
Al melepaskan ciuman nya untuk menatap Lilac sejenak, tatapan Lilac yang terlihat sayu membuat Al menyunggingkan senyuman nya.
“Dari semalam kamu tidur dengan ku tidak pakai bra?” Tanya Al penasaran, sepercaya itu Lilac pada nya sampai berani tidak memakai dalaman. Dia kira Lilac akan terus waspada kepadanya.
Wajah Lilac di buat merah merona karena pertamyaan Al, dia sendiri lupa karena itu memang sudah jadi kebiasaan nya ketika tidur sendirian.
Al mengecup pelan bibir Lilac karena wanita itu hanya menunduk malu tanpa menjawab pertanyaan nya.
Al kembali berbisik di telinga Lilac sambil menautkan jari-jari lenganya dan lengan Lilac.
“Ijinkan Ayah nya memeriksa anak kita,” bisik Al membuat Lilac geli dan merending sendiri mendengar ucapan biasa namun terdengar sensual di telinga Lilac. Al menatap Lilac yang sedang menunduk dan menunggu jawaban istrinya. “Bolehkan?” Tanya Al lagi.
Entah mengapa mendengar janji Al yang akan menemaninya menjaga kedua anak nya membuat Lilac tidak berpikir panjang untuk mengangguk, ia sendiri di butakan dengan sentuhan-sentuhan sensual yang di lakukan Al yang menbuat dirinya berkali-kali merasakan geli dan sengatan kecil yang menggejolakan hatinya.
Al tersenyum ia membaringkan tubuh Lilac dengan sangat pelan dan hati-hati di atas ranjang. Al menatap tubuh Lilac yang memakai kaos putih miliknya terangkat naik hingga seperut membuat kain hitam segitiga terpampang nyata di depan matanya dengan kulit putih mulus dan lembut itu.
__ADS_1
“Kamu sangat sexy saat memakai pakaian ku.” Ucap Al sambil menghimpit tubuh istrinya yang kecil itu, wajah Lilac sudah terlihat seperti kepiting rebuh. Entah mengapa ucapan-ucapan manis yang keluar dari bibir merah Al membuat nya terus berdebar dan membuatnya merasa senang.
Al mulai mencium bibir Lilac, namun ciuman itu membuat Lilac kewalahan dan kebingungan karena lidah suaminya tidak bisa diam. Dia terus menelusuri rongga mulut Lilac sampai membuat Lilac susah bernapas, lidahnya pun terasa geli karena berkali-kali mengajak lidahnya menari di dalam sana. Melilit dan membelit, seolah Al sedang mengajari Lilac ia mulai mengimbangi wanitanya.
Namun tubuh Lilac kini yang mulai bergetar, karena Al terus mengusap bagian pinggang dan petutnya.
Al melepas ciuman nya dan tersenyum bahagia saat melihat Lilac yang sedang mengatur nafasnya.
“Lihatlah ini.” Tunjuk Al pada bagian dadanya yang tertutup kaos tipis miliknya. Lilac kembali bersemu malu. “Ini sudah sangat keras, apa kamu memintaku melakukan lebih?” Tanya Al sambil menjepit sesuatu yang menonjol dan terlihat walaupun di tutupi kaos putih itu.
“Sebelum memulai, aku akan bertanya Honey. Permainan apa yang kamu suka? Kasar atau lembut?” Tanya Al sambil terus memelintir tonjolan dada Lilac itu dengan wajah yang sangat dekat bahkan kedua jidat nya saling menyatu.
Lilac nampak kaget, ternyata untuk melakukan itu ada berbagai pilihan. Lalu pilihan mana yang Al pakai saat pertama kali bercinta dengan nya? tiba-tiba saja pertanyaan itu keluar dari otak Lilac.
“Lembut.” Jawab Lilac sangat pelan dan nyaris tak terdengar.
__ADS_1
“Oke Honey, bersiaplah.” Ucap Al ia mulai mencium leher Lilac tanpa aba-aba dan mengangkat kaos yang di kenakan Lilac hingga pangkal dadanya dan menunjukan kedua buah melon milik Lilac. Wanita itu cukup terkejut, namun rasa geli dan sensasi yang keluar saat mendapatkan ciuman di leher membuat Lilac kehilangan akal nya.
Al meremas kedua dada kenyal milik Lilac, dan membuat istrinya berkali-kali menggeliat. Kepala Al turun kearea Dada nya, ping pucat di pucuk dadanya membuat Al semakin bergairah, ia memainkan lidahnya di kedua put ting keras itu. Meremas dan menghisapnya begitu kuat hingga membuat Lilac kembali meremas dan menarik rambut kepala Al.
“Geli, Al!” Pekik Lilac, Al malah semakin menggila mendengar suara serak dan sexy Lilac. Dia mengangkat tubuhnya dan menatap Lilac, di bukanya kaos yang ia kenakan, ia juga mulai menurunkan celananya. Namun Lilac hendak mengalihkan pandanganya.
“Tatap aku, jangan alihkan pandangan mu saat kita sedang bercinta.” Ucap Al, mau tidak mau Lilac yang tergeleta di bawahnya menatap Al yang sedang melucuti kaos dan celananya. Hingga akhirnya Lilac bisa melihat aset berharga yang selama ini Al puji-puji itu, Lilac menelan saliva nya susah. Entah mengapa tenggorokan nya terasa sesak melihatnya.
“Jadi seperti itu aset berharga milik Al.” Gumam nya dalam hati. Panjang, besar dan berurat membuat Lilac berkedut sendiri mengingat saat pertama kali ia merasakan milik Al memenuhi inti wanitanya itu.
.
Huaa aku pen nangis gemeter sendiri ngetiknya 🤭.
Lanjut ga nih???
__ADS_1