
Raut wajah marah Al terlihat begitu jelas di mata kedua orang tuanya, begitu pula dengan Mom Aily dan Dad Rion yang nampak terlihat gusar.
“Tenanglah, Nak.” Mom Aily berusaha menenangkan putra satu-satunya itu, walaupun kondisi Aily dan juga bayi yang ada di dalam kandungan istrinya itu baik-baik saja, hati Al tetap tidak merasa tenang dan tidak terima atas perlakuan kasar Julia.
“Aku takut jika Julia akan berbuat seperti itu lagi pada Lilac, Mom.” Ucap Al dia menatap Lilac dari balik kaca pintu kamar ruang inap Lilac.
Walaupun Lilac sedang tertawa bersama Penelope, hati Al masih terasa sangat nyeri jika saja tadi dia tidak telat menangkap tubuh Lilac dia tidak pernah bisa membayangkan apa yang akan terjadi.
“Dad mengerti perasaan kamu, Al. Semoga ini membantu niatmu dalam proses perceraian mu dengan Julia.” Ucap Dad Rion dan memberi kode pada sekertaris Lee untuk memberikan berkas yang sejak tadi di pegangnya.
“Apa ini Dad?” Tanya Al namun tanganya tidak tinggal diam ia segera membuka isi berkas itu.
__ADS_1
Alterio terdiam, walau dia sudah tau kelakuan jelek Julia saat pacaran dan awal-awal pernikahan mereka, dia tidak menyangka jika orang tuanya juga tau masalah itu.
Selama ini ternyata bukan hanya dirinyalah yang menutup matanya, namun kedua orang tuanya pun sama.
“Mom tau kita salah karena waktu itu tidak menyadarkanmu dengan kesalahan Julia, karena kami juga tau jika kamu menutup meta pada masalah ini agar Julia tetap berada di sisimu. Awalnya kami tidak terima samapi akhirnya kami sadar jika kamu tidak bisa hidup tanpa nya pada waktu itu.” Ucap Mom Aily. Mereka menutup masalah itu hanya karena Al sampai masuk rumah sakit karena pria itu tidak mau lepas dari Julia saat kedua orang tuanya berusaha menjauhkanya.
Namun karena demi sang anak, mereka rela menutup mata dan telinganya.
“Aku tidak menyangka pernah melakukan itu, aku sangat menyesal buta karena cinta pada orang yang salah.” Ucapnya dadanya sangat sakit mengingat betapa seringnya Julia menduakanya saat pacaran dulu.
“Itu bukan cinta, Al.” Ucap Dad Rion. “Kamu hanya terobsesi pada Julia karena dia selalu berada di dekatmu, jika itu cinta kamu pasti sakit karena Julia menduakanmu bukan karena takut Julia tidak ada di sisimu.” Tegas Dad Rion.
__ADS_1
Ya bagaimana tidak terobsesi, selain Mom Aily dan Penelope hanya Julia lah orang luar yang begitu perhatian padanya hingga berpikir jika orang itu harus tetap berada di sampingnya seperti ibu dan adiknya.
Perkataan Daddy nya benar, karena Al tidak pernah merasakan cemburu saat melihat Julia bersama pria lain. Beda hal saat melihat Lilac dengan pria lain, sakit di dadanya terasa begitu nyata. Rasa takut melihat Lilac tersenyum dengan pria lain pun sampai membuatnya begitu egois sampai melukai sepupunya sendiri demi wanita bernama Lilac.
Al menatap photo-photo Julia dengan pria yang berbeda-beda, ini bisa membuat proses perceraiannya semakin mudah. Apalagi keluarga besar Julia tidak akan bisa berontak dengan pakta jika anaknya sendiri yang bersalah.
“Terimakasih Dad, Mom. Aku sayang pada kalian.”
“Tentu saja, kami juga sayang pada mu nak.” Ucap Mom Aily dia segera memeluk tubuh putranya. “Masuklah Lilac pasti ingin berdua denganmu.” Titah Mom Aily.
Al mengangguk, dia segera masuk kedalam dan menemui sang istri.
__ADS_1