
Raut wajah Al berubah drastis, dia sangat kecewa dengan permintaan Lilac, di saat dirinya sudah mulai membuka hati dan mulai menerima kehadiran wanita ini. Dia malah dengan mudah nya minta bercerai.
“Sebulan lagi? Kau minta bercerai dengan ku sebulan lagi?” Al balik bertanya, hal itu membuat Lilac bingung.
“Kenapa? Apa terlalu lama?” Tanya Lilac, apa ucapanya salah? Apa dia meminta bercerai terlalu lama? Apa Al ingin bercerai secepatnya? Pertanyaan-pertanyaan itu keluar dari kepalanya.
“Pikirkan baik-baik apa pantas kau berbicara seperti itu? Bahkan dalam jangka waktu satu menit! Kau keterlaluan, Ungu!” Pekik Al, dia terlalu emosi. Al meninggalkan Lilac begitu saja, karena dia tidak ingin marah lebih parah lagi.
Pikiran nya harus tenang, sama seperti Lilac dia juga harus berpikir jernih untuk memutuskan sesuatu karena itu lah lebih baik dia meninggalkan Wanita itu.
Al terluka, kenapa kedua istrinya seperti tidak perduli dengan dirnya. Mereka hanya mementingkan dirinya sendiri, dan bertindak sesuka hati mereka.
“Apa alasan dia ingin bercerai dengan ku? Apa dia sama seperti Julia, ingin pokus sekolah dan mencari kerja?” Tanya Al dan di jawab sendiri. Dia menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang besar miliknya. “Apa ada yang salah dengan diriku? Kenapa kedua istriku seperti itu?” Pekiknya kesal.
Sementara Lilac masih pada posisinya yang sama, dia duduk di atas sofa dengan wajah yang masih berpikir, dia bingung kenapa Al meninggalkan nya.
__ADS_1
“Apa aku salah bicara? Kenapa dia marah padaku.” Gumamnya bingung dengan mata lelahnya. Dia ingin tidur namun sejak satu jam yang lalu Al meninggalkan nya, Lilac tidak menemukan kamar lain di apartement ini selain kamar yang di masuki Al.
“Apa aku harus mesuk kesana?” Tanya Lilac sambil menatap pintu itu. Lilac merasa takut jika Al akan kembali marah padanya, namun Lilac memberanikan diri melangkah menuju kamar itu.
Di bukanya pintu itu, Lilac memasukan sebagian tubuhnya untuk memeriksa keadaan di dalam kamar, dia melangkah masuk saat tidak melihat Al di dalam nya.
Ceklek.
Lilac terkejut melihat Al keluar dari kamar mandi dengan mengenakan haduk yang melilit di bagian pinggangnya.
“Maaf, aku akan pergi.” Ucap Lilac sebelum ia di usir oleh pria itu dia lebih baik berinisiatif sendiri. Lilac membuka kembali pintu yang sudah tertutup rapat itu.
Al memberikan salep itu, dan di raih oleh Lilac. Namun bukan salep yang Lilac lihat, melainkan tubuh bagian atas Al yang masih banyak dengan cairan-cairan bening yang menetes dari rambutnya.
“Ya ampun aku harus menatap ke arah mana? Kenapa semua sudut ruangan ini hanya terlihat dada bidang nya Al.” Gumam Lilac dalam hatinya sambil menggelengkan kepalanya pelan.
__ADS_1
Al berjalan menuju ranjang, dia duduk di tepi ranjang. “Kemarilah Honey, olesi bengkak ku.” Ucap Al, namun bukan nya Lilac mendekat dia malah semakin menjauh.
“Tapi apa kamu bisa memakai pakian mu dulu?” Tanya Lilac yang sudah merasa risih dengan bentuk tubuh Al yang sangat sexy dan menggoda itu.
“Honey! Panggil aku Honey! Aku harus bilang berapa kali sih!” Ketus Al.
“I-iya Honey, pebih baik kamu memakai pakian dulu Honey.” Ucap Lilac dengan buru-buru dia tidak mau berdebat.
“Cepat lah kemari, aku tidak akan memakai pakian ku dulu. Aku pebih peduli pada aset ku, jika sampai tidak berdiri lagi! Itu semua salah mu, dan kamu harus bertanggung jawab karena aku tidak bisa mempunyai keturunan jika aset ku yang berharga ini tidak bisa berdiri.” Ancam Al tidak main-main. Lilac menelan salivanya susah, dia memberanikan diri untuk mendekat.
“Turun lah,” ucap Al saat Lilac sudah berdiri di depan nya. Lilac pun menekuk kakinya di lantai dan mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Al. Tanpa pikir panjang Lilac langsung mengeluarkan gel dari tube yang di berikan Al tadi, dan menaruhnya di telapak tangan Lilac.
“Apa lewat sini?” Tanya Lilac pelan, dia menunjuk di antara kedua paha Al yang terbuka, walah dia tidak melihat langsung isinya.
“Iya, masuk kan kedua lengan mu dan oles lah secara perlahan.” Ucap Al, sejujur nya Al sendir sudah sangat berdebar-denar saat kedua lengan Lilac mulai masuk kedalam handuk yang ia kenakan.
__ADS_1
“Apa yang ini?” Tanya Lilac saat menyentuh sesuatu di dalam sana. Al yang sedang terpejam dan merasakan sensasi aneh pun langsung membuka matanya saat Lilac bertanya kepadanya.
“Hmm iya itu, oles lah di bagian itu.” Ucap Al dengan sangat tenang seolah dirinya tidak tergerak sedikit pun karena sentuhan Lilac. Padahal dirinya mati-matian menahan jiwa binatang buasnya.