Apa kau serius dengan ucapan mu semalam? Apa alasan mu ingin bercerai dengan ku?” Tanya Al, ucapan Al membuat Lilac paham dimana titik letak kesalahan nya semalam hingga membuat Al marah. Dia tidak tau jika Al tidak tidur hanya karena permintaan nya itu, tapi bukan kah itu hal yang sangat ingin Al lakukan juga karena sejak awal Al tidak mau menikah dengan nya.
“Itu karena sejak awal kita menikah karena terpaksa, dan aku tidak mau melukai wanita sebaik kak Julia. Sejak awal aku ingin menikah dengan mu karena aku takut jika aku hamil dan anak itu tidak mempunyai orang tua yang untuh. Tentu saja aku tidak berharap hamil karena aku sadar jika aku di sini hanya menjadi orang luar yang merusak pernikahan kalian berdua. Maaf karena aku egois memaksamu menikah dengan ku.” Ucap Lilac.
Al terdiam entah mengapa mata dan tenggorokan nya tiba-tiba memanas, Al mengangkah pinggang Lilac dan mendudukan wanita kecil itu di pangkuanya.
“Aku tidak tau jika kamu berpikir sampai sejauh itu,” ucap Al hatinya memanas, tentu saja Lilac pasti bimbang. Di satu sisi dia melukai wanita lain, dan di sisi lain ia takut jika anak nya kelak tidak punya Ayah. Al menyelipkan rambut lurus Lilac di telinga wanita dengan hidung mancung itu. “Jawab dengan jujur, apa kamu tidak menginginkan anak itu?” Tanya Al membuat mata yang sejak tadi berkaca-kaca itu meneteskan air matanya melewati hidung mancung kecil milik Lilac.
__ADS_1
Lilac menoleh hingga membuat kedua netra mereka terkunci. “Tidak! aku tidak akan pernah menyesal jika bayi itu lahir dan hadir di dalam kehidupan ku. Aku hanya takut dia tidak bahagia karena aku.” Ucap Lilac lagi dia menundukan wajah nya dengan air mata yang semakin tidak bisa lagi di kontrol nya.
Al mengangkat dagu Lilac. “Aku akan terus menjadi suami mu dan Ayah dari Anak kita. Tapi berjanjilah untuk menjadi ibu yang baik untuk anak-anak kita dan menjadi istri yang baik untuk ku.” Ucap Al sebelum Lilac menjawab Al lebih dulu menempelkan bibirnya di bibir kenyal basah Lilac.
Jantung Lilac tiba-tiba bergemuruh namun karena belaian lembut di punggung nya membuat Lilac memejamkan matanya dan hanya menerima sentuham dan ciuman yang di lakukan Al.
Ciuman lembut itu menuntuk Lilac untuk membuka mulutnya, Al menghisap kuat bibir bawah dengan sedikit tidak sabaran karena sejak tadi penganya sudah mengusap pangkal paha milik Lilac. Dengan satu tangan yang lain yang sudah masuk kedalam balik kaos yang di kenakan istrinya, Al mengusap lembut punggung halus itu.
.
.
Oke ini 3 bab terakhir di hari ini. Gimana aku baik kan kasih 3 Bab setiap harinya??? 🤭🤭
Btw besok sebelum unboxing Lilac, boleh minta tolong ga kasih rate bintang 5 nya dong. Sama ulasan nya ❤️❤️ biar tambah semangat ngetiknya. Makasih banyak❤️❤️ lope segunung!
__ADS_1